Andjani

Andjani
Reymond


__ADS_3

"Apa kamu menahan perasaan mu dari tadi pagi?"


Andjani kesal karena sahabatnya mulai tidak jujur padanya.


Bagi Andjani, dia lebih berharap sahabatnya itu jujur, walau apapun yang terjadi. Karena kejujuran adalah segalanya dalam suatu hubungan, apapun bentuk dari hubungan itu, entah hubungan percintaan, keluarga, atau hubungan persahabatan, dan masih banyak hubungan yang lain lagi.


Dahulu juga Aqlema pernah marah pada Andjani, karena pria yang mendekatinya, ternyata hanya ingin mengenal Andjani saja.


"Sudah aku katakan untuk mengatakan tentang masalah apapun, apa kamu ingin kita salah paham lagi hanya karena seorang pria?!" Andjani mengguncangkan bahu Aqlema.


"Maafkan aku" Aqlema merasa bersalah.


"Tidak mungkin aku menyukai pria yang mendekatimu" Andjani mencoba membuat Aqlema merasa lebih baik, walau sepertinya Aqlema sendiri juga sudah tidak marah lagi pada Andjani.


Disaat mereka masih mengobrol, Ardi yang ternyata memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobil Aqlema juga sampai ketempat parkir itu. Aqlema menyapa Ardi dengan sopan, tapi Andjani bahkan tidak menoleh sedikitpun, hingga membuat Aqlema keheranan, karena Andjani tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya.


Aqlema menyenggol bahu Andjani, tapi sahabatnya itu tidak menggubris nya, dan memilih untuk melihat ponselnya, untuk menghubungi Arion. Ternyata Arion belum bisa pulang, karena harus mengerjakan tugas kelompok yang lagi-lagi telat dia kerjakan.


"Aku antarkan saja" Aqlema menawarkan, tapi ditolak oleh Andjani, karena arah rumah mereka berlawanan.


"Tidak perlu, aku akan pesan ojek saja, sepertinya ayahku juga sedang sibuk jadi tidak bisa menjemput ku. Sudah kamu pulang saja dahulu, nanti mamamu mencari mu, bukankah kamu bilang kalau mama mu akan memakai mobil untuk ke salon kecantikan sore ini?" Andjani mengingatkan sahabatnya itu.


Dengan menepuk keningnya, Aqlema langsung mengambil langkah seribu menuju mobilnya. Andjani lalu melambaikan tangannya, saat Aqlema juga melambaikan tangan padanya. Sementara Ardi tidak juga pergi, dan hanya diam di balik kemudi mobilnya.

__ADS_1


Andjani berjalan menjauh dari parkiran, dia akan memesan ojek setelah sampai di halaman sekolah.


"Kak Anna"


Terdengar suara seseorang yang memanggil Andjani, tapi karena Andjani merasa tidak mengenalnya, tentu saja Andjani memilih diam dan hanya menganggukkan kepalanya. Andjani yang populer tentu saja banyak dikenal oleh adik kelasnya, tapi Andjani tidak mengenal mereka semua, apalagi yang baru saja menyapanya terlihat asing bagi Andjani.


"Kenalkan kak, aku murid baru, namaku adalah Reymond" pria muda itu mengulurkan tangannya, sepertinya ingin berjabat tangan dengan Andjani.


"Salam kenal juga" Andjani menjawab dengan sopan, tapi tidak membalas uluran tangan pria itu.


Dengan senyuman cerianya, yang bagi kebanyakan wanita pasti akan terpesona, pria itu menarik kembali tangannya, tidak terlihat kemarahan karena Andjani tidak mau bersalaman dengan dirinya.


Reymond lalu berbasa-basi mengajak Andjani mengobrol, sembari menunggu ojek pesanan Andjani datang.


"Seperti aku jatuh cinta pada pandangan pertama setelah melihat kakak" Reymond dengan senyuman manisnya mengatakan sesuatu yang membuat Andjani terkejut, dan merasa tidak nyaman, apalagi banyak siswa dan siswi lain yang berada disekitar mereka, tapi Reymond seperti tidak perduli.


Andjani membuang muka dan menghela nafas, dia mengingat nasehat dari mamanya tentang cinta. Walau mamanya tidak pernah melarang nya untuk menjalin sebuah hubungan, akan tetapi mamanya selalu memberikan pengertian tentang cinta.


"Yang sering terjadi pada cinta remaja atau cinta monyet adalah cinta yang datangnya hanya karena pandangan pertama. Suatu cinta tanpa alasan yang kuat, tanpa keseriusan, cinta sekejap mata. Karena secara Psikologi, seorang remaja sedang mengalami fase yang membuat emosi, pikiran, dan jati dirinya bergejolak. Salah satunya mulai suka dengan lawan jenisnya. Salah satu alasannya adalah pandangan pertama" kata-kata mamanya kembali terngiang di telinganya, dan penjelasan khas Qaynaya pun terdengar di memori ingatan Andjani. Seolah sedang mendengarkan kembali apa yang di jelaskan oleh mamanya, Andjani memilih terus focus pada ponselnya, untuk melihat pesanan ojeknya.


"Salah satu yang khas dari cinta remaja atau cinta monyet adalah tindakan suka curi-curi pandang yang dilakukan oleh seorang remaja. Karena rasa malu seorang remaja yang masih tinggi. Selain karena rasa malu, seorang remaja pun merasakan sensasi kesenangan dari rasa cinta yang mereka alami. Senang, melihat sosok yang mereka cintai. Senang, ketika dekat dan bicara dengan orang yang mereka cintai" Andjani kembali mengingat dengan apa yang dikatakan oleh mamanya.


Tapi untuk kasus Reymond, kenapa ini sangat berbeda, Andjani menjadi bingung akan hal itu, karena dengan lantang, Reymond bisa langsung mengutarakan perasaannya.

__ADS_1


"Kakak kenapa diam saja? Apa kakak sudah memiliki kekasih?" Reymond bertanya pada Andjani, karena gadis itu terlalu cuek padanya, padahal gadis lain pasti akan tersipu malu saat mendapatkan pernyataan cinta.


"Remaja memiliki tingkat penasaran yang cukup tinggi. Karena itulah, tidak sedikit seorang remaja yang ketika mengalami jatuh cinta, mereka lupa waktu, tidak belajar, dan lain sebagainya. Bahkan mungkin menjadi lupa dengan keadaan sekitar. Sudahlah, jangan diperpanjang lagi. Bukan karena aku tidak tertarik padamu, tapi aku memang belum tertarik pada hubungan yang melibatkan perasaan cinta dengan lawan jenis" Andjani menjawab dengan mantap, dan pamit dengan sopan saat ojek pesanannya sudah datang.


"Aku akan membuat kakak jatuh cinta padaku, dan aku yakin kalau aku sanggup melakukannya" Reymond berteriak, dan masih dengan senyuman yang terus menghiasi wajahnya.


Para siswi yang mendengar hal itu, tentu saja langsung patah hati, karena Reymond yang baru datang, sudah langsung kepincut pada Andjani, yang merupakan siswi populer di sekolah. Para siswi merasa sudah tidak ada kesempatan lagi kalau Andjani yang menjadi lawan mereka.


"Bagaimana bisa Andjani begitu serakah? Para pria tampan di sekolah ini, semua hanya tertuju padanya. Tapi untungnya sebentar lagi dia tamat, jadi tidak ada lagi saingan berat kita" salah satu siswi berbicara dengan teman-temannya.


"Kenapa kamu memanggil langsung namanya? dia itu kakak kelas kita"


"Biarkan saja, lagipula dia sudah pergi dan tidak mendengarkan apa yang aku katakan"


Mereka terus mengobrol, hingga Reymond datang ikut bergabung.


"Kak Anna apakah memang selalu cuek seperti itu?" Reymond bertanya pada para siswi yang sedang asyik membicarakan Andjani tersebut.


"Tentu saja, dia itu sangat sombong" jawab salah satu siswi, yang langsung dibenarkan oleh yang lainnya. Hingga datang beberapa siswa dan siswi yang sepertinya teman-teman sekelas dari Andjani datang.


"Seorang ratu memang harus menjaga martabatnya. Tidak sembarang bergaul dengan orang seperti kalian. Mungkin kalian menganggap Anna sombong, tapi kenyataannya adalah kalian yang tidak bisa menerima kelebihan orang lain, dan taunya hanya menggosipkan orang lain saja"


Mendengar pembelaan dari teman Andjani, para siswi yang merupakan adik kelas mereka itu langsung pergi dengan kocar-kacir.

__ADS_1


Sementara Ardi yang tidak jadi pulang, dan memilih untuk berkeliling terlebih dahulu, melihat kejadian itu dari jauh.


__ADS_2