Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 28


__ADS_3

Pesta pernikahan Kaylin dan Zahran sedang berlangsung di Jakarta. Setelah beberapa Minggu dengan jarak akad nikah mereka di Bali.


Pesta kali ini nampak sangat meriah. Undangan yang di sebar sebanyak 3000. Banyak personel keamanan yang di kerahkan untuk menjaga keamanan selama pernikahan berlangsung.


Sejak tadi Kaylin dan Zahran nampak sudah beberapa kali mengganti gaun pengantin. Beragam pakaian adat yang di gunakan. Dan ada juga gaun pengantin buatan desainer ternama yaitu Beby sang adik ipar Zahran.


Semua fasilitas gaun pengantin tidak di pungut biaya sama sekali. Beby sengaja memberikan kado baju pengantin untuk kakak iparnya. Karena bagaimanapun mereka sudah akrab sejak kecil.


Istri dari Zayyan itu memang sengaja membuatkan baju istimewa untuk calon istri iparnya.


"Kamu nampak cantik sekali." ucap Beby membantu anak buahnya mendandani Kaylin.


Selain membuka usaha desainer,Beby juga membuka usaha wedding organizer. Hal ini di lakukan karena salah satu hobi wanita itu.


Sang suami sangat bangga dengan prestasi sang istri. Dia tau bahwa istrinya sangat payah dalam ilmu pendidikan. Akan tetapi dia punya skill yang lain.


"Ini semua berkat kamu Beb." jawab Kaylin.


Kaylin dan Beby memang seumuran.


"Ini karena pengantinnya cantik banget, bang Zahran beruntung dapetin kamu tau."


"Aku juga berusaha Beby."


Pintu kamar terbuka menampakkan sang pengantin pria masuk.


"Gimana Beb, apa udah selesai?" tanya Zahran kepada adik iparnya.


"Udah bang, sini bang, biar Beby rapiin." ucap Beby.


Beby bersiap ingin merapikan mempelai pria. Namun tiba - tiba tangannya di tarik seseorang yang nampak dingin.


"Biarkan saja dia sendiri yang merapikan,dia punya tangan."


"Hey, aku ini kembaranmu,masa sama kamu cemburu sama aku." ucap Zahran kesal dengan kembarannya.


"Rapiin sendiri dengan calon istri mu, udah nggak bayar banyak mau." ucap Zahran.


"Ih pedas, saudara itung-itungan."


"Kamu yang itung-itungan, ayok bayar." jawab Zayyan tidak mau kalah.


"Sudahlah sayang, kan kita keluarga."


"Sama dia jika masalah uang di hitung aja yang, masa nikah semua minta gratis, CEO Kusuma Group nggak punya modal menikah." ucap Zahran.


"Hey bukan begitu, Butik punya keluarga, hotel punya keluarga, wedding organizer juga punya keluarga, jadi kenapa tidak di gunakan, ini bisa jadi ajang promosi loh, lagian aku belum perna menikmati hasil perusahaan yang kamu olah." ucap Zahran tidak mau kalah.

__ADS_1


Beby hanya tersenyum mendengar pertengkaran dua insan kembar itu. Dia tau jika ini tidak seserius itu.


"Kamu sudah menikmati hasil yang aku kelola, istri kamu melahirkan tanpa bayar sepersenpun di rumah sakit Kusuma Group." ucap Zahran lagi.


"Alah bilang aja pelit, hati - hati kamu Key, jangan mau mengeluarkan penghasilan kamu sepersenpun untuk lelaki ini." ucap Zayyan mencoba menghasut Kaylin.


"Ya nggak bisalah, jika dia pelit nggak usah masuk kamar aja." jawab Kaylin tersenyum.


Kaylin tau perbedaan kedua kembar ini. Dari info yang di cari selama sekolah, Kaylin sudah menemukan perbedaan keduanya.


Jika Zahran orangnya riang dan humble tapi terkenal perhitungan termasuk dengan pacar - pacarnya dulu. Saat pacaran malah sang wanita yang selalu keluar uang.


Berbeda dengan Zayyan yang terkenal banyak diam. Lelaki ini cenderung dingin dan hanya dekat dengan teman yang akrab. Akan tetapi dia terkena royal kepada teman - temannya.


"Bagus Kay, kamu buat dia menderita jika pelit."


"Hai kamu ini saudara atau bukan sih? bisa - bisanya menghasut iparmu."


"Kamu...."


"Udah sayang, pusing aku dengar ocehan kalian berdua." ucap Beby.


"Kamu kenapa?." Zayyan lansung memegang kening Beby.


"Pusing, makanya jangan ngoceh terus."


"Iya ,kamu nggak usah terlalu capek Beb, kasian keponakan aku." ucap Zahran.


Zahran berjalan mendekati Beby. Dia berniat ingin memeluk adik iparnya itu.


"Ngapain kamu mendekat, jangan coba-coba kepikiran memeluk istri aku, jika nggak mau tau rasanya ini." ucap Zayyan memperlihatkan kepalan tinju.


Bukannya marah atau apa, Zahran hanya tersenyum. Begitu juga dengan Kaylin. Baginya ini pemandangan yang indah.


"Ini kok lama banget sih?" tanya sang mama baru saja masuk ke kamar.


"Zayyan ganggu aku ma." ucap Zahran lansung mengadu kepada mamanya.


"Masa?" tanya mamanya tidak percaya.


"Ma dia tadi mau hitung- hitungan sama aku loh." Zahran memanaskan situasi.


"Biaya MUA mahal kan ma? apalagi MUA nya menantu kesayangan mama yang sedang hamil." ucap Zayyan tidak mau kalah.


"Kamu menyuruh Beby melayani Kamu?" tanya mamanya menatap Zahran dengan melotot.


"Ini Beby sampai pusing loh ma." ucap Zayyan lagi.

__ADS_1


"Ini kenapa rasanya Zayyan tertukar dengan jiwa Zahran." ucap Zahran bingung.


Semua yang ada di kamar itu tertawa. Karena selama ini Zayyan bukan tipe seperti itu.


"Selesaikan saja masalah kalian berdua, mama mau ajak menantu mama aja keluar keduanya." ucap mama Siswa mengandeng Kaylin di sebelah Kanan dan Beby di sebelah kiri.


"Ma kita yang anak mama." ucap Zahran.


"Udah urus saja sendiri." mama Siska meninggalkan mereka berdua.


"Siap - siap kita berdua di cuekin mama, kamu sih kenapa cari istri tipe mama juga." ucap Zayyan kepada Zahran.


"Lah macam mana lagi, hati ini sukanya sama itu."


"Ini pengaruh karena kita terlalu mengidolakan mama deh, makanya dapet istri kayak gitu semua." ucap Zahran lagi.


"Emang Kaylin kepo kayak mama dan Beby juga?"


"Jika nggak kepo nggak mungkin dia bisa dapat info sebanyak itu tentang aku dulu masa SMP." ucap Zahran.


"Itu kamu yang bodoh, nggak bisa membedakan orang, jadi udah datang si informan kamu itu?" tanya Zayyan yang akhirnya tau bahwa informan kembarannya yang membantu Kaylin menaruh surat di laci mejanya Zahran.


"Dia sudah balas kesalahan dia saat mengikuti perkembangan Kaylin setahun ini, jadi aku sudah puas juga terhadap dia."


"Kamu lebih semangat lagi dalam mengelola Kusuma Group, aku berharap Kusuma Group semakin sukses di tangan kamu, ingat jangan pernah kecewakan Kaylin."


"Doakan selalu, aku juga berharap Pelita jaya semakin berkembang lagi di tangan kamu, dan selamat juga atas peresmian usaha baru kamu, kalian suami istri sungguh luar biasa, butik juga udah di mana - mana." ucap Zahran bangga dengan prestasi kembarannya.


Di saat keluarga Kusuma berbondong - bondong menjadi ahli dalam bidang kesehatan, tapi tidak dengan Zayyan. Dia lebih tertarik di bidang bisnis.


Karena saat itu perusahaan dari keluarga mamanya tidak ada yang mengurus, maka sekarang Zayyan yang mengurus. Sedangkan bisnis keluarga Kusuma di urus oleh Zahran.


Zahran banyak belajar dari Zayyan. Selain mengurus bisnis keluarganya, dia juga berhasil membangun bisnisnya sendiri. Sehingga kekayaannya melonjak drastis.


"Yuk keluar, tamu sepertinya ingin bertemu mempelai pria." ajak Zayyan.


"Aku ada ide, gimana jika kita tuker tempat, aku penasaran apakah Kaylin bisa mengenali aku." ucap Zahran tersenyum.


"Jangan ngeluarin ide gila, mana sudi nanti Beby memeluk kamu." ucap Zayyan berjalan keluar sambil menggelengkan kepalanya melihat kembarannya seperti itu.


Para tamu memang sudah banyak yang antri ingin bersalaman dengan mempelai. Ada juga tadi yang sudah pulang karena kedua mempelai ganti kostum.


Melihat betapa banyaknya tamu membuat Zahran menghembuskan nafas. Dia merasa lelah kali ini.


"Nyesal tamu undangan sebanyak ini, tau gitu undang 200 aja." ucap Zahran.


Ini semua kemauan kedua keluarga karena sama - sama pernikahan terakhir dalam kedua keluarga. Mama Siska sangat antusias dengan mengundang banyak orang. Di tambah dengan undangan klien dari perusahaan dan Kusuma Groups. Lalu di tambah dengan undangan dari Tante Bella, yaitu partner sang suami Alan Adha.

__ADS_1


__ADS_2