
Sasha terdiam sejenak dan mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh Ardi, tapi satu detik kemudian, Sasha tetap pada pendiriannya, dan langsung keluar dari dalam mobil, begitu mereka sampai di depan restoran yang mereka tuju.
Setelah mencari beberapa saat, terlihat Cheril yang melambaikan tangan pada Sasha dan Ardi.
"Tante" panggil Cheril dengan senyuman manisnya.
"Calon anak mantu tante cantik sekali hari ini" Sasha dengan heboh mendekati Cheril, lalu langsung memeluknya. Ardi hanya bisa menghela nafas melihat apa yang dilakukan oleh mamanya. Sampai detik ini, Ardi masih tidak mengerti, entah bagaimana caranya Cheril mengambil hati mamanya, karena dahulu, setau Ardi, mamanya begitu tidak menyukai Cheril, karena Cheril merupakan anak dari Reina, yang merupakan musuh Qaynaya, yaitu sahabat dekat mamanya.
Bahkan Ardi ingat, bahwa mamanya pernah berpesan supaya berhati-hati pada Cheril, tapi pada kenyataannya, saat ini mamanya itu begitu menyukai Cheril.
Makan malam sudah di mulai, walau Ardi masih tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun, hingga sebuah suara menyapa dirinya.
"Kak Ardi?"
Sasha dan Ardi menoleh ke sumber suara, dan terlihatlah Arion yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka duduk. Dan yang lebih mengagetkan lagi, Andjani juga tiba-tiba muncul di belakang Arion bersama dengan Aqlema serta beberapa teman yang lainnya.
Andjani yang melihat Sasha, tentu saja langsung menyapa nya, atas dasar kesopanan.
"Anna, kamu makan malam disini juga sayang?" Sasha senang disapa oleh Andjani, karena dia sebenarnya sangat menyayangi Andjani.
"Iya Tante, malam ini salah satu temanku berulang tahun, jadi aku diundang makan malam disini. Hello kak Cheril" Andjani lalu beralih melihat kearah Cheril, dan melambaikan tangan nya, sebagai tanda menyapa.
Cheril tersenyum dengan terpaksa, dan membalas sapaan dari Andjani yang terlihat begitu ceria. Sasha meminta Andjani untuk duduk satu meja saja dengan mereka, tapi Andjani menolak dengan halus, karena selain tidak mau mengganggu acara keluarga Sasha, tapi juga tidak mungkin bagi Andjani, untuk tidak bergabung dengan teman-temannya.
__ADS_1
"Tolong berikan dukungan untuk Ardi ya. Dan ini sebenarnya belum aku katakan juga pada mamamu, jadi kamu yang lebih dahulu tau" Sasha memegangi kedua telapak tangan Andjani.
"Dukungan untuk apa Tante?" Andjani merasa tidak mengerti dengan maksud dari ucapan Sasha.
"Ardi dan Cheril, minggu depan akan melangsungkan pertunangan disebuah hotel, Tante harap kamu datang menyempatkan waktu ya?"
Mendengar penjelasan dari Sasha, Andjani langsung tersenyum dan mengangguk. Sementara Ardi, sedari tadi hanya fokus memandangi wajah Andjani.
"Tentu saja Tante, aku akan datang bersama keluarga ku. Selamat ya kak Cheril" Andjani lalu melihat kearah Cheril, dan dengan senyuman tulusnya, dia mengucap selamat pada orang yang dulu pernah mencelakai dirinya itu.
Andjani tentu tidak akan pernah melupakan, saat dahulu mereka masih satu sekolah, walau entah disengaja atau tidak, Cheril pernah menginjak lengannya hingga cidera parah, kejadian itu adalah saat mereka sedang bertanding basket.
Setelah melihat ke arah Cheril, Andjani lalu melihat kearah Ardi, dan saat ini, Andjani sepertinya sudah melupakan rasa kesalnya pada pria dihadapannya itu, karena dengan senyuman manisnya, Andjani juga mengucapkan selamat kepada Ardi.
Ardi tidak menjawab apapun, dan terus memandangi Andjani, sampai harus diingatkan oleh Sasha, dengan mencubit lengannya.
Andjani berjalan kearah teman-temannya, Arion yang selalu diminta oleh kedua orang tua mereka, untuk selalu menemani kemanapun Andjani setiap ada acara, melihat kearah Andjani dengan wajah penuh tanya.
"Ardi akan bertunangan dengan kak Cheril minggu depan" ujar Andjani, walau tidak ada ucapan atau pertanyaan yang terlontar dari mulut adiknya itu, tapi Andjani tau dengan pasti, kalau adiknya pasti penasaran dengan apa yang terjadi.
"Tidak mungkin" Arion masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya, tapi Andjani hanya mengangkat kedua bahunya, tidak perduli adiknya itu percaya atau tidak.
Aqlema juga berbisik dan bertanya, bagaimana bisa Andjani begitu akrab dengan mama dari guru baru mereka di sekolah. Andjani lalu menjelaskan bahwa sebenarnya dia dan Ardi dulunya bersahabat, saat mereka tinggal diluar negeri, tapi setelah berpisah dan bertemu kembali, ternyata Ardi pura-pura melupakan dirinya, yang mana itu disebabkan karena Ardi sudah memiliki kekasih, dan sebentar lagi mereka akan memasuki hubungan yang lebih serius, yaitu melakukan suatu pertunangan.
__ADS_1
Sungguh tidak menyangka dengan cerita yang dikatakan oleh Andjani, Aqlema sempat tidak mempercayainya, tapi saat melihat kearah Arion, Aqlema langsung percaya.
"Arion, kamu makin tampan dan terlihat seperti lelaki dewasa" ujar Aqlema, yang langsung mendapatkan pukulan di bahunya dari Andjani.
"Jangan menggoda adikku, yang kamu hadapi adalah aku"
"Aduh takut" kelakar Aqlema.
Mereka lalu makan bersama, dengan riang gembira. Tapi tidak dengan Ardi, yang merasa masih berat hatinya karena harus bertunangan dengan Cheril.
Tanpa sengaja, Andjani ketumpahan air jus oleh salah satu temannya, hingga membuatnya harus membersihkan diri ke kamar mandi. Andjani menolak ditemani oleh Aqlema, karena dia merasa bisa sendiri.
Andjani sengaja berjalan memutar untuk menuju ke kamar mandi, karena tidak mau melewati meja, dimana Ardi dan Cheril ada disana, bukan karena cemburu, tapi karena dia malas untuk menyapa kembali.
Setelah beberapa saat berada di dalam kamar mandi, Andjani keluar dari sana, setelah bajunya selesai dia bersihkan dan rapikan.
"Apa kamu sengaja datang ketempat ini, untuk menggagalkan rencana pertunangan ku dengan Ardi? Dasar wanita munafik, kamu ini sebenarnya adalah wanita ular" Cheril yang sepertinya sudah menunggu Andjani, tiba-tiba saja langsung mendorong tubuh Andjani, hingga membentur tembok.
"Apa maksud kakak? aku bahkan tidak tau kalau kalian ada di tempat ini" Andjani mencoba memberikan penjelasan, dan mendorong tubuh Cheril yang menekan tubuhnya.
Pllaakkkk
Cheril menampar Andjani, tepat sebelum Ardi datang.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?!" Ardi berteriak dan menarik Cheril supaya menjauh dari Andjani, hingga Cheril sedikit terpental.