
Rania duduk tertunduk di sofa sebelah kursi roda sang ayah, sedangkan Angga duduk disamping Arsy.
Mereka semua saling diam, tidak ada yang memulai pembicaraan. Jujur Dae Jung sangat malu untuk mengungkapkan perilaku putranya yang telah menodai Rania. Ia bingung mau memulai dari mana, sedangkan Arsy hanya bisa memegang erat tangan sang suami.
"Sebenarnya ada apa ini?" Tanya Ramdhan membuka pembicaraan.
"Kami kesini untuk melamar Rania." Jawab Dae Jung perlahan
"Melamar?" Tanya Ramdhan tak percaya, bukannya Angga sudah memiliki orang lain. Ramdhan menoleh pada Rania, tapi gadis itu tak merespon sama sekali. Ia masih tetap menunduk sama seperti ketika ia datang.
"Bukannya itu terlalu cepat, bahkan setahuku Angga dan Rania belum lama mengenal, benarkan nak?" Tanya Ramdhan pada putrinya yang masih menunduk. "Lagi pula Rania belum lulus sekolah."
"Maaf... tapi kita harus segera menikahkan mereka karena mereka berdua telah bertindak seperti suami istri." Jelas Arsy dengan lembut.
"Maksud nyonya?" Tanya Ramdhan curiga dengan perkataan Arsy yang bilang bertindak seperti suami istri.
"Ya.. tuan Ramdhan, mereka telah melakukan hubungan suami istri." Tambah Dae Jung
__ADS_1
"Benarkah Rania? apa anak papa serendah itu?"
Ramdhan ingin memastikan kalau apa yang dikatakan keluarga Yoon itu tidak benar, tapi jawaban apa yang dia dapat Rania menyetujui pernyataan mereka dengan mengangguk tanda setuju kalau apa yang mereka bicarakan adalah benar. "Ya Tuhan... Rania!"
"Tapi itu semua tidak benar om, aku pingsan dan tidak mungkin melakukan itu pada Rania."
"Apa maksudmu anakku yang memperkosamu? dan menjebakmu?" suara seorang wanita keluar didampingi oleh seorang asisten rumah tangga yang membawa nampan berisi gelas mendekati mereka.
Asisten itu menaruh gelas tepat di depan masing-masing kemudian pergi. Sedangkan Alexa duduk tepat disamping Rania.
"Maaf kalau aku memotong pembicaraan kalian, tapi bagaimanapun Rania adalah anak tiriku..dan Aku bertanggung jawab atas dirinya." Jelas Alexa.
"Itu hanya alasan agar dirimu tak bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan terhadap Rania." Tambah Alexa yang membuat Angga terdiam. "Aku tak menyangka darah dari Yoon bisa sepengecut kamu. Apakah kamu tidak bisa mencontoh sedikit dari pengalaman ayahmu yang pernah menghamili seseorang."
"Alexa!" Panggil Dae Jung yang berhasil membuat Alexa menatapnya.
"Kenapa tuan Dae? apa perkataanku salah? Atau aku terlalu berterus terang.."
__ADS_1
"Maaf nona Alexa tapi ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa ini." Tambah Arsy agar Alexa tidak membangkitkan memori kelam Arsy.
"Tidak ada hubungannya? Kau masih ingat pepatah mengatakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya." Sarkas Alexa yang Arsy terdiam.
Memang benar apa yang dikatakan Alexa, perbuatan Angga kali ini, sama seperti perbuatan Dae Jung terhadap dirinya, bahkan hingga membuat dirinya hamil. Tapi bedanya Angga tidak mau bertanggung jawab sedangkan Dae Jung mencarinya hingga mati-matian dan menikahinya.
"Saya jamin Angga akan menikah dengan Rania." Sela Dae Jung yang tahu perasaan istrinya.
"Pa... aku tidak mencintainya dan aku pastikan aku tidak menyentuhnya." Tolak Angga
"Itu keputusan papa." Ucap Dae Jung tak terbantahkan hingga membuat sang putra pergi begitu saja.
"Angga... Angga!" Panggil Dae Jung dengan berteriak.
"Biarkan om, saya tidak perlu pertanggung jawaban dari Angga." Ucap Rania seraya pergi meninggalkan ruang tamu.
Sungguh Rania kecewa seorang Angga yang sangat ia kagumi ternyata bukan orang yang bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya. Bahkan Angga bisa membantah perkataan ayahnya.
__ADS_1
"Kau keterlaluan Angga!"