Andjani

Andjani
Perjodohan


__ADS_3

"Jangan mengambil keputusan sendiri ma. Aku tidak mau, untuk apa aku tunangan saat ini? itu belum di perlukan"


"Apa lagi yang membuat mu ragu untuk memperistri Cheril? Dia mempunyai segalanya. Cheril cantik, baik dan yang paling penting dia sangat mencintai dirimu"


Ardi tidak menjawab lagi, dan memilih masuk kedalam kamarnya, kepalanya terasa begitu berat karena sangat pusing, hingga membuat Ardi memilih langsung rebahan di atas ranjang nya, walau belum membersihkan diri terlebih dahulu.


Drreeettttt drreeetttttt


Saat Ardi mencoba untuk memejamkan matanya, ponsel yang berada di sakunya bergetar.


"Sayang, kata mamamu kita akan segera tunangan, jadi bagaimana kalau besok kita bertemu, untuk membicarakan masalah ini, dan membantu mama mempersiapkan segalanya. Mamaku juga akan segera datang" bunyi pesan suara yang Ardi dengarkan, nomor ponsel itu baru, tadinya Ardi pikir itu nomor ponsel milik orang lain.


"Aku mendapatkan nomor ponsel ini dari mamamu, karena kamu tidak memberikan kabar padaku kalau kamu berganti ponsel sekaligus nomor nya" pesan suara kedua langsung otomatis terputar.


Ardi menghela nafas mendengarnya, matanya tertuju pada foto profil Cheril.


"Apakah ini benar harus aku lakukan?" Ardi berbicara pelan sebelum meletakkan ponselnya ke atas meja, tanpa membalas pesan-pesan dari Cheril terlebih dahulu l.


Ardi bangkit dari ranjangnya, dan memilih membersihkan dirinya dengan mandi, supaya dia merasa segar kembali. Setelah selesai mandi, Ardi menelepon salah satu temannya.


"Bro, bukankah kamu akan segera menikah? Apa kamu sudah siap? bukankah kamu masih sangat muda" Ardi langsung bertanya pada intinya.

__ADS_1


"Mamaku sudah sangat tua, beliau berharap aku menikah sebelum sesuatu terjadi. Aku tidak bisa menolak lagi" jawaban temannya membuat Ardi terdiam untuk sejenak.


"Apa kamu tidak memikirkan dampak kedepannya? bagaimana jika nantinya kalian sudah memiliki anak, maka pernikahan tanpa cinta yang tidak bahagia akan memberi dampak pada anak. Jangan remehkan kemampuan anak memahami apakah kedua orang tuanya saling mencintai atau tidak. Anak akan belajar mencintai dimulai dari rumah, mereka bisa memahami apakah kedua orang tuanya saling mencintai atau tidak hanya dari percakapan sehari-hari. Jika pernikahan diisi dengan banyak pertengkaran, anak bisa tumbuh tidak bahagia dan membuat anak bersikap dingin saat dewasa. Apa kamu tidak takut akan hal itu?" Ardi juga tau kalau wanita yang akan menikah dengan temannya itu juga tidak dikenal sebelumnya.


"Mau bagaimana lagi, aku melakukan ini karena terpaksa oleh perjodohan kedua orang tua ku"


Perjodohan merupakan tindakan penyatuan dua anak manusia yang dilakukan oleh satu pihak, tanpa memperhatikan pihak lain yang bersangkutan, dan dengan pemaksaan.


Satu pihak adalah seorang wali yang menyatukan anaknya dengan akad nikah. Pihak lain adalah seorang anak yang menjadi obyek tindakan sepihak, yang menjadi korban pemaksaan, dan yang akan menjalani hubungan pernikahan tanpa diperhatikan perasaannya.


Akibat tindakan sepihak tersebut, seorang anak yang menjalani kehidupan rumah tangga merasa berat, bahkan sangat terpaksa. Ketika keterpaksaan menjadi beban dalam rumah tangga, maka hanya akan membuat seorang anak merasakan hampa, gersang, dan usang. Sedikit pun rasa bahagia tidak dapat dirasakan, justru penyesalan yang terus menyala. Kecuali seseorang yang memiliki hati istimewa.


"Kamu kan belum siap menjalani bahtera rumah tangga, apa kamu secepat ini mengambil keputusan?" Ardi masih tidak mengerti dengan keputusan temannya.


"Bukankah kamu juga memiliki kekasih? kenapa tidak menikah dengan kekasihmu saja?" Ardi kembali mencecar pertanyaan pada temannya itu.


"Pacarku belum siap menikah, kamu juga tau sendiri kalau kita masih sangatlah muda. Tapi aku harus melakukan ini, demi kedua orang tuaku, terutama demi mama yang terus menekan ku"


Ardi terdiam mendengarkan jawaban dari temannya, dan memilih mengakhiri percakapan di ponselnya dengan sang teman. Ardi berfikir pasti nya nanti temannya itu akan sulit beradaptasi dengan istrinya. Namanya juga beru bertemu. Pasti ketika melakukan sesuatu dengan orang yang baru bertemu, apalagi seseorang yang hadir di kehidupan rumah tangga, akan merasa serba kepikiran. Hal ini pun bila keduanya saling ada rasa suka. Jika tidak, pasti lebih sulit lagi.


Kekhawatiran dengan ikatan yang tidak erat juga dirasakan oleh Ardi, seperti nya dia sangat perhatian pada temannya itu, walau dia akan mengalami nasib yang sama, tapi setidaknya dia sudah mengenal Cheril.

__ADS_1


Dalam hal ini, Ardi juga merasakan ketakutan dan cemas, karena dia memang sudah bertemu atau bahkan sudah ada interaksi dengan Cheril sebelumnya, walau dia selama ini hanya menganggap Cheril hanyalah kenalan biasa.


Sampai detik ini, Ardi masih juga tidak yakin kalau Cheril benar-benar mencintai dirinya atau tidak, bahkan rasa suka juga Ardi tidak yakin itu dirasakan oleh Cheril padanya. Tapi masih mending jika hanya tidak ada rasa suka, khawatir nantinya terbalik menjadi rasa benci. Kehidupan keluarga yang diselimuti rasa benci, sungguh sangat  berat melakukan apa-apa, apalagi melakukan hal-hal yang berkaitan khusus dalam kehidupan kelurga.


Ardi juga sama seperti temannya yang belum siap menjalani pernikahan, apalagi orang itu belum dia sukai, yang tentu saja belum dia cinta. Rasanya sangat sulit, jika harus menikahi seseorang sedangkan tidak ada perasaan cinta atau kecenderungan yang membuat ingin menikahinya, meskipun kriteria yang lain sudah terpenuhi.


Sasha, mama dari Ardi memang benar, mengatakan bahwa Cheril mempunyai semua kriteria yang pantas untuk dijadikan pendamping hidup, tapi ini semua masalah hati. Tiba-tiba Ardi mengingat sesuatu, dan kembali menelfon temannya.


"Rafli, apa kamu tidak takut kalau suatu hari setelah pernikahanmu, kamu kembali memikirkan tentang kekasih yang kamu tinggal untuk menikah? Saat nantinya kalian bertemu kembali tanpa sengaja misalnya?" Ardi terus mengingatkan temannya, karena dia tidak mau temannya salah langkah, walau sebenarnya dia juga sedang memecahkan masalahnya sendiri.


"Memang ini rawan terjadi. Hal ini terjadi bagi seseorang yang dijodohkan yang sebelumnya sudah memiliki kekasih. Meskipun seseorang itu sudah terikat hubungan pernikahan, dia masih ada hubungan khusus dengan orang yang dicintai itu. Tidak jarang di sela-sela kehidupan rumah tangganya menghubungi kekasihnya yang tidak menjadi jodohnya. Tapi aku akan berusaha memutuskan kontak dengan kekasihku itu. Ini memang berat bagiku, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"


"Kamu yakin sanggup melakukan hal itu?" tanya Ardi yang masih tidak yakin.


"Sebenarnya aku tidak yakin, tapi untuk saat ini, tidak ada cara lain lagi. Sudah dulu ya bro, aku harus bersiap untuk menemui wedding organizer"


Setelah sambungan telepon kembali terputus, Ardi berfikir kalau hubungan tidak sehat ditakutkan akan terjadi dalam hubungan pernikahan temannya itu.


Hubungan tidak sehat tersebut biasanya dilakukan ketika pasangannya tidak ada di sampingnya, bisa pasangannya keluar atau dia yang keluar. Yang paling mungkin hubungan itu terjadi ketika dia memiliki masalah, baik pribadi atau keluarganya. Ketika dia memiliki masalah, tempat curhat yang tepat menurut dia adalah kekasihnya. Karena menurut dia yang mengerti dirinya adalah kekasihnya. Selain itu, hanya kepada orang yang dicintai bisa meluapkan apa yang dirasakannya.


Sebenarnya tidak hanya seseorang yang sebelumnya memiliki kekasih, yang tidak memiliki kekasih sebelum dijodohkan bisa juga berhubungan khusus dengan orang lain. Hal ini terjadi bagi seseorang yang dijodohkan dan dia belum bisa mencintai atau pun menyukai pasangan halalnya. Sehingga, ketika dia butuh seseorang yang mengerti dirinya, yang bisa diajak komunikasi dengan nyaman dan asyik, mulailah dia menjalin hubungan khusus dengan orang lain. Jadilah dia memiliki kekasih gelap. Ardi tidak berani membayangkan lebih dalam mengenai hal itu.

__ADS_1


Jika seseorang dijodohkan dan dia tidak siap menjalani kehidupan rumah tangganya, meski sudah terikat tali pernikahan, maka ketidaksiapan itu bisa berlangsung menjadi putusnya hubungan pernikahan. Seseorang yang dijodohkan sementara dia memiliki kekasih, dan dia tidak ingin lepas dari kekasihnya. Sehingga, meski dia sudah terikat dengan orang lain, dia masih melanjutkan hubungan itu dengan kekasihnya. Jika pasangannya tidak terima, maka berakhirlah hubungan pernikahan itu. Ardi sangat tau kalau temannya itu sangat mencintai kekasihnya saat ini.


Ardi mengacak rambutnya karena frustasi, dan tidak menemukan jalan keluar yang terbaik, untuk temannya, maupun untuk dirinya.


__ADS_2