
Fiona Anastasya Wijaya
Seorang gadis jelita berusia 20 tahun yang harus berjuang menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya sakit-sakitan.
Fiona sudah kehilangan ibunya saat masih duduk dibangku SD. Saat ini dia harus bekerja banting tulang untuk biaya sekolah adiknya serta pengobatan ayahnya.
Walaupun harus bekerja sambil kuliah, hal tersebut tidak dapat mematahkan semangat juang dari gadis jelita yang berotak cerdas ini untuk membahagiakan keluarganya.
Rangga Arya Tanubrata
Seorang konglomerat tampan berusia 25 tahun yang harus menjadi pimpinan di perusahaan keluarga untuk menggantikan kakaknya yang tewas karena bunuh diri.
Pemuda tampan ini sangat dikenal sebagai seorang pebisnis yang sangat jenius dan sukses. Namun dibalik kesuksesannya itu, pria ini juga dikenal berhati dingin dan sangat tertutup.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kamu sungguh wanita yang kejam.
Aku sungguh mencintaimu, tapi kenapa kau malah pergi meninggalkanku.
Kau juga telah membunuh buah cinta kita yang ada di dalam kandunganmu.
"Arrrrgggghhhh!"
Rendy berteriak frustasi di dalam ruangan kerjanya sambil menatap foto kekasihnya.
Semenjak ditinggalkan oleh kekasihnya, dia hanya menenggelamkan diri bersama minuman keras. Hatinya yang hampa membuat dirinya kehilangan semangat untuk hidup. Dia tak peduli lagi dengan keadaan perusahaannya yang saat ini berada dalam masa krisis karena terbengkalai.
Sayangku.
Jika aku tak bisa memiliki dirimu.
Untuk apa aku hidup?
Aku tak sanggup melihatmu meninggalkanku bersama laki-laki lain.
Dengan langkah gontai, Rendy berjalan menuju ke jendela yang berada di dalam ruangan kerjanya. Dia membuka jendela tersebut sambil memandang langit yang ada di kota Jakarta.
__ADS_1
Nak.
Ibumu tak peduli dengan kita.
Dia bahkan tega membunuhmu.
Dia tak memberikan kesempatan bagimu untuk lahir di dunia ini.
Ibumu juga tega meninggalkan ayahmu ini.
Rendy pun kini berada dalam posisi duduk di bingkai jendela sambil menghadap kebawah. Dia sangat putus asa dan berniat untuk menghabisi nyawanya sendiri.
Nak.
Ijinkan ayah untuk bertemu denganmu.
Kita akan bersama-sama menunggu ibumu di sana.
Ayah yakin, ibumu pasti akan segera menyusul kita.
Brakkkk...!
"Kak. Apa yang kau lakukan? Kumohon jangan seperti ini". Rangga mencoba berbicara pada kakaknya dengan mata yang sudah berkaca-kaca "Jangan biarkan wanita sialan itu merusak hidupmu kak."
"Rangga, kakak mohon. Jangan membencinya. Dia tidak salah, kakaklah yang bersalah karena sudah memaksanya."
"Tidak! Aku tak akan memaafkan wanita sialan itu" Walupun tak pernah bertemu, tetapi dia membenci wanita itu. Hidup kakaknya jadi hancur karena pengkhianatan wanita tersebut.
"Kak, kumohon jangan seperti ini." Hati Rangga sunggu sangat hancur melihat keadaan kakaknya. "Jangan tinggalkan aku kak. Rangga butuh kakak".
"Rangga, kamu harus hidup bahagia. Carilah wanita yang benar-benar mencintaimu dengan tulus. Jangan seperti kakakmu yang bodoh ini."
"Kakak percayakan perusahaan ini kepadamu. Kakak yakin kau pasti bisa menyelamatkan perusahaan keluarga kita." Itulah pesan terakhir dari Rendy kepada Rangga sebelum dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari jendela.
"Tidak!"
Rangga tidak sanggup melihat kakaknya yang bunuh diri tepat dihadapannya. Dia jatuh bersimpuh di kedua lututnya sambil terus berteriak. Dia begitu kaget sehingga otaknya tak mampu untuk mencerna kejadian yang barusan terjadi. Rangga pun akhirnya jatuh pingsan.
Para karyawan yang mendengar teriakan Rangga langsung segera berhamburan masuk kedalam ruangan CEO untuk melihat kejadian di ruangan tersebut. Mereka sangat kaget melihat wakil CEO dari Tanubrata Grup tergeletak tak sadarkan diri di lantai. Sedangkan di halaman kantor pun terjadi kegaduhan. Para karyawan beserta masyarakat sekitar berkumpul menyaksikan kejadiaan naas tersebut. Sebagian besar para karyawan berteriak histeris karena melihat tubuh dari CEO mereka yang sudah bersimbah darah tak bernyawa.
Hari itu menjadi hari yang kelam. Duka yang dalam menyelimuti keluarga besar Tanubrata. Dunia bisnis berkabung atas kepergian dari salah satu pengusaha sukses di Asia. Kabar kematian dari Rendy Adrian Tanubrata selalu menghiasi topik utama dari berbagai media berita selama berminggu-minggu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saat ini Rangga masih dirawat di salah satu rumah sakit milik keluarganya. Setelah koma selama dua minggu, akhirnya Rangga pun membuka matanya.
Seluruh keluarga besar Tanubrata yang berkumpul akhirnya bisa menagis bahagia setelah melihat Rangga yang sudah bangun dari koma.
Dengan pandangan yang masih agak kabur, Rangga menatap satu persatu keluarganya.
"Mama... Aurel..."
"Sudah berapa lama aku tertidur?"
Suara Rangga masih begitu lemah karena baru saja siuman.
"Kamu sudah koma selama dua minggu nak." Sang ibu pun akhirnya menggenggam tangan putra satu-satunya yang tersisa di keluarga itu.
"Mana kak Rendy?" Mendengar pertanyaan dari putranya, mama Linda dan juga Aurel pun hanya terdiam, tak terasa cairan bening mengalir dari sudut mata mereka.
"Kak Rangga harus istirahat dulu." Aurel berusaha untuk menenangkan kakaknya yang sedang berusaha untuk bangun dari ranjang.
Akhirnya Rangga hanya bisa menutup mata. Dia berusaha menahan tangisnya, saat ini ada dua orang wanita yang bergantung padanya dan dia tidak ingin menambah kesedihan mereka.
Rangga sebenarnya sudah tau kabar tentang kakanya, karena dia sendiri yang menyaksikan kakaknya bunuh diri. Yang membuat hatinya merasa sesak adalah penyesalan karena tak bisa ikut mengantarkan jenazah kakaknya di tempat peristirahatan terakhir.
Perempuan terkutuk.
Lihat saja nanti.
Aku pasti akan membunuhmu.
Tidak.
Tak cukup hanya dengan membunuhmu saja.
Aku akan membuatmu menyesal karena sudah dilahirkan.
Aku akan membuatmu berlutut memohon ampun di depan pusara kakakku.
Dan setelah itu, aku akan menghabisi nyawamu.
[BERSAMBUNG....]
__ADS_1