
"Eh! Kesya! Kamu mengagetkanku saja." Balas Fiona kepada Kesya yang sudah berdiri di samping.
Mendengar balasan dari sahabatnya itu, membuat Kesya hanya menarik nafas panjang. Setelah itu dia langsung menggeser kursi yang ada di samping Fiona lalu duduk di situ.
"Kamu jangan pura-pura bodoh. Cepat, jelaskan semuanya padaku!" Kali ini Kesya menghadapakan badannya ke arah Fiona.
"Maksudnya?"
"Kamu pikir aku tidak tau dengan adegan mesramu di gerbang kampus tadi?" Balas Kesya dengan nada jengkel. "Siapa laki-laki itu? Kamu kenal dia di mana?"
Fiona hanya terdiam mendengarkan kata-kata yang keluar dari bibir Kesya. Dia merasa bingung bagaimana cara untuk menjelaskan kepada sahabatnya itu.
Sedangkan Kesya, melihat sahabatnya hanya diam saja membuat dirinya semakin gusar. Selama bertahun-tahun mereka bersahabat, baru kali Fiona menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
"Fio, kita sahabat kan? Apa kamu sudah lupa bahwa tidak boleh ada rahasia di antara kita?" Kini raut wajah dari Kesya sudah menampilkan sebuah ekspresi kekecewaan.
"Maafkan aku Key. Aku sebenarnya tak ingin menyembunyikan hal apa pun dari dirimu?" Jawab Fiona sambil menggenggam tangan sahabatnya itu.
"Hanya saja, aku sedang mencari waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya padamu. Aku sendiri pun bingung. Semua ini terjadi begitu cepat."
"Fio, aku ini sahabtmu. Suka duka kehidupan sudah kita lalui bersama."
Setelah itu, Fiona menarik nafas panjang dan menghembuskannya. "Baiklah, aku akan menceritakan semuanya kepadamu. Tapi bukan sekarang."
"Kapan?" Tanya Kesya yang sudah tidak sabar.
"Sebentar, selesai jam kuliah. Kan lucu kalau kita bergosip ria di dalam kelas saat sedang jam kuliah." Jawab Fiona sambil tertawa lebar.
"Dasar Kamu! Orang lagi bertanya serius, malah dijawab bercanda." Balas Kesya dengan sedikit kesal. "Janji ya! Selesai jam kuliah kita bicaranya di kantin saja.
"Janji." Ucap Fiona singkat sambil mengangkat jari kelingkingnya. Mereka pun saling menuatukan kelingking tanda setuju.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Nah, sekarang jelaskan semuanya padaku. Siapa pria itu?" Ucap Kesya sambil memberikan caramel macchiato kepada Fiona.
Kini mereka sudah berada di kantin kampus. Karena sekarang sudah sore, jadi mereka hanya memesan minuman saja. Fiona memesan minuman caramel macchiato. Sedangkan Kesya memesan minuman jus mangga kesukaannya.
"Nama Rangga." Jawab Fiona singkat.
"Fio, tukang kebun di rumahku juga namanya Rangga. Coba kalau menyebut nama orang itu yang lengkap." Protes Kesya kepada sahabtnya.
"Iya-iya... Yang sabar sedikit kenapa sih? Nama lengkapnya Rangga Tanubrata."
"Apa! Rangga Tanubrata?" Teriak Kesya dengan kaget. Setelah itu dengan terburu-buru dia langsung membuka ponsel miliknya untuk mencari sesuatu.
__ADS_1
"Maksudmu Rangga Arya Tanubrata?" Kesya kembali bertanya kepada Fiona sambil menunjukan layar ponselnya. "Yang ini kan orangnya?"
Fiona hanya menjawab pertanyaan Kesya dengan sebuah anggukan kepala. "Memangnya kenapa denga mas Rangga?"
"Ya ampun Fio! Kamu tau tidak? Rangga Arya Tanubrata itu adalah seorang konglomerat!"
"Yang aku tau mas Rangga memang orang kaya sih. Makanya aku juga agak minder kepadanya."
"Bukan cuma kaya saja Fio! Dia itu salah satu pengusaha tersukses di Asia!" Kali ini Kesya menjelaskannya dengan menggebu-gebu. Sedangkan Fiona agak sedikit terperanjat mendengarkan penjelasan dari sahabatnya itu.
Sekaya itu kah mas Rangga?
"Fio... Fio... "
"Hoy! Kamu dengar tidak sih? "
"Iya aku dengar kok. Tidak perlu sampai berteriak juga Key. Bisa tuli telingaku."
"Habis dari tadi kamu hanya melamun sih." Gerutu Kesya dengan kesal.
"Iya maaf. Silahkan lanjutkan. Apa lagi yang ingan kamu tanyakan?" Balas Fiona sambil tersenyum.
"Kamu kenal dia di mana? Sekarang kalian sudah pacaran kan? Awas kalau kamu bilang kalian hanya teman saja!"
Setelah itu, Fiona pun menjelaskan semuanya kepada Kesya tanpa ada lagi yang disembunyikan. Dia menjelaskan semua kejadian secara detail mulai dari pertama kali mereka beetemu sampai akhirnya Rangga secara resmi melamar dirinya.
"Untuk apa aku mengarang cerita hanya untuk membohongi dirimu?"
"Aku hanya tidak percaya saja Fio. Bagaimana bisa Rangga langsung jatuh cinta kepadamu? Apa lagi kalian hanya bertemu beberapa kali saja."
"Sama seperti dirimu. Aku juga sampai saat ini masih belum percaya Key. Semuanya terjadi begitu cepat."
"Tapi, aku masih ragu Fio. Apakah Rangga benar-benar tulus mencintaimu? Atau jangan-jangan dia hanya ingin mempermainkan dirimu."
"Percayalah padaku. Aku sudah melihat kesungguhan dari dalam diri mas Rangga."
"Baiklah, aku hanya berharap kali ini kau mendapatkan kebahagian. Dirimu sudah terlalu lama hidup menderita." Kata-kata yang diucapkan dengan tulus oleh Kesya pun membuat Fiona bahagia. Dimana lagi dia bisa menemukan seorang sahabat sejati seperti ini.
"Satu lagi pertanyaan dariku Fio."
"Apa yang ingin kau tanyakan Key?"
Dengan berhati-hati Kesya pun kembali bertanya kepada sahabatnya. "Kali ini, apakah kamu sudah berhasil melupakan cinta pertamamu?"
Menderngarkan pertanyaan dari Kesya membuat Fiona sedikit memincingkan matanya. "Hmm? Maksudnya?"
__ADS_1
"Apakah kamu sudah melupakan laki-laki dari masa lalumu yang bernama Aya?" Kesya berusaha untuk memelankan suaranya. Dia tidak berniay untuk membuat sahabatnya tersinggung dengan pertanyaannya itu.
"Entahlah Key. Aku juga sudah lelah menunggunya." Wajah Fiona terlihat sedikit sendu membahas laki-laki yang berasal dari masa lalunya.
"Aku akan belajar untuk melupakannya Key."
"Nah, ini baru sahabatku. Akhirnya kamu berhasil untuk keluar dari penantian yang tak berkesudahan itu." Balas Kesya dengan wajah berseri. "Dari pada menunggu jodoh yang tak pasti. Lebih baik kamu menggapai jodoh yang sudah jelas ada di depan mata."
"Kamu betul Key. Lagi pula kalau memang dia adalah jodohku. Seharusnya dia sudah berada di sini saat ini juga." Sambung Fiona sambil membenarkan perkataan dari sahabatnya.
"Dan jodohmu memang sudah sejak tadi berdiri di belakangmu." Tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari arah belakanh Fiona.
Kedua gadis yang dalam keadaan kaget tersebut akhirnya segera menoleh ke arah sumber suara tadi. Mata mereka berdua langsung terbelalak melihat seorang pemuda tampan yang sudah berdiri entah sejak kapan.
"Mas Rangga! Kenapa bisa ada di sini?" Tanya Fiona yang yang saat ini jantungnya hampir saja melompat keluar.
Rangga hanya tersenyum simpul mendengarkan pertanyaan dari Fiona. "Calon suami datang tapi kok tidak dipersilahkan duduk sih?"
"Eh! Ma, maaf! Silahkan duduk mas." Balas Fiona dengan terbata-bata. Sedangkan Kesya hanya terdiam melongo.
"Mas kenapa bisa ada di sini?" Tanya Fiona kembali.
"Tentu saja untuk menjemput calon istriku." Jawab Rangga dengan cuek sambil terus menampilkan senyuman menawannya.
"Bukankah tadi sudah aku katakan untuk tidak perlu menjemputku?"
"Hmm. Iya"
"Lalu, kenapa mas bisa ada di sini?"
"Aku berubah pikiran. Aku ingin menjemputmu untuk pergi ke suatu tempat."
"Memangnya kita mau kemana mas?" Tanya Fiona kembali dengan penasaran.
"Emm. Sayang, apakah kamu tidak ingin memperkenalkan calon suamimu ini?" Dari pada menjawab pertanyaan Fiona. Kini Rangga justru berbicara sambil mengerling ke arah Kesya.
"Eh! Maaf! Key ini kenalkan mas Rangga. Mas, ini Kesya sahabatku." Kesya pun berniat untuk berjabat tangan dengan Rangga. Tapi sayangnya Rangga hanya menatap uluran tangan dari Kesya dengan sekilas tanpa berniat untuk membalasnya.
Gila.
Ternyata benar kabar yang aku dengar.
Pria ini benar-benar berhati dingin.
Aku bingung, kenapa Fiona bisa jatuh hati denganya?
__ADS_1
Apakah sikapnya berbeda jika kepada Fiona?
[BERSAMBUNG... ]