
"Ardi"
Sasha masuk ke dalam kamarnya, untuk membicarakan sesuatu.
"Ada apa ma?"
"Cepatlah bersiap, mama dan Cheril sudah janjian untuk makan bersama di sebuah restoran untuk membicarakan masalah pertunangan kalian"
"Aku belum siap untuk menikah ma"
"Siapa yang meminta mu untuk menikah? mama hanya memintamu untuk tunangan terlebih dahulu"
"Bukankah itu sama saja? setelah pertunangan pasti suatu saat akan ada pernikahan"
"Ardi. Mama hanya ingin kamu bertanggung jawab. Cheril mengatakan bahwa kamu terlalu cuek padanya, itulah sebabnya mama mengambil keputusan ini"
"Apa maksud mama dengan aku harus bertanggung jawab?"
"Cheril begitu mencintai mu, jangan sia-siakan wanita seperti itu, mau dimana lagi kamu mendapatkan wanita yang selalu mendukungmu dan mencintaimu begitu besar"
__ADS_1
"Kenapa mama terlalu mencampuri masalah ini? bukankah seharusnya mama membiarkan aku memilih wanita pilihanku sendiri untuk menjadi pendampingku kelak"
"Mama tau kalau kamu masih berharap pada Anna, tapi kamu lihat sendiri. Anna bahkan saat bertemu denganmu, begitu cuek padamu"
"Itu menjadi urusanku ma"
"Pokoknya sekarang kamu bersiap, satu jam lagi kita berangkat, tidak ada bantahan lagi!" Sasha keluar dari dalam kamar Ardi, tanpa mau mendengarkan lagi penjelasan dari anaknya itu.
Ardi kesal lalu memilih memblokir nomor Cheril, dia tau kalau pasti Cheril mendapatkan nomor ponselnya dari mamanya. Padahal Ardi sudah dengan sengaja mengganti nomor ponsel nya.
Dengan mengepalkan tangannya, Ardi yang sepertinya masih sangat kesal, menuju lemari bajunya untuk berganti baju, karena dia harus segera bersiap untuk menuruti keinginan dari mamanya.
Sasha tidak terlalu memperdulikan Ardi yang sangat jelas menunjukkan ke tidak sukaan nya untuk makan bersama dengan Cheril. Bagi Sasha, ini adalah cara terbaik supaya anaknya segera move on dan melupakan Andjani.
Saat ini Andjani belum memiliki kekasih, Sasha tidak mau Ardi menjadi gila saat mengetahui hal itu, jadi Sasha berfikir untuk lebih dahulu memberikan cinta pada anaknya itu.
Masih diperjalanan menuju restoran, Sasha berbicara panjang lebar pada anaknya, yang intinya adalah Ardi harus menerima kenyataan, dan yang lebih pasti, pertunangan ini supaya Ardi lebih cepat melupakan perasaannya terhadap Andjani yang bertepuk sebelah tangan.
Ardi lalu mengatakan pada mamanya, bahwa cinta yang dipaksakan seringkali hanya akan berujung saling melukai. Ketika cuma pura-pura mencintai seseorang. Dalam hal ini, bukan hanya Cheril yang sedang di bohongi. Tapi Ardi juga sesungguhnya sedang membohongi dirinya sendiri kalau benar pertunangan ini akan dilakukan.
__ADS_1
Memaksakan cinta dan perasaan pada kenyataannya bisa membuat menderita. Tak hanya itu saja, Cheril pun tak akan merasa bahagia. Sesuatu yang cuma pura-pura atau diwarnai paksaan pastinya akan terasa di dalam hati, sehingga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dalam sebuah hubungan.
Ketulusan Muncul dari Sebuah Kejujuran, cinta yang tulus itu berasal dari perasaan yang jujur. Kalau cuma pura-pura dan memaksakan diri, ketulusan dalam mencintai sulit untuk tercipta. Pada akhirnya cuma capek sendiri dan merasa terbebani setiap kali ingin berjuang mempertahankan hubungan.
"Tapi kamu juga tidak bisa selamanya terus berharap pada Aan. Bukankah mama sudah sering mengatakan nya? Mama melakukan ini semua hanya demi dirimu. Mama tidak mau kalau kamu terus terluka karena berharap pada Aan, yang bahkan tidak melirik sedikitpun padamu"
"Tapi ini hatiku ma, tolong jangan terlalu masuk kedalam nya. Aku tau apa yang harus aku lakukan, yang jelas untuk saat ini, aku tidak mau tunangan. Aku tidak bisa Selamanya berpura-Pura. Sampai kapan mau terus berpura-pura? Berpura-pura itu sungguh melelahkan ma. Mungkin aku bisa bertahan untuk sementara waktu, tapi tak akan bisa selamanya menjadi orang yang berbeda setiap kali memaksakan diri mencintai Cheril. Berpura-pura mencintai atau pura-pura tidak mencintai, akan sama sulitnya" Ardi sampai menghentikan laju mobilnya, karena sangat sulit menahan rasa sesak dihatinya.
"Kalau segalanya diawali dengan kepura-puraan, mencapai dan menciptakan kebahagiaan bersama akan sulit dilakukan. Beruntung bila kepura-puraan itu pada akhirnya bisa berubah dan menghasilkan cinta serta perasaan yang nyata. Hanya saja kalau sudah dicoba dan diusahakan, tapi yang dirasakan cuma perasaan sakit dan tersiksa, maka tak akan ada yang bisa baik-baik saja. Ini berlaku untukku, maupun untuk Cheril. Semua memang kembali pada keputusan masing-masing. Tapi apa mama mau, aku harus bertahan memaksakan cinta dan perasaan lalu berpura-pura, atau mencoba jujur pada diri sendiri, coba mama katakan apa yang lebih baik aku lakukan. Bukankah mama ingin kebahagiaan ku? Lalu kenapa mama memaksakan kehendak mama padaku?" Ardi frustasi dan melihat kearah mamanya dengan pandangan memohon.
Cinta yang dipaksakan sulit untuk berakhir baik-baik saja. Saatnya untuk berani jujur pada hati dan perasaan, supaya tidak berujung saling melukai. Setiap orang yang bijak dalam menyikapi asmara pasti akan menyertakan logika dalam setiap tindakan.
Semua pasti sepakat kalau pada akhirnya cinta adalah urusan hati, tidak bisa dipaksa untuk datang dan pergi sesuka hati, tidak bisa diperintah untuk memilih seseorang yang sesuai dengan akal sehat, tapi yang di inginkan oleh Sasha, hanya kebahagiaan untuk anak semata wayangnya.
Sasha masih berpendapat bahwa setidaknya hati dapat dipengaruhi oleh pikiran. Tergantung pada apa yang sedang dipikirkan, setiap orang dapat meningkatkan kadar cinta mereka untuk seseorang atau justru menguranginya, hal ini disebut dengan regulasi cinta. Jadi Sasha mempunyai harapan, cinta Ardi akan muncul dengan seiring waktu
"Memaksakan hubungan yang tanpa perasaan, sangat sulit untuk dipertahankan. Padahal mama juga tahu pasti bahwa memaksakan hubungan ini justru membuat kami semakin hancur. Kami hanya sedang menanam bom waktu dalam hubungan yang bisa meledak kapanpun, karena memaksa hubungan ini berarti kami sedang menunda kebahagiaan yang sebenarnya. Jika berpacaran dengan Cheril meningkatkan gengsi, atau menurut mama dengan aku bertunangan dengan Cheril maka aku akan bahagia, tentunya ada banyak cara yang lebih membahagiakan untuk meningkatkan gengsi daripada menyiksa perasaan karena hidup adalah tanggung jawab. Apa mama mau, aku hanya menyiksa perasaan Cheril karena aku tidak mempunyai perasaan apapun terhadap dirinya?"
"Cinta akan tumbuh dengan seiring waktu, mama yakin itu. Apalagi wanita seperti Cheril yang begitu pengertian, jadi mama yakin kalau kamu mau membuka hatimu, maka tidak butuh waktu lama kamu akan tergila-gila pada nya"
__ADS_1
"Apa yang mama harapkan dari hubungan ini, jika tidak ada harapan? jadi dari awal tidak seharusnya ada perjuangan dan pengorbanan. Kesalahan bukan terletak pada saat memilihnya, tapi kesalahan adalah ketika tetap bertahan dalam hubungan yang penuh keterpaksaan ini" Ardi sudah lelah terus memberikan pengertian kepada mamanya, akhirnya dia memilih untuk kembali melajukan mobilnya.