Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 14


__ADS_3

Semenjak pulang dari peresmian galeri Kaylin membuat Zahran nampak lebih murung. Banyak yang ia rasa masih mengganjal di hatinya mengenai siapa pengirim surat kaleng itu.


Saat pernikahannya semakin dekat, akan tetapi hatinya semakin ragu. Entah kemana terakhir - terakhir ini, banyak hal yang membuatnya malas untuk memikirkan tentang pernikahannya.


Zahran sedang berjalan menuju area parkir. Dia baru saja selesai bekerja.


Zahran melakukan mobilnya menuju ke sebuah kafe yang tidak jauh dari rumah sakit. D sana nampak seseorang sudah menunggunya.


"Ada apa?" tanya Seseorang yang duduk memakai baju hitam dan topi putih.


"Tolong kamu cari siapa orang yang pernah mengirimkan aku surat ketika duduk di bangku SMA." ucap Zahran.


"Kamu yakin? ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, sudah 10 tahun lebih, saya ragu masih bisa melacaknya, emang kenapa baru sekarang mencari taunya?"


"Saya dulu sangat terlalu percaya diri bahwa seseorang mengirimkan saya itu, akan tetapi entah kenapa akhir-akhir ini aku ragu bahwa dia bukan pengirim surat tersebut."


"Kenapa? apakah dia mengakui bahwa dia pengirim surat atau bukan?"


"Dia tidak pernah mengakui keduanya."


"Apakah ada inisial yang digunakan?"


"Angin selatan bertiupkan cinta."


"Kaylin Mahesa?"


"Kenapa kamu bisa berpikir bahwa wanita itu?" tanya Zahran heran ketika orang kepercayaannya sekaligus sudah di anggap seperti adiknya sendiri itu menyebut Kaylin Mahesa sebagai pengirimnya.


"Karena setau saya sejak dulu dia selalu menyebut dirinya angin selatan bertiupkan cinta, bahkan saat ini dia menggunakan nama itu sebagai nama penanya."


"Dari dulu? kamu mengenalnya?"


"Yah, dia waktu itu kelas 7 sedangkan saya kelas 9, Rata - rata cowok kelas 9 mengidolakan dia, akan tetapi dia menolak semua yang menyukainya, teman-temanya selalu menjuluki dia angin selatan bertiupkan cinta, aku yakin bahwa dia pemilik surat itu."

__ADS_1


"Tunggu fif, jika kamu kelas 9 berarti waktu itu aku kelas 12, masa iya dia yang jelas 7 sudah mulai suka sama aku yang kelas 12, terus belum lagi dia bisa mengirimkan surat itu tanpa ada yang tau." jawab Zahran masih tidak percaya.


"Sepertinya dia punya seseorang yang bisa akses ke kelas kamu, dan untuk membuktikan, aku akan menemui dia nanti." ucapnya Afif.


"Kamu mau ngapain?"


"Aku akan mencoba sebagai customer dia, jika perlu aku akan membuka kerja sama dengan galerinya."


"Ide bagus, jika kamu kurang modal aku akan tambah, aku tunggu laporan dari kamu." ucap Zahran berdiri dari kursinya.


...****************...


Di tempat lain Kaylin nampak sedang berbincang dengan karyawan langganan bengkelnya.


Kaylin memang datang ke bengkel langganannya bersamaan dengan Nicky.Dia juga agak kesal dengan Nicky yang membebankan biayanya kepada dirinya.


"Jadi berapa hari kedua mobil ini siap?" tanya Kaylin.


"Beri kami waktu seminggu." ucap karyawan bengkel itu.


"Baik mbak."


Kaylin membalikkan badan untuk segera pergi.Dia tidak peduli jika Nicky masih tetap disana.


Setelah Kaylin benar - benar pergi, sang karyawan mendekati Nicky yang nampak duduk memainkan ponselnya.


"Kenapa bos nggak ngaku aja bahwa ini adalah bengkel bos." ucap karyawan tersebut.


"Biarkan saja, jangan sampai ad ayang tau bahwa ini bengkel milik aku, bisa - bisa dia pindah. langganan."


"Bos menyukai dia?" tanya karyawan sambil tersenyum.


"Sudah balik kerja sama, jangan banyak bicara, nanti saya potong gaji kamu loh." ucap Nicky.

__ADS_1


"Jika gaji saya bos potong maka informasi pemilik bengkel ini juga akan tersebar kepada wanita itu." jawab sang karyawan sambil tersenyum.


Nicky tersenyum mendengar ancaman yang di berikan karyawannya untuk dirinya. Dia memang biasa berbaur dan bercanda dengan semua karyawan yang ada di bengkel.


"Berani kamu sama saya ya?"


"Ya beranilah, toh bos juga manusia, saya memang butuh bos akan tetapi saya yakin bos juga butuh saya untuk menjalankan bengkel ini." jawab karyawannya.


"Saya bisa saja mencari orang lain."


"Tidak akan ada cekatannya seperti saya, saya sudah berpengalaman bos, dari bengkel ini kecil sampai sebesar ini saya ikut bos." jawab lelaki itu.


"Ah sudahlah, berdebat dengan kamu tidak akan membuat saya menang, berikan laporan bulanan kamu kepada saya." ucap Nicky.


"Baik, akan saya antar keruang bos."


Nicky lansung berdiri berjalan menuju ruangan kerjanya. Ruangan kerja yang hanya ia kunjungi dua kali dalam sebulan karena kesibukannya mengurus bisnis keluarganya.


Saat remaja ia memang kuliah jurusan teknik otomotif. Bisnis keluarganya yang berkecimpung pada jual beli kendaraan. Maka dari itu dia bertekad mengambil jurusan otomotif.


Dia juga ingin mengembangkan menjadi industri otomotif. Makanya ia diperbolehkan membuka bengkel terlebih dahulu.


Namun sayang 5 tahun yang lalu ayahnya meninggal sehingga dia terpaksa mengambil alih bisnis keluarganya.


Untuk bengkelnya sudha tersebar di mana - mana. Akan tetapi untuk bisnis di industri otomotif dia masih belajar merancang bersama dengan timnya. Dan tempatnya bukan di bengkel dia berada sekarang.


Lalu Nicky tersenyum saat membayangkan sesuatu. Membayangkan pertama kali dia secara lansung melihat Kaylin sedang servis mobil di bengkel miliknya.


Pada awalnya Nicky tidak lansung menemui wanita itu. Dia hanya mengikuti wanita dari jauh beberapa terakhir ini.


Dan untuk masalah tabrakan itu memang disengaja oleh Nicky agar mereka bisa berbicara tanpa grogi.


Dia juga yakin bahwa Kaylin juga akan membawa mobilnya ke bengkel miliknya.

__ADS_1


"Kaylin,, Kaylin,, kamu semakin cantik dan dewasa, aku yakin akan bisa mendapatkan kamu." gumam Nicky.


__ADS_2