
"Kamu ngikutin aku?" tanya Zahran keliatan bingung melihat ada Kaylin di sana.
"Siapa yang ngikutin Abang?"tanya Kaylin.
Kaylin juga bingung kenapa lelaki ini ada di sini.
"Kamu benaran tidak mengikuti aku? tapi aku tidak percaya.
"Terserah Abang sih."
Zahran hanya menghela nafas saat Kaylin tidak mengakuinya. Dia berjalan meninggalkan wanita yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Abang mau kemana?" tanya Kaylin mengikuti langkah kaki Zahran.
"Mau ke kamar, kenapa? kamu mau ikut aku kekamar?"
Kaylin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia lansung meninggalkan Zahran tanpa menjawab lagi.
"Mana mungkin aku mengikutinya ke kamar? dasar lelaki Playboy." ucap Kaylin mengomel sambil berjalan masuk ke kamarnya.
Kaylin masuk ke kamarnya dengan hati yang gelisah. Ia tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan lelaki itu. Dia tidak yakin jika dia bisa melupakan lelaki itu jika berbarengan ada di sini.
Malam telah berlalu, Kaylin tertidur dengan lelap. Siangnya Kaylin dan teman - teman telah mempersiapkan diri untuk ikut fashion week.
Ketika sore telah datang, mereka sudah berada di kerumunan orang - orang dengan macam - macam kostum.
Kaylin sudah memakai pakaian yang mencolok. Saking asyiknya mereka tidak menyadari hari sudah malam.
Sejak tadi sudah ada yang memperhatikan Kaylin dari jauh. Entah kenapa perhatian Zahran tidak luput dari Kaylin.
"Kenapa dia memperhatikan aku seperti itu?" tanya Kaylin merasa senang di perhatikan.
Tanpa Kaylin sadari, Tiba- tiba dengan gerakan cepat, seseorang menarik tasnya.
"Tasku di copet." teriak Kaylin.
Sang copet berlari dengan cepat. Kaylin berusaha mengejar sang copet.
"Help me, help me."
Namun tidak ada seorang pun yang membantunya.Sampai akhirnya dia tidak menyadari bahwa sebuah mobil hampir menyerempetnya. Namun untung Zahran dengan cepat menarik tubuhnya namun ia terjatuh sehingga lututnya berdarah.
"Kenapa ceroboh sekali? bahaya tau." ucap Zahrah mengomel.
"Tapi tas aku?"
"Apa aja dalam tas itu? ada dokumen penting?"
__ADS_1
Kaylin menggelengkan kepalanya karena memang tidak ada dokumen penting.
"Hanya ada ponsel dan duit."
"Biar aja, nanti beli Hp yang baru, mereka itu tidak sendirian, bisa dalam bahaya jika kita mengejar mereka."
"Tapi......"
"Udah, nggak usah banyak tapi, ayo kembali ke hotel." ucap Zahran menarik tangan wanita itu.
"Sakit."
Zahran melihat lutut Kaylin yang berdarah. Dia akhirnya menggendong wanita itu di punggungnya.
"Buka pintunya." ucap Zahran ketika sudah sampai di kamar Kaylin.
"Kartunya ada dalam tas tadi." jawab Kaylin.
Zahran baru menyadari kebodohannya. Dia akhirnya membawa wanita itu ke kamarnya.
Setelah membuka pintu kamarnya,Zahran mendudukkan Kaylin di sofa yang ada di kamar itu.
Dia segara mengambil peralatan obat - obatnya. Lalu dia juga duduk di sofa yang sama dengan Kaylin.
Zahran mengobati lutut Kaylin dengan hati - Hati. Sebagai seorang dokter tentu ini sudah biasa baginya.
"Ini sudah lebih dari pelan, ya namanya juga membersihkan luka, ya kayak gitu rasanya." jawab Zahran.
"Tapi ini pedih sekali." rengeknya terdengar manja bagi Zahran dan itu membuat lelaki itu senang mendengar suara manja wanita itu.
Setelah selesai membersihkan lukanya, akhirnya barulah wanita itu terdiam dari rengekannya.
Zahran menatap wajah yang duduk di depannya. Dia mengakui bahwa wanita ini sangat cantik sekali. Apalagi ketika ia mendengar suara wanita itu yang manja membuatnya naluri playboy nya kembali lagi.
"Kamu sangat cantik." ucap Zahran membelai wajah wanita itu dengan lembut.
Mendengar pujian Zahran membuat wajah Kaylin memerah karena malu. Sedangkan mata Zahran hanya tertuju kepada bibir merah merekah wanita itu yang sedang tersenyum.
Tanpa membuang waktu lagi, Zahran lansung ******* bibir wanita itu dengan rakus.
Kaylin hanya terdiam kaget saat lelaki itu ******* bibirnya. Namun karena kelihaian lelaki itu membuat dirinya terbuai dengan ciuman itu.
Mereka tidak menyadari apa yang mereka perbuat. Sampai akhirnya baju keduanya telah terbuka.
"Bang jangan." ucap Kaylin.
Zahran yang sudah terlanjur berhasrat tidak menghiraukan ucapan wanita itu. Sedangkan Kaylin ragu dengan apa yang akan mereka lakukan. Dia tidak tau apakah ini cinta atau tidak.
__ADS_1
"Apakah Abang mencintai aku?"
Pertanyaan tersebut bagaikan tamparan bagi Zahran. Dia lansung mendorong tubuh wanita yang berada di sofa tersebut.
Wajah Reni lansung terlintas di pikirannya. Zahran lansung berdiri dan segera masuk ke kamar mandi.
Sedangkan Kaylin cukup kaget melihat lelaki itu yang tiba-tiba berubah 180 derajat. Dia juga segera merapikan bajunya kembali.
Saat melihat Zahran keluar dari kamar mandi membuat Kaylin memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Apakah kamu sudah mencintai aku bang?"
"Apaan sih Kay, kamu jangan berharap lebih untuk itu." jawab Zahran.
"Tapi kita sudah melakukan hal yang jauh, tidak mungkin bukan karena kamu tidak mencintai aku."
"Kaylin jangan bodoh jadi wanita, kita belum ngapa - ngapain, kita baru saling menyentuh, itu tidak akan membuat kamu hamil, dan hal tersebut bisa saja terjadi karena nafsu bukan cinta." jawab Zahran membuat hati wanita itu sangat cantik.
Seumur hidupnya dia tidak pernah berpacaran dengan siapapun. Walaupun dia mencintai lelaki itu namun dia juga merasa punya harga diri.
"Kamu lelaki brengsek, memang brengsek, menyesal aku pernah suka dengan lelaki seperti kamu." ucap Kaylin berusaha bangkit dari Sofanya.
Zahran melihat dari mata wanita itu betapa terluka wanita itu. Dia melihat mata wanita itu memerah menahan tangis.
Kaylin berjalan meninggalkan Zahran dengan terpincang-pincang menuju pintu.
"Kaki kamu belum baikan, kamu tunggu aja di sini, biar aku yang mengurus kunci kamarmu." ucap Zahran.
"Aku tidak butuh bantuan kamu, aku tidak butuh belas kasihan dari kamu." jawab Kaylin berjalan memaksakan dirinya.
Dia berjalan walaupun kesakitan. Baginya sakit di lututnya tidak sesakit hatinya.
Kaylin berjalan entah kemana. Dia tidak mengurus kunci kamar hotelnya. Namun langkah kakinya tidak terarah.
Dia hanya menangis berjalan sehingga membuat orang - orang melihatnya.
Kaylin berhenti duduk di pinggir jalan dan menangis sejadi-jadinya. Dia baru menyadari betapa bodohnya dirinya yang mencintai lelaki Playboy macam Zahran selama ini.
"Bodoh." Teriaknya pada dirinya sendiri.
Kaylin merasa malu dengan dirinya sendiri. Dia juga merasa dirinya telah kotor karena kebodohannya.
Hujan turun membuat Kaylin semakin menangis histeris.Dia tidak peduli dengan hujan yang turun. Dia tetap tidak beranjak dari tempatnya.
Dari jauh Zahran hanya bisa menatap wanita yang sedang terduduk dan menangis. Wanita itu juga nampak menggosok tubuhnya dengan kuat.
Zahran terbiasa melihat wanita menangis karena ia campakkan. Tapi entah mengapa hatinya merasa sakit saat melihat wanita itu menangis sambil menggosok tubuhnya seperti orang yang telah ternodai.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Zahran melihat teman-teman wanita itu menghampiri wanita itu. Entah apa yang mereka ucapkan, namun akhirnya mereka berhasil membawa Kaylin kembali ke hotel.