Andjani

Andjani
Alasan Utama


__ADS_3

"Tidak membutuhkan waktu lama sampai aku diperbolehkan untuk pulang. Saat itu hanya sekitar dua minggu aku dirawat di rumah sakit. Awalnya ayahku ingin supaya aku terus dirawat sampai aku sembuh total, tapi kakak mengerti kondisiku yang tidak menyukai rumah sakit"


Arion bercerita mengenai kondisinya dahulu pada Ardi, mereka bahkan menunda sebentar niat mereka yang ingin bermain game. Ardi masih saja terlihat antusias mendengarkan cerita dari Arion.


"Aku masih harus berobat jalan selama beberapa saat, tapi saat ini aku sudah tidak mengkonsumsi obat lagi" Arion lalu menyalakan game nya, yang menandakan dia sudah menyelesaikan ceritanya.


Ardi hanya bisa mengikuti kemauan dari sahabatnya itu, walau mereka berbeda umur, tapi mereka sangat dekat dulunya. Ardi juga selain selalu melindungi Andjani saat itu, tali juga selalu menjaga Arion. Bisa dikatakan mereka tumbuh besar bersama, bagaikan saudara. Tapi takdir berkata lain, mereka harus berpisah untuk beberapa saat, karena terjadi beberapa masalah secara bersamaan.


"Apa di negara ini, kamu merasa nyaman?" tanya Ardi.

__ADS_1


"Entahlah, aku hanya harus berada, dimana keluarga ku berada. Ayo kak kita focus main game dulu" Arion sudah tidak sabar untuk bermain game.


Ardi sesekali melihat-lihat sekelilingnya, kamar Arion terlihat nyaman, dan dinding kamar itu, ada beberapa foto saat mereka masih kecil. Foto-foto berbentuk foto polaroid itu ditata dengan bagusnya di dinding, dan dihias juga dengan lampu kelap-kelip, hanya saja saat ini lampunya sedang tidak dinyalakan.


Mata Ardi terfokus pada foto keluarga Arion yang sepertinya itu foto baru, karena Ardi baru pertama kali ini melihatnya. Kadang kalanya Ardi merasa ada yang janggal dengan kepergian Arion sekeluarga. Karena tidak mungkin kalau itu hanya karena Arion yang mendapatkan intimidasi dari teman-temannya, sebab untuk masalah itu, sudah diselesaikan dengan cepat.


Ada satu alasan yang membuat Ardi yakin kalau itu juga menjadi salah satu alasan kepindahan keluarga Arion, yaitu perasaan nya dulu pada Andjani.


Djani takut akan banyak yang menganggu kehidupan pribadinya, terutama para paparazi yang sudah mengetahui keberadaannya. Saat ini, mereka sudah kembali ke negara asal Djani dan Qaynaya dilahirkan, tentu saja di negara ini banyak yang mengetahui siapa mereka sebenarnya.

__ADS_1


Djani yang merupakan konglomerat ternama di negara ini, harus menjaga keselamatan keluarganya, dari ancaman musuh kompetitornya. Sehingga sampai saat ini, Djani masih tidak mengatakan pada media kalau dia telah kembali. Untuk urusan pekerjaan dan perusahaan, masih dia pantau secara diam-diam.


Saat ini Djani merasa bahwa para kompetitor bisnisnya semakin agresif dan ingin menjatuhkannya dengan berbagai macam cara. Tapi Djani hanya memantaunya dalam diam. Selama itu tidak mengganggu keluarga nya, dia tidak akan terlalu ambil pusing.


Selain memahami konsumen, Djani juga memahami para kompetitornya. Djani selalu berfikir harus tahu siapa saja kompetitornya, produk atau jasa apa yang mereka jual, dan bagaimana strategi bisnis yang mereka gunakan. Dengan memahami kompetitornya, dia dapat mengambil keputusan bisnis yang tepat sehingga dapat bersaing secara sehat dan terus mengembangkan bisnisnya.


Untuk memahami kompetitor dengan baik, Djani harus melakukan riset pasar yang cermat dan analisis kompetitor, walaupun dia melakukannya dengan meminta bantuan dari para bawahannya.


Dengan melakukan riset pasar, maka bisa mengetahui tren dan kebutuhan konsumen saat ini, sedangkan dengan analisis kompetitor, bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan kompetitor, serta strategi bisnis yang mereka gunakan.

__ADS_1


Berdasarkan hasil riset dan analisis tersebut, bisa mengambil keputusan bisnis yang tepat untuk bersaing dengan kompetitornya. Djani bisa menawarkan produk atau jasa yang lebih baik, menyesuaikan harga, melakukan promosi yang lebih menarik, dan lain sebagainya. Walau perusahaannya sudah sangat besar, dan menjamur di beberapa negara, tapi inovasi terus dilakukan oleh Djani, supaya perusahaan miliknya tidak kalah saing.


Djani saat ini melihat kearah pintu kamar Arion, ingin sekali rasa hatinya mengetahui apa yang direncanakan oleh Ardi dengan kedatangannya, hanya dia tidak tau harus bertanya mulai dari mana.


__ADS_2