Andjani

Andjani
Murid Baru


__ADS_3

"Siapa sih itu?" Aqlema menjadi penasaran, dan mencoba untuk mencari tau. Dan setelah mendapatkan informasi, Aqlema lalu kembali ke samping Andjani.


Andjani sepertinya tidak terlalu terpengaruh dengan keramaian yang ada di kantin itu, setelah makanan pesanannya datang, Andjani memilih makan dengan serius, karena dia memang sudah sangat lapar.


Aqlema dengan antusias menceritakan informasi yang baru saja dia dapatkan.


"Sepertinya jodohku sudah datang, tapi sayangnya dia adik kelas kita, tapi tidak apa-apa, bukankah hal ini sudah umum terjadi, buktinya Ussy Sulistiawaty dan Andika bersama bahkan sampai saat ini, hubungan mereka juga sangat langgeng" Aqlema bercerita tanpa memperdulikan wajah aneh yang ditunjukkan oleh Andjani.


"Lalu pria yang kemarin baru saja menyatakan cinta padamu itu bagaimana? kamu ini tanpa aku sadari ternyata bad girl ya" Andjani menggelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya.


"Lumayan buat ban serep, lagipula anak baru itu sangat tampan, lihat saja para siswi yang mengerubungi seperti lalat itu, sungguh tidak tau malu" Aqlema mencibirkan bibirnya sambil melihat kerumunan siswi yang masih saja tidak mau beranjak pergi dari sang murid baru.


Keramaian berangsur mereda, karena istirahat makan siang juga hampir saja usai, Andjani dan Aqlema sudah menyelesaikan makan siang mereka, dan segera bergegas menuju kelas mereka kembali.


Dari kejauhan, murid baru itu memperhatikan Andjani dan Aqlema, senyuman jelas terlihat dari wajah tampannya.


"Gadis itu tidak menoleh sedikitpun padaku, membuatku penasaran saja. Biasanya tidak ada yang bisa melawan pesona wajah dan suaraku" gumam murid baru itu, lalu bertanya pada para teman barunya, tentang siapa Aqlema dan Andjani.


Setelah tau kalau Aqlema dan Andjani adalah kakak kelasnya, murid baru itu semakin tersenyum lebar, sepertinya dia merasa tertantang. Bagi dirinya, tidak boleh ada gadis yang berani menolak pesonanya.

__ADS_1


Dengan senyuman seringainya, murid baru itu pergi dari kantin, setelah sebelumnya tebar pesona pada para siswi yang kagum padanya.


Andjani dan Aqlema menaiki sebuah tangga untuk menuju kelas mereka, dan tanpa sengaja mereka berjalan beriringan dengan Ardi yang sepertinya akan menuju kelas di lantai yang dituju oleh Andjani dan Aqlema.


"Eh ada pak guru tampan, mau mengajar ke kelas berapa?" Aqlema berbasa-basi, sementara Andjani tidak melihat sedikitpun ke arah Ardi, sepertinya dia masih kecewa pada Ardi yang berpura-pura melupakan dirinya.


Ardi mengatakan akan mengajar ke kelas 12 A, yang kebetulan kelas itu adalah kelas Andjani dan Aqlema, jadi tentu saja Aqlema yang berjalan sambil mengobrol dengan Ardi menjadi kegirangan dan mengajak untuk masuk kedalam kelas bersama-sama.


Keadaan kelas masih terlihat sepi, dan baru beberapa yang masuk ke dalam kelas, karena memang waktu istirahat belum usai. Ardi sengaja masuk ke dalam kelas lebih awal, karena dia ingin tau keadaan kelas dan juga mencari tau, siapa saja murid yang disiplin masuk kedalam kelas tepat waktu.


Andjani berjalan dengan malas ke arah mejanya, yang kebetulan berhadapan dengan meja guru, karena Andjani duduk di barisan depan, sementara Aqlema berada tepat di meja belakang Andjani.


"Baiklah, pelajaran akan segera dimulai, bagi yang masuk telat dari waktu jam pelajaran dimulai, poin nilainya akan saya kurangi" Ardi mulai berbicara, walau masih ada beberapa kursi yang belum terisi, karena sepertinya para siswa dan siswi itu masih berada di kantin.


Andjani mendengarkan walau dia tidak memperhatikan Ardi, pelajaran berjalan lancar seperti biasanya. Sekolah mereka adalah sekolah full day, jadi pukul tiga sore, mereka baru pulang ke rumah masing-masing. Itu juga kalau tidak ada tambahan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.


Untuk Andjani yang sudah berada di kelas teratas dan sebentar lagi akan menghadapi ujian, maka sudah tidak diperkenankan untuk aktif lagi di ekstrakurikuler yang dia ikuti.


Andjani dan Aqlema berjalan dengan tangan Aqlema menggandeng tangan Andjani, pelajaran sudah selesai semua, mereka akan pulang, dan menuju ke parkiran. Aqlema sudah mengendarai mobil pribadi setiap ke sekolah, lain hal nya dengan Andjani yang belum mau melakukan hal itu, karena menurutnya dia belum terlalu membutuhkannya.

__ADS_1


Kadang kala Andjani pulang sekolah bersama dengan Arion, menggunakan sepeda motornya, atau sering kali dijemput oleh Djani.


"Kamu sudah jadian dengan pria yang kamu ceritakan kemarin padaku?" Andjani merasakan ada yang mengganjal dari pria yang mendekati sahabatnya itu.


"Iya, tapi hanya sampai tadi setelah istirahat, lalu aku memutuskan untuk putus dengannya"


"Apa?!" Andjani terkejut mendengar jawaban dari sahabatnya itu.


Aqlema lalu menjelaskan bahwa tadi saat mereka keluar dari kantin, dia melihat pacarnya yang baru beberapa saat menjadi pacarnya itu, terlihat mojok bareng disuatu sudut belakang sekolah.


"Apa kamu sedih? menangis lah kalau kamu bersedih, lagipula kenapa tidak bercerita dari tadi padaku, aku pasti akan menghajarnya!" Andjani kesal karena firasat yang dua rasakan ternyata benar adanya.


Aqlema tersenyum walau tidak lama air matanya mengalir. Dengan menahan perasaannya, Aqlema curhat pada sahabatnya itu.


"Kenapa hanya para pria brengsek yang mendekatiku? Kadang aku kesal pada diriku sendiri, tapi aku merasa aku sudah melakukan semua yang biasanya disukai oleh para pria itu, tapi kenapa aku selalu seperti ini? Seringkali aku didekati seseorang, hanya karena mereka ingin mengenal dirimu. Coba katakan padaku An, bagaimana bisa para pria itu menyukai dirimu! Aku berteman denganmu awalnya hanya karena kamu cantik dan pintar, supaya banyak pria tampan yang menyukai ku juga, tapi mereka hanya tertuju kepadamu" Aqlema menatap tajam kearah Andjani.


"Apa yang kamu katakan?" Andjani tidak mengerti, atau lebih tepatnya dia terkejut dengan luapan perasaan emosi yang dikeluarkan oleh Aqlema.


"Tapi seiring berjalannya waktu, aku menjadi sangat menyayangimu, karena aku tau kamu tidak munafik. Atau mungkin kamu seperti ini karena kamu belum mengenal apa arti cinta. Kamu tidak sengaja menarik perhatian para pria itu, tapi karena kamu memang sangat mempunyai pesona yang kuat. Dan kamu tidak memanfaatkan hal itu, aku jadi semakin menyukaimu" Aqlema memeluk sahabatnya dan menghapus air matanya.

__ADS_1


"Aku tadi malam melihat video kalian di sebuah media sosial, saat itu tim basket kalian sedang makan siang bersama karena memenangkan suatu pertandingan. Aku melihat lelaki berengsek itu sering kali melihat dan memandangi dirimu dari jauh, walau sangat jelas kalau kamu tidak menyadarinya. Dari tadi pagi sebenarnya aku menahan perasaan ku yang begitu marah padamu, aku juga tidak mengerti kenapa aku mempunyai perasaan itu, padahal kamu tidak bersalah. Maafkan aku" Aqlema menjelaskan tentang perasaannya, Andjani lalu melepaskan pelukan mereka setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Aqlema.


__ADS_2