Andjani

Andjani
Aan


__ADS_3

"Eehhhmmmm!" sebuah suara terdengar, hingga membuat kerumunan yang terpusat pada Andjani itu membubarkan diri dengan segera.


"Kalian ini sekolah mau belajar atau sekedar bermain? Cepat masuk ke kelas masing-masing"


"Tapi jam pelajaran belum dimulai pak" murid semua protes, tapi tidak dengan Andjani yang melenggang masuk kedalam kelas, bukan karena takut pada guru yang menegur mereka, tapi malas menghadapinya, yang disebabkan karena guru tersebut adalah Ardi.


Andjani memasukkan kotak makanan yang diberikan oleh Reymond kedalam tasnya, karena tidak mungkin dia membuang makanan itu, selain tidak sopan, dia juga malas berjalan ke ujung ruangan kelas, sebab tong sampah berada di ujung kelas di dekat meja guru. Sementara disana Ardi sudah dengan tenang.


"Apa diantara kalian ada yang belum mengerjakan tugas? Kalau belum silahkan kerjakan, bapak akan menunggu sampai jam pelajaran dimulai. Tapi perlu kalian ingat, ini adalah kesempatan terakhir kalinya kalian bisa seperti ini. Sebab tugas sekolah atau lebih tepatnya pekerjaan rumah yang diberikan dari sekolah, tentu saja harus dikerjakan di rumah. Dan bagi yang sudah mengerjakan, silahkan kumpulkan di depan" kata pembuka Ardi pagi itu mengagetkan beberapa murid, terutama Aqlema yang belum mengerjakan tugasnya.


"Bagaimana ini An? Aku belum mengerjakan" bisik Aqlema di telinga Andjani, dan hal itu tentu tidak luput dari pandangan Ardi, karena Andjani duduk di bangku depan.


Dengan pelan Andjani meminta buku tugas milik Aqlema, dan menukarnya dengan miliknya sendiri.

__ADS_1


"Kamu yakin?" tanya Aqlema penuh dengan rasa heran melihat sikap sahabat nya yang lain dari biasanya. Karena biasanya Andjani tidak akan semudah itu memberikan contekan, dan lebih memilih untuk mengajarkan tugas yang tidak dia mengerti. Tapi kali ini bukan hanya contekan, tapi buku milik Andjani dengan mudah diberikan untuk nya.


Dengan penuh keseriusan, Andjani mengerjakan buku tugas yang ada di buku milik Aqlema, awalnya dia berfikir bahwa tugas yang belum dikerjakan oleh Aqlema hanya sebagian saja, tapi ternyata sebagian besar belum dikerjakan.


Andjani merasa malas kalau hanya menunggu waktu pelajaran dimulai dengan diam, sementara ada Ardi di ruangan yang sama dengannya, jadi dia berfikir untuk lebih memilih mengerjakan tugas milik sahabatnya, jadi dia tidak perlu berinteraksi dengan Ardi.


Waktu dengan cepat berlalu, dan waktu tinggal beberapa menit lagi sebelum jam pelajaran di mulai, sementara Andjani belum menyelesaikan tugas yang sedang dikerjakan nya.


"Waktu sudah hampir selesai. Karena tinggal tiga menit lagi bel akan berbunyi" Ardi memberikan peringatan, walau sebenarnya ujung matanya melihat kearah Andjani. Ada sedikit senyuman di ujung bibirnya, melihat Andjani yang sepertinya frustasi karena tidak menyelesaikan tugas milik Aqlema dengan tepat waktu.


Bel benar-benar berbunyi, dan ada beberapa soal lagi yang belum dikerjakan oleh Andjani.


"Yang belum selesai coba angkat tangannya, dan segera maju kedepan" ujar Ardi begitu bel tanda pelajaran harus segera dimulai. Andjani yang hendak berdiri dan maju kedepan, ditahan oleh Aqlema.

__ADS_1


"Tidak perlu khawatir, sudahlah kamu duduk lagi saja" Andjani menenangkan sahabat nya. Dan dia segera melaju ke depan, dimana Ardi berada.


"Aan,," Ardi terdiam karena kaget dengan nama panggilannya pada Andjani, karena nama panggilan itu tidak umum, karena kebanyakan memanggil Andjani dengan sebutan Anna.


"Andjani maksudnya. Kenapa kamu tidak mengerjakan tugasmu dirumah?"


Andjani malas menjawab, tapi dia lalu menjawab sekenanya dengan menjawab kalau dia semalam ketiduran.


"Tidak ada alasan apapun. Nanti sepulang sekolah, temui bapak diruang guru"


Andjani hanya mengangguk untuk menjawab nya. Dan karena sudah dipersilahkan untuk kembali duduk, dengan cepat Andjani lalu kembali menuju ke mejanya.


Bagi Andjani, pelajaran kali ini terasa sangat lambat, tidak seperti biasanya yang selalu dirasa kurang dirasakan oleh Andjani. Mungkin karena dia sedang marah dan kesal pada Ardi.

__ADS_1


Sebenarnya tidak ada kesalahan sedikitpun yang dilakukan oleh Ardi padanya tapi entah kenapa, Andjani begitu kesal saat melihat pria itu.


__ADS_2