
Kaylin berlari menuju mobilnya yang di parkir tidak jauh dari pantai. Dia segera masuk kedalam mobil. Hatinya lagi - lagi di lukai begitu dalam oleh lelaki itu.
"Kenapa harus bertemu dia lagi ya Allah, padahal aku sudah pergi dari hidup dia." ucap Kaylin masih menangis.
"Ingat Zahran Kusuma, suatu saat kamu akan menangis mengemis cintaku." ucapnya yang masih sakit hati.
Sedangkan di restoran, Zahran duduk termenung. Dia merasakan sakit hati ketika melihat air mata wanita itu tumpah.
"Kenapa hatiku sakit melihat dia menangis? ini sudah kedua kalinya aku menangis."
Zahran tidak jadi untuk makan. Selera makanya menjadi hilang setelah melihat Kaylin menangis.
Dia mengemudikan mobilnya menuju Villa milik keluarganya. Zahran menghentikan mobilnya tiba - tiba karena ingat bahwa Azzura pernah memberi tau alamat rumah keluarga Mahesa di Bali. Dia mencoba membuka ponselnya mencari tau alamat yang di kirim oleh Azzura.
"Asik untung masih ada." ucap Zahran tanpa sengaja dia kegirangan.
Zahran memacu mobilnya menuju kediaman keluarga Mahesa di Bali. Entah apa yang membawanya ke sana.
Zahran berhenti di depan rumah mewah berwarna abu-abu dan putih.
"Ngapain aku bisa sampai di sini? ngapain coba aku ke rumah dia." ucap Zahran lansung menyadari apa yang telah di lakukannya.
__ADS_1
Dia tidak mengerti dengan apa yang ia pikirkan. Zahran lansung melajukan mobilnya meninggalkan rumah itu.
Zahran lansung menuju villlanya. Dia ingin beristirahat beberapa jam, lalu akan kembali ke Jakarta lagi.
Banyak pekerjaannya menuntut dia menjadi orang yang super sibuk. Bahkan ia belum punya waktu untuk bertemu dengan Reni.
Zahran masuk ke kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Entah kenapa dia merasa lelah malam ini.
"Apa aku hubungi Reni aja setelah pulang dari sini?" tanyamya dengan ragu.
Dia merasa tidak enak jika mengajak wanita itu bepergian di malam hari. Kana tetapi dia merasa makan malam adalah momen yang tepat. Karena ketika makan siang sering cancel karena tiba - tiba ada operasi darurat atau pekerjaan yang tiba - tiba tidak bisa ia tinggalkan.
"Sepertinya malam ini malam yang tepat, kapan lagi jika di undur terus." ucap Zahran lansung memencet nomor Reni.
"Hallo ren, apa kabar?"
"Baik, kenapa bang?"
"Kamu nanti malam sibuk nggak? aku mau ajak kamu makan malam sambil mendengarkan penjelasan kamu yang tertunda."
"Baik, di kafe xxx aja ya." ucap Reni.
__ADS_1
"Baik, aku jemput kamu ya."
"Buat apa jemput jika kafenya udah tau." protes Reni.
"Baik, aku tunggu di sana." ucap Zahran paham tipe Reni. Dia bahkan terkadang harus banyak mengalah dengan wanita ini.
Zahran tidak bisa membayangkan betapa wanita itu menguasai di rumahnya ketika menjadi istrinya.
"Ah kok jauh kali pemikiran aku, udah sampai ke sana pula." ucap Zahran menertawakan dirinya
Zahran memejamkan matanya karena lelah mengkiti rutinitas yang padat.
Karena lelah akhirnya Zahran tertidur. Lelahnya membuatnya tidur begitu nyenyak.
...****************...
Zahrah sudah mendarat di Jakarta. Dia juga sudah mampir ke rumahnya dengan selamat. Setelah mandi barulah dia menunaikan ibadah sholat.
Setelah selesai ia segera pergi ke kafe yang mereka janjikan. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan Reni.
"Udah datang Bang?_ tanya Reni ketika baru sampai.
__ADS_1
"Iya, baru - baru lambat.' jawab Zahran tersenyum.
"Ada - ada aja bahasa Abang." ucap Reni tersenyum.