
"Kamu pasti sudah tau tujuan aku ke sini?" tanya Zahran menatap Reni.
"Pasti mengenai perasaan Abang ke aku."
"Yupz, aku tidak akan berbasa - basi lagi, aku menyukai kamu sejak dulu, aku juga bahwa kamu pernah menyukai aku." ucap Zahran.
"Sejak kapan?"
"Sejak kita SMA."
"Tapi aku tidak percaya, jika kamu menyukai aku sejak SMA, tidak mungkin kamu Gonta - ganti pacar."
"Itu karena aku belum siap berkomitmen dengan kamu, dan waktu itu kamu juga selalu menolak aku." ucap Zahran menghentikan ucapannya.
"Dan kita juga berpisah waktu kuliah, tapi setelah bertemu kembali aku bertekad melamar kamu, tapi kamu tidak pernah ada jawaban."
"Boleh aku tau penyebab kamu menyukai aku?" tanya Reni masih ragu.
"Apakah cinta punya alasan?"
"Tentu saja."
"Lalu apa alasan kamu menyukai aku?"
"Aku menyukaimu karena sikap kamu seolah - olah menyukai aku." jawab Reni.
__ADS_1
"Seolah-olah? aku benar menyukai kamu."
"Tapi aku menyukai kamu karna kamu selalu menatap aku waktu itu, dan teman - teman selalu bilang kamu menyukai aku, tapi kamu tidak kunjung bilang suka aku, sampai akhirnya kita lulus."
"Aku memang ragu karena kita mau lulus, tapi aku memang sudah mencintai kamu sejak itu, aku terpesona dengan apa yang kamu lakukan."
"Apa....." ucapan Reni terputus.
"Apakah kamu bersedia menjadi pendamping aku?"
"Aku tidak cari pacar."
"Iya dan aku tidak cari pacar tapi cari istri." jawab Zahran.
"Jika kamu serius, maka mari." jawab Reni.
"Aku kasih kamu waktu dalam satu bulan, jika kamu tidak serius maka kita selesai." ucap Reni dengan tegas.
Di umur Reni yang sudah 29 tahun membuat dia tidak punya pilihan lain lagi. Apalagi setelah seseorang datang melamarnya. Dia juga tau latar belakang keluarga itu.
"Tenang, aku akan mengabulkan permintaan kamu, bahkan satu Minggu lagi aku siap melamarmu angin selatan bertiupkan cinta."
"Apaan sih lebai banget." ucap Reni .
"Itukan....."
__ADS_1
"Aku ke toilet dulu." potong Reni yang sejak tadi ingin ke toilet.
"Aku temani nggak?" tanya Zahran ingin memberikan perhatian kepada wanita yang akan menjadi pendampingnya.
"Nggak usah, lebai banget pakai di dampingi segala." jawab Reni berjalan meninggalkan Zahran.
Sedangkan Zahran tersenyum senang karena sebentar lagi dia akan memiliki wanita itu seutuhnya.
...****************...
Hari berganti hari begitu cepat, Zahran sudah datang melamar Reni secara resmi. Semua keluarga begitu senang karena mereka sudah mengenal sejak lama.
Walaupun dulu Dinda mamanya Reni selalu jahat kepada Bella Kusuma yang notabenenya adalah tante Zahran.
Reni masih ada hubungan keluarga dengan keluarga Adha. Makanya dia lebih banyak bermain kerumah Alan Adha yang sudah di anggap sebagai ayah kandungnya sendiri. ( Jika ingin tau siapa ibu Reni ada di novel Mengejar cintamu).
Semua persiapan pernikahan telah di siapkan. Mereka akan mengadakan di hotel termewah Alan Adha karena kedua belah pihak ada sangkut pautnya dengan keluarga Adha.
Undangan juga telah di cetak dan di sebar ke mana - mana. Kaylin juga mendapatkan undangan tersebut dari sang kakak ipar yang masih sepupu Zahran.
Berita pernikahan ini begitu ramai di bicarakan di media. Mereka memang sengaja membiarkan media tau. Berbeda dengan Zayyan yang lebih suka tertutup, Zahrab memang suka terbuka dengan umum.
Kaylin hanya tersenyum mengejek. Dia hanya ragu untuk hadir di pernikahan itu. Akan tetapi dia tidak punya jawaban yang pas untuk menolak pergi.
"Apa alasanku ya untuk tidak pergi?" tanya Kaylin dengan bingung.
__ADS_1
Yuk bantu Kaylin untuk mencari alasan untuk tidak pergi ke pernikahan Zahran.
Adakah yang setuju Zahran bersama dengan Reni?"