Angin Berbisik

Angin Berbisik
Rencana Pernikahan


__ADS_3


Beberapa hari setelah Fiona menerima lamaran dari Rangga. Tibalah saatnya dimana Rangga dan keluarganya datang secara resmi ke kediaman keluarga Wijaya. Mereka akan mendiskusikan tentang rencana pernikahan.


Nyonya Linda dan juga Aurel juga ikut dalam acara ini. Walaupun sebenarnya mereka sangat menolak pernikahan ini. Tapi, tetap saja mereka tak bisa membantah titah dari Rangga.


Saat ini, mereka sudah berada di depan kediaman keluarga Wijaya. Asisten Setya berjalan di depan. Sedangkan Rangga berjalan di belakang yang di ikuti oleh nyonya Linda, Aurel dan juga pak Albert.


Melihat kondisi rumah yang sangat kecil dan juga sederhana membuat nyonya Linda sedikit merasa jijik. Seumur-umur, baru kali ini beliau datang ke tempat seperti ini. Tak jau berbeda dengan ibunya, Aurel juga merasa tidak betah berada di tempat seperti ini. Beberapa kali dia mengeluh namun tidak berani untuk protes.


"Rangga, apakah kamu yakin dengan keputusanmu?" Nyonya Linda bertanya kepada puteranya dengan wajah pias.


"Tentu saja. Mana mungkin aku membawa keluarga ke sini jika aku tidak yakin?" jawab Rangga. "Mama tenang saja. Rangga tidak salah dalam memilih calon menantu untukmu."


"Tapi..." balas nyonya Linda dengan ragu. Dia berharap bahwa puteranya akan berubah pikiran.


"Cukup! Kemarin kita sudah membahasnya di rumah." Kali ini Rangga membalikan badan menghadap kepada ibunya. "Rangga harap mama tidak membuat masalah di tempat ini. Jangan membuat keluarga kita malu."


"Dan hal itu juga berlaku untukmu Aurel!" sambung Rangga sambil mengerling ke arah adiknya.


"I... Iya kak..." jawab Aurel sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah. Kalau sudah tidak ada hal lain, mari kita masuk." Setelah selesai berbicara, Rangga kembali berjalan mengikuti asisten Setya yang sudah berhenti di depan pintu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Satu hari sebelumnya di kediaman keluarga Tanubrata.


"Apa? Kamu ingin menikah?" Nyonya Linda dibuat sangat terkejut pada saat makan malam keluarga.


"Iya, memangnya kenapa?" balas Rangga dengan santai.


"Bukan begitu maksud mama. Hanya saja, mama kaget mendengar keputusanmu yang tiba-tiba ingin menikah." Nyonya Linda sedang berusaha untuk menormalkan detak jantungnya.


"Tapi kan, selama ini kakak tidak pernah dekat dengan wanita siapa pun. Wanita terkhir yang dekat dengan kakak kan hanya kak Nasya..." Tiba-tiba Aurel langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia mengutuki dirinya yang begitu bodoh sampai keceplosan menyebutkan nama tersebut. Nyonya Linda pun sama terkejutnya mendengar nama Nasya keluar dari bibir puterinya itu.


Sebenarnya, Nasya adalah mantan kekasih Rangga. Mereka berpacaran dari masih duduk di bangku SMA. Saat itu, Nasya merupakan adik tingkat dua tahun di bawah Rangga.

__ADS_1


Kisah Romantis Rangga dan Nasya begitu terkenal. Bahkan sampai di bangku kuliah. Hubungan asmara mereka menjadi sangat populer di kalangan kampus. Apalagi di saat Rangga menyematkan cincin tunangan di jari manis milik Nasya. Seluruh mahasiswa dan dosen menyaksikan kejadian romantis ini.


Walaupun sudah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Rangga merupakan pria yang santun dan bertanggung jawab. Dia tidak pernah melakukan perbuatan yang tercela kepada Nasya. Dia akan menjaga kekasihnya hingga mereka menjadi pasangan yang resmi.


Namun, tak ada satupun yang abadi di dunia ini. Tepat di saat upacara kelulusan Nasya. Rangga yang berniat untuk meminang gadis pujaan hatinya, justru harus menerima kenyataan pahit.


Secara sepihak, Nasya menolak lamaran Rangga. Gadis itu beralasan bahwa dirinya masih belum siap menikah. Dia berencana untuk melanjutkan studinya di luar negeri.


Sebelum meninggalkan Rangga, Nasya melepaskan cincin pertunangan yang dipakainya.


"Aku sangat mencintaimu. Namun, aku belum siap untuk menjadi istrimu." Sambil melepaskan cincin yang ada di jari manisnya, Nasya pun kembali berucap. " Ambilah cincin ini kembali."


Itulah alasan kenapa Rangga menjadi berubah. Dan mulai saat itu juga, nama Nasya menjadi tabu untuk diucapakan di teling Rangga.


"Siapa bilang?" Tanya Rangga dengan nada cuek kepada adiknya. "Buktinya, saat ini kakak sedang berniat untuk menikah."


"Siapa wanita yang akan kau nikahi nak? Apa pekerjaannya? Dia berasal dari keluarga mana?" tanya nyonya Linda dengan nada cemas.


Bagi nyonya Linda. Keluarga Tanubrata merupakan salah satu keluarga yang terpandang di negeri ini. Maka dari itulah, tak boleh sembarangan orang yang dapat masuk ke dalam keluarga mereka. Apalagi untuk menjadi menantu dari keluarga mereka. Bibit, bebet dan juga bobot dari calon menantu haruslah sesuai standar keluarga mereka.


"Tenang saja. Mama dan juga Aurel akan segera beetemu dengannya besok." Jawab Rangga sambil membersihkan mulutnya dengan serbet.


"Tapi..."


"Tidak ada tapi-tapian!" balas Rangga sambil memotong perkataan ibunya. "Rangga sudah mengatur semuanya. Mama dan Aurel cukup datang bersama Rangga."


"Dan satu hal lagi. Jangan mencoba untuk berbuat kekcauan pada besok hari." Setela memberikan titahnya, Rangga langsung berdiri dan kembali ke kamarnya. Nyonya Linda dan Aurel hanya saling bertukar pandangan dengan wajah ketakutan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kembali ke kediaman keluarga Wijaya.


"Selamat datang." Sapa Fiona sambil membukakan pintu. "Mari masuk." Lanjut gadis itu sambil mempersilahkan para tamu untuk masuk.


"Terima kasih nona" balas asisten Setya sambil mempersilahkan keluarga majikannya untuk masuk terlebih dahulu.


Mereka semua akhirnya duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Ayah Dirga dan Gilang pun sudah ikut bergabung bersama. Dengan telaten Fiona menghidangkan teh dan juga beberapa kue di atas meja.

__ADS_1


"Jadi dia wanita murahan yang sudah menggoda puteraku?" gumam nyonya Linda sambil menatap Fiona dengan tatapan tidak suka.


"Aku tak menyangka. Kenapa kak Rangga bisa suka dengan gadis kampungan seperti dia?" Aurel pun memberikan komentar yang tak jauh berbeda dari ibunya. Walaupun komentar tersebut hanya diucapkan di dalam hatinya saja.


Melihat tatapan yang tidak bersahabat dari calon ibu mertua dan adik ipar membuat hati Fiona menjadi pilu. Sedangkan ayah Dirga dan juga Gilang hanya saling bertukar pandang.


Sepertinya ibu dan adik dari mas Rangga tidak menyukaiku.


Tentu saja.


Fiona kamu harus sadar diri.


Dirimu tidak sepadan dengan keluarga mereka.


Haruskah aku membatalkan lamaran dari mas Rangga?


Rangga melihat ada yang aneh dari keluarga Wijaya. Ada ekspresi ketakutan dan tidak nyaman dari keluarga tersebut. Merasa sadar dengan penyebab dari perubahan sikap keluarga tersebut. Rangga langsung menatap dengan tajam ke arah penyebab dari kecanggungan ini.


Tatapan mengintimidasi dari Rangga membuat nyali dari ibu dan adiknya menjadi ciut. Mereka akhirnya menundukan kepala ketakutan.


"Maksud kedatangan kami adalah untuk melamar secara resmi. Selain itu kami juga ingin membahas rencana pernikahan antara tuan muda dan nona Fiona." Akhirnya asisten Setya berhasil memecah kecanggungan yang ada di ruang tamu tersebut.


"Sebagai tanda niatan baik dari kami. Mohon keluarga tuan Dirga untuk menerima hadiah lamaran dari kami". Asisten Setya kemudian melirik ke arah pak Albert.


Setelah mendapatkan kode dari asisten Setya. Pak Albert langsung bergegas keluar. Beberapa saat kemudian, pak Albert sudah masuk kembali ke ruang tamu. Kali ini dia tidak sendirian. Beberapa orang pelayan juga ikut masuk dengan membawa bungkusan-bungkusan hadiah di tangan mereka.


"Wah, nak Rangga sebernarnya tidak perlu repot-repot." Ucap ayah Dirga sambil menatap ramah.


"Ini tidak seberapa om. Mohon untuk menerimanya. Rangga memberikan ini dengan tulus."


"Iya, om mengerti nak. Terima kasih untuk hadiah-hadiahnya."


"Sebenarnya, tujuan kami datang ke sini juga untuk membahas rencana pernikahan." Balas Rangga yang saat ini sudah menggantikan asisten Setya untuk berbicara.


"Hmm" gumam ayah Dirga sambil menganggukan kepala. "Om sih tidak masalah. Semuanya om serahkan kepada kalian berdua. Kira-kira kapan kalian berencana untuk melangsungkan pernikahan?"


"Jika tidak ada hambatan. Rangga berencana untuk secepatnya menikah dengan Fiona. Acaranya akan diadakan dua minggu dari sekarang."

__ADS_1


"Apa?" Sontak semua orang yang berada di ruangan tersebut dibuat terkejut dengan ucapan Rangga.


[BERSAMBUNG...]


__ADS_2