
Zahran sednga berkunjung kerumah Azzura dan Ken. Dia dan keluarga besarnya di undang makan malam di rumah keluarga itu.
Sebelum acara makan di mulai, Zahran lebih banyak memperhatikan foto - foto yang terpanjang dari di ruang tamu. Ada nampak beberapa foto Kaylin yang membuat bibirnya melengkung.
"Dia memang cantik, sayang aja hatiku sudah terisi orang lain." ucapnya pelan.
Zahran berjalan lagi menelusuri rumah itu yang nampak megah. Dia melihat beberapa lukisan yang nampak bagus.
Namun dia membaca tulisan yang ada di pojok bawah kiri lukisan tersebut. Tulisan itu bertuliskan "Angin Selatan bertiupkan cinta."
Zahran lansung kaget ketika membaca tulisan tersebut. Dia tidak pernah tau bahwa Reni bisa melukis. Dia melihat tulisan yang di lukisan itu sama dengan surat - surat yang di kirim bertahun tahun yang lalu.
"Ah mungkin pelukisnya mengambil kata - kata itu dari seseorang, atau Reni yang meniru kata - kata itu dari internet." ucapnya lagi.
"Ngomong apa bang?" tanya Azzura muncul di belakangnya.
"Nggak apa-apa."
"Yuk kita makan, hidangan sudah terhidang semua, apa Abang masih ingin melihat - lihat?" tanya Azzura.
"Sudah, ayo makan." ajak Zahran yang juga merasakan perutnya minta di isi.
Zahran berkumpul dengan keluarga besarnya yang hadir di acara makan malam tersebut. Di sana ada kembarannya Zayyan beserta anak dan istri, ada kakaknya Mezza beserta anak dan suaminya. Juga tidak kalah ada sepupu Azzura dari keluarga Kusuma lainnya seperti Momo, Gala.
Sedangkan untuk para tetua hadir di sini. Mereka sedang berkumpul bersama sambil reunian. Yang tidak hadir hanyalah Aya Arkarna beserta suami karena Aya sedang tidak enak badan di sebabkan hamil 5 bulan.
Mereka makan sambil bercengkerama membahas keluarga masing-masing. Saling bertukar pendapat dan saling menanyakan kabar masing-masing keluarga.
"Aya kirim salam buat semua karena tidak bisa hadir." ucap mama Dita yang makin cantik di usia senjanya.
"Iya nggak apa-apa, maklum sih namanya ibu hamil, tapi Alfa topcer kali, sampai hampir tiap tahun Aya hamil." ucap Siska sambil tertawa.
"Hahaha tidak apa-apa sis, yang penting aku di berikan cucu yang banyak." ucap Dita tertawa.
"Kamu anak 3 tapi cucu masih sedikit." ucap Abian dingin.
"Itu karena anakku belum menikah semua." jawab Siska.
"Ya mau umur berapa dia menikah anakmu yang lajang itu?" tanya Abian tetap menyantap makanannya.
Zahran lansung merasa tersindir mendengar ucapan Abian. Dia tau bahwa sindiran itu di tujukan kepadanya.
"Tuh di tanyain om Bian, kapan kamu nikah?" tanya Zayyan sang kembarannya.
__ADS_1
"Tunggu waktu yang pas, lagian nikah bukan ajang lomba siapa cepat dia dapat, begitu pun dengan cucu, nggak harus di lombakan." jawab Zahran.
"Tetap aja mama senang banyak cucu." jawab siska mamanya Zahran.
"Mama minta kak Mezza atau Zayyan aja, kan mereka udah punya pasangan halal." jawab Zahran.
"Kamu kira barang, main minta - minta aja." jawab Mezza.
"Entah, kamu sih terlalu playboy makanya nggak ada cewek yang mau mendekat." ucap mamanya.
"Dia menunggu wanita pengirim surat kalengnya ma." jawab Zayyan mengolok-olok Zahran.
"Emang siapa wanita itu?" tanya Azzura ikut menimpali.
"Siapa lagi jika bukan sekretaris Azzam, si Reni." jawab Zayyan.
"Kamu ternyata bocor juga ya yan." ucap Zahran dengan geram.
"Hahahaha kelamaan sih mendapatkan dia." jawab Zayyan.
"Jadi itu penyebab kamu mengejar Reni selama ini? jadi karena dia pernah mengirimkan kamu surat kaleng?" tanya Azzura juga agak kaget.
Padahal dia dan Zahran satu sekolah, namun dia tidak tau mengenai surat kaleng itu.
"Tante setuju aku sama dia?" tanya Zahran mencari dukungan.
"Iya, benaran Tante setuju, kamu mau Tante pinang dia untuk kamu?" tanya Tante Bella dengan semangat.
"Kan masih ada orang tuanya Bel." ucap Abangnya Bella, Galuh Kusuma.
"Ya kan jalur aku jalur kilat bang, jalur cepat." jawab Tante Bella.
"Kalau Zahran mau sama Reni, kami sih setuju aja, tapi mau nggak Reni bersama dengan dia." ucap Mama Siska membuat semua orang tertawa di sana termasuk yang hanya diam mendengarkan obrolan keluarga.
"Makanya doain yang terbaik ma."
"Makanya kurangi playboy kamu, biar orang tuanya juga merestui anak gadisnya suka sama kamu." ucap papanya sendiri.
"Benar." ucap yang lainnya.
Setelah selesai makan malam, mereka melanjutkan pembicaraan di ruang tengah.
Sedangkan rombongan tua duduk di ruang tamu. Mereka berpisah agar pembicaraan bisa nyambung.
__ADS_1
Zahran masih melihat lukisan yang terpajang di ruang tengah rumah itu. Dia mengakui bahwa lukisan itu sangat indah.
"Itu kamu beli di mana Wa?" tanya Zahran kepada Azzura.
"Nggak tau juga, ketika masuk rumah ini udah ada terpajang di sini." jawab Azzura.
"Udah beli pas beli rumah ini mungkin." sela Momo yang duduk di sebelah sepupunya.
Ketika para lelaki berkumpul di taman belakang, namun Zahran malah berkumpul di ruang tengah bersama para wanita.
"Kamu ngapain kumpul di sini? kenapa nggak bareng Mereka aja?" tanya Mezza kepada adiknya.
"Mereka itu sesama pengusaha pembahasannya pasti tentang bisnis, jika tidak maka mereka pasti sedang main catur, membosankan." jawab Zahran.
"Kamu ini harusnya aku ganti celanamu dengan rok aja, kamu kan juga calon pemimpin rumah sakit Kusuma di seluruh penjuru." jawab Mezza lagi.
"Kak ini waktunya refreshing, kakak jangan cerewet nanti cepat tua, mau bang Daffin menikah lagi karena kakak nampak tua dari umur kakak." ucap Zahrah membuat semua yang ada di sana tertawa.
"Abang ini dengan mas Zayyan kembar, tapi kok sikapnya beda banget." ucap Beby akhirnya bersuara.
"Suami kamu itu nggak jelas, kamu juga seleranya aneh, masa sukanya sama cowok dingin kayak gitu." jawab Zahran.
"Mas Zayyan tidak dingin sama aku, dia care sama aku, dia juga sangat bucin sama aku, dia itu cool dan itu membuatnya sangat keren." ucap Beby.
"Iya Beby benar, daripada suka sama cowok kayak kamu playboy."jawab mezza sang kakak.
"Kakak ngomong kayak gitu karena selera Kakak juga sama kayak Beby."jawab Zahran sambil tertawa.
"Bagus loh lelaki dingin ke orang lain tapi hangat ke istri sendiri." ucap Momo.
"Ah kamu memang pingin kayak gitu? atau jangan-jangan Rey suami kamu masih belum menyukai kamu." ucap Zahran tidak mau kalah karena dia yakin para wanita ini akan menyerangnya.
"Kamu jangan mencoba - coba mempengaruhi istri saya dengan kata-kata mu itu ya dokter Zahran Kusuma."
Zahran lansung terdiam mendengar suara dokter seniornya. Dia adalah suami Momo yang juga dokter di rumah sakit Kusuma. Namun mereka tidak berada di rumah sakit yang sama.
"Eh sudah datang pawangnya, maaf dokter Rey." ucap Zahran tersenyum karena tidak menyangka kedatangan lelaki itu dari taman belakang.
"Kamu kira aku ular bang, pakai pawang." ucap Momo dengan manja sambil mencubit abang sepupunya.
"Cuma bercanda adik Sepupu abang yang cantik, kamu cantik selalu ya agar Rey bucin sama kamu, jika Rey menyakiti kamu bilang Abang aja."
"Nggak mau, dulu waktu kami bermasalah, Abang nggak bantu apa - apa juga, ke sini pasti ingin cari dukungan dari kami kan, agar bisa dapatin hati kak Reni." ucap Momo membuat kepala Zahran pusing.
__ADS_1
"Ah nggak taulah, jalani aja hidup ini." ucap Zahran akhirnya berdiri dari tempat duduknya.