Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 23


__ADS_3

Zahran nampak baru keluar dari ruang rapat bersama petinggi rumah Kusuma Group. Dia berjalan dengan percaya diri bersama dengan Amar Kusuma yang merupakan pamannya. Di sebelah Amar Kusuma ada Galuh Kusuma yang merupakan papa Zahran.


Mereka berjalan dengan gagah meninggalkan ruang rapat. Karyawan yang di sana lansung memberi penghormatan kepada petinggi Kusuma Group.


Zahrah ingat bahwa hari ini janji fitting baju bersama Kaylin. Dia melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Udah jam dua, ini bisa - bisa Kaylin ngambek nih." ucapnya pelan.


"Kenapa boy?" tanya Amar kepada keponakannya.


"Gini uncle, aku ada janji dengan Kaylin mau fitting baju, apa nggak apa-apa aku pamit menemui dia dulu?" tanya Zahran kurang enak meninggalkan Komisaris.


Zahran memang baru saja di lantik sebagai CEO Kusuma Group. Dengan di angkatnya Zahran sebagai CEO, maka Amar yang bertugas sebagai komisaris. Sedangkan Galuh Kusuma hanya berperan sebagai anggota dewan komisaris dan penasehat.


"Pergilah, kejar kebahagiaan kamu." ucap Amar yang memang paham dengan kondisi Zahran.


"Terima kasih uncle, uncle memang paling the best, wajar jika uncle selalu di sayang sama keponakan uncle semua." puji Zahran.


"Sudah jangan banyak memuji nanti uncle bisa berubah pikiran." jawab Amar tersenyum.


"Terima kasih uncle."


Zahran berjalan meninggalkan papa dan adik papanya tersebut. Dia tampak bersemangat meninggalkan mereka berdua.


"Kamu harus tegas dengan Zahran, bagaimanapun dia CEO yang bertanggung jawab kepada Kusuma Group, jika dia gagal maka keturunan keluarga Kusuma bisa terancam." ucap Galuh memberikan nasehat kepada adiknya.


"Abang terlalu kaku dari dulu, mereka anak - anak yang hebat bang, aku percaya bahwa Zahran mampu membangun Kusuma Group menjadi lebih hebat." ucap Amar sambil tersenyum.


Galuh menyadari bahwa Amar memang lebih humble daripada dirinya. Makanya anak - anaknya dekat dengan adiknya itu.


Berbeda dengan Galuh yang memang sudah memimpin Kusuma Group sejak umur 27 tahun.


Sedangkan di tempat lain, Kaylin nampak bete menunggu Zahran yang tidak kunjung datang. Dia merasa Zahran tidak pernah serius dengan dirinya. Karena ini kedua kalinya lelaki itu terlambat setelah pertunangan mereka.


"Dia itu hanya terobsesi atau memang menyukai aku?" tanya dirinya sendiri.


"Awas aja dia nggak datang." ucap Kaylin manyun.


Kaylin mencoba menghubungi ponsel Zahran. Namun nomor tersebut sedang tidak aktif.


"Kemana sih dia? kok nggak datang - datang." ucap Kaylin mengomel sendiri.


Kaylin mendengar seseorang sedang bercengkrama. Dia mendengar suara Zahran dari arah belakang. Kaylin tersenyum karena Zahran masih datang walaupun terlambat satu jam.


Saat menoleh ke arah belakang,darah Kaylin lansung mendidih. Zahran datang bersama dengan Reni.


Mereka berdua nampak terlihat akrab mengobrol sambil berjalan. Hati Kaylin merasa sakit melihat hal tersebut.

__ADS_1


"Kenapa dia harus datang dengan dia?" tanya Kaylin dengan hati terluka.


"Maaf sayang Abang terlambat." ucap Zahran tersenyum kepada pujaan hatinya.


"Tidak masalah, mungkin ada yang lebih penting dari yang di sini." jawab Kaylin dengan jutek.


Zahran melihat wajah Kaylin agak jutek kepada dirinya.


"Apa kabar Kay? semoga sehat menjelang pernikahan." ucap Reni.


"Semoga." jawab Kaylin kurang bersahabat.


"Kamu kurang sehat?" tanya Zahrah kepada Kaylin.


"Nggak apa-apa, oke kita lansung aja." ucap Kaylin yang memang belum memulai fitting karena menunggu Zahran.


"Yuk, Ren kami ke sana dulu ya." ucap Zahran.


Reni hanya mengangguk sambil tersenyum. Senyumnya malah membuat Kaylin semakin sakit hati.


Baru beberapa langkah, Kaylin dan Zahran sudah di hampiri oleh desainer yang akan membahas baju mereka.


Zahran sudah tidak peduli kemana perginya Reni. Namun tidak dengan Kaylin. Dia melihat gerak gerik Reni dari jauh.


"Kenapa dia juga seperti fitting baju juga? apa dia juga mau menikah? atau dia di suruh Zahran untuk fitting juga." pikir Kaylin dalam hatinya.


Zahrah memperhatikan calon istrinya yang nampak fokus memperhatikan Reni.


"Abang janjian sama dia? kenapa?" tanya Kaylin agak emosi.


"Abang datang sama dia?" tanya Zahran menyerngitkan keningnya.


"Iya, jika Abang tidak menunggu dia maka kenapa Abang terlambat satu jam ke sini?" tanya Kaylin kesal.


"Sayang, Abang memang terlambat tapi bukan karena Reni, Abang hari ini ada rapat dengan komisaris tertinggi, baru selesai mendekati angka dua, Abang lansung pamit dengan papa dan uncle Amar setelah keluar dari ruang rapat."


"Tapi kenapa bisa datang bersamaan dengan dia jika tidak janjian atau menjemput dia?"


"Abang tidak jemput dia, Abang tadi tidak sengaja ketemu dia di pintu depan, kamu jangan cemburu begitu." Zahrah mencoba menjelaskan.


"Benar?" tanya Kaylin melunak.


"Iya sayang, jangan cemburu lagi."


"Tapi kamu harus janji tidak akan dekat - dekat dengan dia, aku tidak mau kamu dekat Sama dia."


Zahran ragu mengiyakan karena Reni sering ada di acara keluarga. Karena bagaimanapun Reni adalah keluarga jauh dari Alan Adha. Dan Reni merupakan sepupu jauh Azzura yang merupakan kakak ipar Kaylin juga.

__ADS_1


"Mau tidak?" tanya Kaylin cemberut.


"Hay kenapa malah cemburu dengan dia? jika aku mencintai dia maka dia sudah jadi istri aku, Aku tuh sayangnya sama kamu bukan dia."


"Waktu itu pernikahan kalian batal karena dia yang membatalkan bukan kamu." jawab Kaylin semakin kesal.


"Maaf mari kita mulai ukur baju." ucap seorang wanita yang merupakan karyawan dari adik ipar Zahran.


Ya Zahran memenag fiting baju dibutik adik ipar. Butik Beby sudah tersebar di mana - mana. Gaun rancangannya di minati banyak orang. Sedangkan suaminya yang merupakan kembaran Zahran juga sering butuh ide kreatif dari sang istri yang merupakan desainer. Karena perusahaan Zayyan bergerak membuat pakaian dan tas serta lainnya.


"Tunggu sebentar, biarkan kami berbicara berdua dulu di sini." ucap Zahran dengan tenang.


Wanita itu paham bahwa keduanya sedang bersitegang. Ini sering ia saksikan ketika para pengantin datang mengukur baju.


"Kamu dengar baik - baik, aku ngomong hanya sekali, pernikahan kami memang batal karena Reni, tapi ini semua takdir Allah, Allah menggerakkan hati Reni karena Allah tau siapa yang ada di hati ini." ucap Zahran memegang dadanya.


"Abang waktu itu memang salah orang dan tidak mungkin mempermalukan Reni, tapi Allah berkehendak lain."


"Tapi tetap aja Abang tidak pernah mencari aku, jika abang mencintai aku, kenapa harus setahun bisa melamar aku, kemana aja Abang selama ini? bermain wanita yang lain?" tanya Kaylin membuat Zahran terdiam.


Ucapan Kaylin sangat melukai hatinya. Dia memang Playboy akan tetapi dalam hatinya hanya ada angin selatan bertiupkan cinta.


"Ternyata Abang begitu jelek di pikiran kamu Kay, tidak masalah mungkin memang itu kenyataannya, tapi kamu harus tau satu hal." ucap Zahran.


"Apa? alasan lagi?"


"Abang menunda satu tahun untuk menjaga hati Reni."


"Hahaha menjaga hati dia." tawa Kaylin.


"Jangan potong dulu, cukup dengar." ucap Zahran.


"Abang menjaga hati dia bukan karena sayang, tapi menghormati dia, jika dia tidak berbesar hati saat itu, maka Abang tidak akan bisa memiliki kamu, tapi dia memberikan kesempatan kepada Abang untuk mengejar kamu."


"Setahun ini Abang lakukan hanya mengikuti kamu dari jauh, Abang tau apa yang terjadi setahun ini dengan kamu, apapun Abang lakukan termasuk menyingkirkan Nicky lelaki sialan itu." ucap Zahran.


"Maksud kamu?"


"Aku terpaksa investasi dengan dia agar bisa tau informasi tentang kamu dan bisa menjauhkan dia dari kamu."


Kaylin paham arah pembicaraan Zahran. Dia hanya diam mendengarkan penjelasan lelaki itu. Setelah itu Kaylin hanya diam termasuk saat mengukur ukuran baju sudah di mulai


Walaupun tadi sempat bersitegang namun sekarang sudah tidak lagi. Namun tampak masih kaku.


"Setelah ini kemana?" tanya Zahran.


"Pilih cincin."

__ADS_1


"Haruskah?" tanya Zahran.


"Harus." Jawab Kaylin mulai dengan mode ngambeknya.


__ADS_2