
"Reni."
Reni yang mendengar bahwa Zahran menyukai Kaylin terkejut. Dia juga sempat mendengar tentang cerita Zahran mengenai surat kaleng itu.
Reni berlari sekencang-kencangnya sambil menangis. Dia bodoh karena berpikir lelaki itu mencintainya cukup lama. Namun dia terkejut ketika tahu bahwa lelaki itu mencintainya karena mengira Dia yang mengirimkan surat kaleng itu.
"Reni tunggu." teriak Zahran mengejar wanita itu.
Zahran tau bahwa wanita itu sedang sakit hati. Wanita itu pasti berpikir bahwa dia akan meninggalkannya setelah mengetahui bahwa Reni bukan angin selatan bertiupkan cinta.
Saat ini Reni tidak ingin bertemu dengan Zahran. Dia berlari sekuat tenaga masuk kedalam mobilnya.
Reni memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Zahran mencoba mengejar mobil Reni namun wanita itu telah pergi.
"Kejar dia an." ucap mamanya menyerahkan kunci mobil.
Zahran masuk kedalam mobil kalau membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Siska hanya bisa berdoa yang terbaik untuk keduanya.
Reni yang merasa sakit hati, tidak sadar dengan apa yang di lakukannya. Dia hanya membawa mobil itu.
Karena sakit hati dia mencoba menghubungi Kaylin. Dia ingin bertemu dengan wanita itu. Dia tidak ingin pernikahannya batal. Walaupun apa yang terjadi, Reni akan mencoba mempertahankan pernikahannya.
Reni melajukan mobilnya menuju tempat yang telah di setujui. Dia beruntung karena wanita itu sedang berada di kota yang sama karena ada pekerjaan.
Reni memarkir mobilnya lalu turun dengan tergesa - gesa. Dia tidak sabar bertemu dengan Kaylin di rumah Azzura.
Rumah tanpa sepi, karena asisten rumah tangganya kenal dengan Reni, dia membiarkan Reni menaiki tangga menuju kamar Kaylin.
Kaylin agak kaget lihat wanita itu sangat berantakan menghampirinya.
"Kamu kenapa kak?" tanya Kaylin.
"Kamu bertanya? atau kamu mau menertawakan saya?" tanya Reni dengan aura menakutkan.
"Ada apa kak?"
Plakkkk
Kaylin ketika Reni menamparnya tiba - tiba. Jiwa Kaylin lansung bergejolak ketika wanita itu menamparnya.
"Kamu pikir kamu siapa berani menampar aku hah?" ucapnya dengan marah.
"Kamu wanita perusak kebahagiaan orang, kamu wanita ******." ucap Reni berteriak.
Kaylin tidak terima dengan ucapan wanita itu yang mengatainya dengan sebutan ******. Wanita yang berusia 24 tahun itu lansung menyerang Reni tanpa berkata apa-apa.
Perkelahian terjadi tanpa bisa di elakkan lagi.Reni yang biasa nampak elegan dan dewasa menjadi brutal hari ini.
Dia berhasil menjambak rambut Kaylin. Begitu juga sebaliknya. Mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah berdiri di ujung tangga.
Reni yang tidak sadar di belakangnya tangga, tiba-tiba terpeleset. Reni jatuh berguling dari atas tangga sampai ke bawah. Sedangkan Kaylin kaget ketika melihat Reni berguling ke bawah.
Zahran yang baru sampai di rumah itu sangat kaget melihat Reni terjatuh berguling - guling. Dia juga melihat posisi Kaylin berdiri di ujung tangga lantai dua.
__ADS_1
"Reni, bangun Reni." ucap Zahran mencoba membangunkan Reni.
Kaylin hanya diam ketakutan. Dia tidak tau apa yang akan di lakukan oleh lelaki itu karena telah melukai calon mempelainya.
"Ada apa ini?" tanya Azzura yang baru saja pulang dari kantor suaminya.
Azzura berlari mendekati Zahran dan Reni. Ken juga tidak kalah kaget melihat apa yang terjadi di rumahnya.
"Bang bawa Reni kerumah sakit." ucap Azzura.
"Apa yang terjadi Kaylin?" tanya Ken menatap adiknya yang berdiri di ujung tangga atas menatap mereka dengan kusut.
Kaylin hanya diam tanpa menjawab.
"Kamu mendorong dia?" tanya Ken menaiki tangga mendekati adik iparnya.
"Aku tidak sengaja bang." jawab Kaylin dengan ketakutan.
Plakkkk DDR
Ken menampar pipi adiknya dengan sangat kuat. Kaylin terhuyung kebelakang karena kuatnya tamparan kakaknya. Kaylin mengusap pipi kirinya karena tamparan Ken begitu kuat dan sakit.
Apalagi ini tamparan keduanya di pipi kirinya.
"Kamu memang tidak pernah berubah,, selalu mencari masalah." ucap Ken.
Kaylin merasa sakit hati mendengar ucapan abangnya. Hanya air mata yang menetes tanpa bisa membela dirinya.
Zahran merasa bimbang, akan tetapi keselamatan Reni paling utama. Dia akhirnya menggendong Reni membawanya kerumah sakit.
Zahran sempat melihat betapa kusutnya wanita yang di ujung tangga atas. Dia juga yakin bahwa kedua wanita itu sempat berantem. Yang Zahran tau, Kaylin juga wanita yang cepat emosi. Sedangkan Reni selalu tenang. Tapi ia tau bahwa Reni lah yang memulai karena Reni berada di rumah Kaylin.
Sedangkan Azzura menaiki tangga ingin menenangkan Ken suaminya.
"Sabar sayang, jangan marah - marah dulu." ucap Azzura.
"Dia melakukan kesalahan fatal, dia bisa di penjara jika Reni kenapa - Napa." ucap Ken.
"Kita nggak tau apa yang terjadi, bisa jadi Reni yang menyerang dia, karena ini di rumah kita." ucap Azzura walaupun dia tidak yakin bahwa Reni yang memulai terlebih dahulu karena dia tau watak Reni.
"Tetap saja dia bodoh, jika dia tidak melayani maka semua tidak aka. terjadi, mulai saat ini, kamu pulanglah ke Bali, menghilang dulu dari sini." ucap Ken berlalu meninggalkan sang adik dan istrinya menuju ruang kerjanya yang ada di lantai satu.
Sedangkan Kaylin yang merasa sakit hati dengan tindakan abangnya lansung berjalan dengan kesal menuju kamarnya.
Dia segera merapikan bajunya dan rambutnya yang acak-acakan. Lalu ia segera mengambil tasnya. Ia juga tidak lupa memoles pipinya dengan bedak, walaupun masih terasa pedih.
"Kaylin kamu mau kemana?" tanya Azzura melihat adik iparnya tengah bersiap untuk pergi.
Kaylin tidak menanggapi Azzura Karena ia tengah kesal. Walaupun bagaimanapun Kaylin tau bahwa Azzura tetap sepupu jauh Reni.
Kaylin memakai masker agar wajahnya yang membekas dan sedikit bengkak tidak nampak. Ia menyandang tasnya lalu melangkah tanpa menghiraukan Azzura.
"Tidak usah di dengarkan abang kamu, dia hanya marah sesaat." ucap Azzura.
__ADS_1
Namun Kaylin tidak menanggapi wanita itu.Akhirnya Azzura hanya diam melihat kepergian sang adik ipar.
Hati Kaylin nampak hancur lebur. Dia juga berusaha menenangkan dirinya. Dia hanya menangis di sebuah taman. Kaylin bahkan tidak tau sudah berapa jam dia duduk di sana merenungi dirinya.
Tidak lama kemudian seseorang muncul di sana.
"Kamu tidak apa - apa?" tanyanya sambil duduk di sebelah wanita itu yang sedang duduk sambil menangis.
Kaylin hanya diam tanpa mau menjawab apapun. Dia Malas berbicara dengan siapapun termasuk lelaki ini.
"Mari aku lihat pipi kamu." ucap lelaki itu mengangkat tangannya untuk membuka masker Kaylin.
"Tidak perlu, pergilah menjauh." ucap Kaylin dengan tegas.
"Kau tidak akan pergi sebelum kamu membiarkan kamu mengobati pipi kamu atau mengompres pipi kamu." ucap lelaki itu tersenyum melihat tingkah wanita itu.
"Aku bisa sendiri, menjauhlah." ucap wanita itu.
"Aku tidak akan pergi." ucap Zahran dengan yakin.
"Jangan ngeyel, sini aku obati." ucap Zahran mengangkat tangannya kembali. Dia membuka masker wanita itu dengan hati.
Ketika membuka masker Kaylin, entah kenapa dia merasa deg degan.( mungkin pas adegan ini di diiringi musik ketika cinta bertasbi ya heheheh).
Zahran keget melihat pipi wanita itu yang sedikit bengkak dan membekas.
Zahran sengaja membawa obat - obatan yang ia siapkan di rumah sakit. Setelah Reni di tangani dengan baik oleh tim dokter, akhir dia kembali ke rumah Azzura. Namun Azzura sang sepupu mengatakan bahwa Kaylin ke taman.
Darimana Azzura tau bahwa wanita itu ketaman? hanya Azzura yang tau.
Zahran meniup luka yang ada di pipi Kaylin dengan lembut. tangannya mengoles salep setelah di bersihkan.
"Pedih."
"Sedikit aja, tahan ya." ucapnya dengan lembut.
Kaylin hanya diam ketika Zahran meniup bekas tamparan tadi. Zahran merasakan wanita itu sedang menegang saat ia mengobati luka tersebut.
"Kamu aku antar pulang."
"Aku tidak akan pulang ke sana lagi."
"Kenapa?"
" Aku telah di usir oleh bang Ken."
"Ohw, wajar sih."
"Kamu....."
"Aku tidak tau apa yang terjadi, cuma kamu tetap salah melayani orang yang sedang emosi itu salah." ucap Zahran.
"Aku antar kamu ke Bali, setelah itu mungkin kita tidak akan bertemu lagi angin selatan bertiupkan cinta
__ADS_1