
1 bulan kemudian.
"Sayang, kamu ngapain di sini?" tanya Zahran kaget melihat istrinya sedang antri di poli Obgyn.
Kaylin nampak kaget ketika bertemu dengan suaminya. Padahal dia sudah mengatur strategi supaya tidak bertemu dengan suaminya.
"Kay sedang...."
"Sedang apa sayang?" tanya Zahran tersenyum lembut.
"Ibu Kaylin." panggilan dari suster.
"Kamu mau konsultasi?" tanya Zahran masih tersenyum.
Kaylin hanya mengangguk. Dia takut suaminya marah atau kecewa kepadanya karena pergi konsultasi diam - diam.
"Ayok Abang temani." ucap Zahran meraih tangan Kaylin.
Dokter obgyn nampak kaget ketika Zahran CEO Kusuma Group masuk keruangannya. Tidak biasanya lelaki itu masuk ke ruangannya.
"Selamat pagi pak,Ada yang bisa saya bantu dok?" tanya dokter tersebut berdiri dari kursinya menyapa atasannya.
"Tolong periksa istri saya dengan baik." ucap Zahran lansung duduk di kursi yang telah di sediakan.
Kaylin yang berjalan berbarengan dengan Suaminya juga lansung duduk.
"Kita lansung USG aja ya." ucap sang dokter.
"Ayo berbaring di sini buk." ucap sang perawat.
Kaylin berjalan menuju brankar yang ada di ruangan itu. Sang dokter nampak berjalan dari kursinya memasang sarung tangan.
"Izin buka bajunya sedikit ya buk." ucap perawat.
Perawat tersebut memberikan cairan di perut Kaylin. Setelah itu barulah dokter meletakkan alat USG di perutnya.
Zahran yang memperhatikan monitor lansung mendekati istrinya. Dia sebagai dokter paham ketika melihat ada suatu titik pada monitor.
"Sayang kamu hamil." ucap Zahran tersenyum kepada istrinya.
Kaylin tidak percaya mendengar ucapan suaminya. Dia baru saja haid beberapa hari yang lalu.
"Selamat ya dokter Zahran dan buk Kaylin atas kehamilannya, ini ibu lihat anak ibu dan pak Zahran ada di sini." ucap sang dokter.
"Serius dok? tapi beberapa hari yang lalu saya haid, tapi haidnya sedikit aja."
"Sepertinya itu flek Bu, ibu harus bisa menjaga kondisi kehamilan ibu ya karena memang kandungan ibu nampak agak lemah." ucap dokter.
"Berikan dia vitamin yang terbaik." ucap Zahran kepada dokternya.
"Baik dok."
Dokter kembali berjalan ke mejanya. Begitu juga dengan Kaylin bangkit dari brankar di bantu oleh Zahran.
Setelah menuliskan resep, dokter itu lansung memberikan kepada Zahran.
"Ibu jangan banyak beraktivitas dulu ya, semoga ibu dan calon debay sehat - sehat selalu." ucap sang dokter.
"Baik saya permisi." ucap Zahran.
"Ya dok, sekali lagi saya ucapkan selamat ya dok." ucap dokter itu.
__ADS_1
Zahran membimbing sang istri dengan telaten. Sang dokter dan perawat nampak terkesima melihat bagaimana pemimpin mereka menjaga sang nyonya.
"Luar biasa pak CEO kita."
"Istrinya itu yang pelukis sedang naik daun itu loh dok, kebetulan saya penyuka lukisan tapi harganya Ndak mampu untuk beli." ucap sang perawat.
"Ohw, ya sudah panggil pasien berikutnya." perintah sang dokter.
Sedangkan Zahran membawa Kaylin menuju mobilnya Kaylin. Beberapa orang pengawal nampak mengikuti mereka di belakang.
"Besok-besok jangan bawa mobil sendiri, biar di antar sopir aja." ucap Zahran dengan lembut kepada istrinya.
Kaylin bersyukur karena sebulan menikah dengan Zahran tidak pernah sekalipun suaminya meninggikan suaranya.
"Dengar nggak yang?" tanya Zahran.
"Iya." jawab Kaylin tertawa manis melihat betapa cerewetnya sang suami.
"Ketawa pula, emang ada yang lucu?"
"Abang cerewetnya mengalahkan mama mertua, mama Siska aja nggak cerewet kayak gini." ucap Kaylin tersenyum.
"Iya nggak cerewet, tapi kepo sama kayak menantunya." jawab Zahran membuat Kaylin makin tersenyum.
"Sini kuncinya, biar di bawa oleh dia aja." ucap Zahran menunjuk lelaki yang berada di belakangnya.
Zahran memberikan kuncinya kepada salah satu pengawalnya. Dia memang di kawal belakangan ini karena tidak ingin terjadi sesuatu kepada dirinya.
Di dalam mobil, Kaylin hanya menyadarkan di bahu Zahran. Sedangkan suaminya nampak sibuk dengan ponselnya.
Kayli merasa aroma tubuh suaminya seperti candu baru. Dia sangat menyukainya. Kaylin memejamkan matanya.
Zahrah bingung kenapa istrinya diam tanpa menyahut ucapannya.
"Yang." panggil Zahran.
Zahran segera melihat apa yang terjadi. Dia menggenlengkan kepalanya karena istrinya tertidur secepat itu.
"Semoga kamu sehat - sehat selalu sayang, sehat selalu untuk anak kita." ucap Zahran mengusap lengan kiri Kaylin.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Mereka sudah sampai di halaman rumahnya.
Zahran enggan membangunkan Istrinya. Dia lansung mengendong istrinya dengan hati - hati.
Saat masuk ke dalam rumah, sang pengawal dengan sigap membukakan pintu. Salah satu dari mereka mengikuti langkah kaki Zahran karena takut di minta tolong lagi.
"Kamu sampai di pintu kamar ya." perintah Zahran.
Saat melewati ruang tengah, sang mama sedang menonton televisi. Dia kaget saat melihat anaknya menggendong sang menantu.
"Kenapa an dengan Kay?" tanya mama Siska berdiri lalu berjalan mendekati sang anak den menantu.
"Nggak ada apa-apa ma, Kaylin hanya Tertidur." jawab Zahran.
"Kalian ketemuan? katanya Kaylin tadi ada urusan." ucap mamanya.
"Iya ma, Kay sedang hamil, batuan kami dari dokter kandungan." ucap Zahran menerangkan.
"Alhamdulillah, akhirnya mama punya cucu lagi." ucap mama Siska lansung memeluk anaknya.
"Ma, aku masuk dulu, berat juga nih lama - lama." ucap Zahran.
__ADS_1
"Eh iya, kamu nggak usah ikut, biar saya aja yang membantu." ucap mama Siska kepada pengawal anaknya.
"Ya buk, saya permisi." ucap lelaki itu berjalan undur diri.
Sedangkan Zahran dan mama Siska berjalan menuju kamar Zahran dan Kaylin di lantai dua. Mama Siska dengan cekatan membuka pintu kamar.
Mama Siska berjalan agak cepat menyingkapkan selimut yang ada di kasur. Zahrah meletakkan Kaylin dengan hati - hati. Zahran takut Kaylin tersakiti jika ia meletakkan dengan asal - asalan.
"Jadi kandungan Kay agak lemah ma, jadi bantu Zahran jaga Kay ya ma, Zahran tidak mau kenapa - napa dengan Kay dan anakku ma."
"Iya, kamu juga lebih banyak memperhatikan dia, jangan sibuk dengan kerjaan mulu." jawab mamanya meninggalkan anaknya.
Berita kehamilan Kaylin sudah sampai kemana - mana.Mama Siska sudah tidak sabar untuk memberi tau sahabat - sahabatnya yang sudah menjadi keluarga besar.
Malam harinya, Kaylin dan Zahran berjalan menuju meja makan. Mereka berniat untuk makan malam.
Saat di meja makan nampak tidak ada makanan yang terjadi. Mereka bingung kemana sang asisten rumah tangga sampai tidak ada makanan yang tersedia.
"Apa aku yang masak?" tanya Kaylin kepada Zahran.
"Nggak usah , kamu nggak boleh mengerjakan apa - apa." ucap Zahran.
"Maaf tuan dan nona, ditunggu yang lain di taman belakang." ucap sang asisten rumah tangga.
Zahran dan Kaylin bingung seketika. Mereka tidak tau kenapa mereka di tunggu oleh keluarganya.
"Suprise......" ucap semua yang ada di taman .
Kaylin dan Zahran kaget karena taman belakang rumah sudah penuh dengan tamu dan keluarga besar mereka.
"Selamat atas kehamilannya." ucap papa Galuh menyalami mereka pertama.
"Terima kasih pa."
"Selamat ya Kay dan Zahran, semoga sehat selalu sampai dedek bayi lahir." ucap mama Dita sahabat mama Siska.
Mereka yang ada di sana memeluk Kaylin atas kebahagiaan yang telah di berikannya.
Sedangkan saat di pintu masuk rumah Galuh Kusuma. Karena terburu-buru akhirnya dia tidak memperhatikan jalannya.
"Aduwww, jalan pakai mata dong." terdengar suara wanita. Lelaki yang menabrak itu adakah Gala Sky. Gala terkejut saat melihat Reni wanita yang ia tabrak.
"Maaf nggak sengaja Ren." ucap Gala.
"Iya udah deh, lain kali hati - hati." ucap Reni tidak jadi kesal.
Gala melihat Reni nampak seperti terburu - buru.
"Mau kemana? ada sopir?"
Reni hanya menggelengkan kepalanya.
"Tunggu aku sebentar."
Gala nampak berjalan agak cepat. Dia berharap setelah mengucap selamat lansung bepergian dengan Reni.
Semua pihak keluarga nampak sangat senang malam ini. Tidak ada sedikitpun wajah yang bersedih.
Tamat.
Note : untuk cerita Reni dan Gala akan kita bahas setelah novel berikutnya. Terima kasih atas kunjungannya. Tunggu novel berikutnya. See you Bey bey
__ADS_1