Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 16


__ADS_3

Zahran merasa bingung dengan hasil investasi yang di berikan oleh Afif. Dia masih tidak percaya dengan laporan yang diberikan oleh lelaki itu.


Sedangkan pernikahannya dengan Reni hanya tinggal 4 hari lagi. Saat ini hari Zahran semakin di lema. Jika kemaren dia sangat berbahagia, akan tetapi berbeda sekarang.


"Kenapa aku merasa ada yang berbeda? bukannya aku harus senang karena berhasil mendapatkan hati Reni." ucap Zahran dengan ragu.


Zahran nampak melamun di meja makan. Sang mama yang melihatnya lansung menghampirinya.


"Ini masih pagi, udah melamun aja, ada apa?"tanya mamanya.


"Nggak apa-apa ma."


"Kamu lagi ada masalah, mama tau siapa kamu, kamu anak mama, apa ada masalah di rumah sakit?" tanya mamanya.


"Nggak ma, jika ada pasti uncle Amar sudah kalang kabut ma, ceramah panjang sama aku." ucap Zahran mengingat uncle nya yang sekarang menjadi petinggi di rumah sakit milik keluarganya.


"Karna semua demi kebaikan keluarga Kusuma, setelah uncle pensiun dari pekerjaannya, dia sudah berhasil mencetak generasinya, dulu papa kamu juga seperti itu di buat oleh kakek." ucap mamanya.


"Iya ma, aku tau betapa banyaknya karyawan yang menggantungkan hidup di sana."


"Trus kamu ada masalah apa? masa calon pengantin galau?"


"Aku juga bingung ma, akhir-akhir ini aku merasa ragu untuk menikah, aku juga nggak tau ma." ucap Zahran jujur dengan mamanya.


"Itu biasa terjadi sebelum menikah, apalagi jika semakin dekat, karena kata orang itu godaan setan." ucap mamanya.


"Kamu harus bisa melewatinya, karena setan paling senang jika kita gagal menikah, Reni wanita baik, mama kenal siapa keluarganya, apalagi dia masih kerabat om Alan." jelas mamanya lagi.


"Sebenarnya bukan itu ma,ada hal lain mengganjal."


"Apa itu?"


Zahran berpikir apakah ini waktu yang tepat untuk menceritakan kepada mamanya. Tapi dia ragu akan bercerita karena ini cerita yang memalukan sebagai lelaki.


"Apaan?" tanya mamanya.


"Nggak ada ah ma, ini cuma masalah cinta monyet." jawab Zahran.


Ia tidak ingin ada yang tau mengenai masalah cinta monyet itu. Ini hal yang memalukan baginya. Lagian dia juga tidak punya pilihan untuk membatalkan pernikahannya dengan Reni. Bagaimanapun wanita itu sangat baik. Dia tidak ingin mempermalukan wanita dan keluarganya.


"Jadi cinta monyet kamu mampir lagi, ah itu ujian ketika mau menikah, mama ada cerita sedikit, tapi kamu ambil hikmahnya, ini bukan menyalahkan siapa - siapa, ini hanya cerita masa lalu." ucap mamanya.


"Apa ma?"


Zahran memperhatikan wajah mamanya. Wanita yang cantik di mata Zahran nampak sedikit berpikir seperti mencoba mengingat sesuatu.


"Dulu sebelum papa kamu menikahi mama, dia sempat punya wanita idaman, papa kamu sudah lama memendam rasa kepada wanita itu."


"Kenapa ma? apa wanita itu cantik?"


"Entahlah, di mata mama wanita itu sederhana, kecantikannya tidak sebanding dengan Tante Dita, akan tetapi om Bian pun pernah tergila - gila dengannya."


"Pakai pelet."


"Ya nggak lah, karena selera papa kamu dan om Bian hampir sama."


"Mana ada sama ma, buktinya om Bian dapat Tante Dita yang lugu, sedangkan papa dapat mama yang...." ucap Zahrah tidak jadi melanjutkan ucapannya.


"Yang apa ha? kamu mau bilang mama seperti apa ha?" tanya mamanya kepada Zahran.


"Tuh kan mulai, mama cantik, baik tapi sedikit kepo dan ember." ucap Zahran lansung mendapatkan hadiah dari berupa cubitan dari mamanya.


"Kamu mau dilanjutkan ceritanya nggak?" tanya mamanya.


"Ya lanjut ma." jawab Zahran menahan sakit.

__ADS_1


"Om Bian putus dari wanita itu karena ternyata mereka ada hubungan keluarga, setelah itu papa kamu merasa ada kesempatan untuk mendapatkan wanita itu." cerita mama Zahran.


Siska tidak ingin menceritakan terlalu detail kenapa putusnya Abian dengan wanita itu secara detail. Karena baginya tidak etis membicarakan seluruhnya kepada sang anak. ( jika pembaca kepo juga boleh baca novel Dia lelakiku).


"Akan tetapi ketika papa kamu dekat dengan wanita itu, papa kamu malah di jodohkan dengan mama, saat itu mama memang tergila-gila dengan papa."


"Nggak salah sih, mama kan satu frekuensi dengan Beby." ucap Zahran yang tau betul karakter mamanya. Makanya tidak heran mamanya sangat mendukung adik kembarnya yang sedingin es salju untuk menikahi Beby yang pecicilan. ( Nah cerita adik kembar Zahran juga ada di novel Cinta dua saudara).


"Kamu selalu memotong mama, dengarin aja." ucap mamanya kesal.


"Ma itu respon yang baik menandakan aku mendengarkan cerita Mama dengan baik."


"Udah ah, lanjut apa nggak?"


"Ya lanjut lah ma, kan aku belum dapat memetik pembelajaran."


Zahran melihat mamanya menghirup nafas yang dalam.


"Awalnya pernikahan kami seperti di neraka, karena wanita itu tau papa kamu menikah, dan dia di bawa keluar negeri oleh keluarganya, papa kamu sibuk mencarinya ke sana - sini, sampai akhirnya mama menyerah saat itu, mama dan papa ingin bercerai, akan tetapi kakek kamu Hendra Kusuma mengancam kami bahwa tidak akan ada yang bercerai sebelum menjalani pernikahan selama satu tahun. ( cerita mama Zahran dan papa Zahran ada di novel Dia lelakiku).


"Akan tetapi karena kami tinggal di atap yang sama, kami terbiasa bersama, mama mulai cuek, eh papa ternyata sudah mulai jatuh cinta sama mama, bahkan papa kamu mulai bucin dan cemburunya parah sama mama." ucap mamanya.


"Jadi inti cerita ini mama senang karena mama berhasil membuat papa jatuh cinta."


"Pak,pak, pak." Siska memukul bahu anaknya memakai tutup Tupperware yang ada di meja.


"Sakit ma."


"Hati mama lebih sakit dari itu, tau gini anak mama mending mama masukan ke perut mama dulu." ucap Siska kesal dengan anaknya yang jarang memujinya.


"Ma aku hanya bercanda, bodoh jika papa nggak tergila - gila dengan mama, orang mama secantik ini, udah tua aja masih cantik." ucap Zahran memuji mamanya.


"Mama tau nggak, aku sangat bersyukur terlahir dari rahim mama, mama yang cantik, baik, pokoknya paling the best deh." ucap Zahran memeluk mamanya.


"Dasar anak playboy." ucap mamanya membuat Zahran hanya tersenyum saja.


"Kenapa kamu bertanya? dan kenapa kamu yakin wanita itu mendapatkan lelaki tampan?" tanya mamanya.


"Jika papa dan om Bian jatuh cinta sama dia, berarti dia wanita yang istimewa ma." ucap Zahran.


"Ah biasa aja."


"Itu karena mama dan dia pernah menjadi rival."


"Tapi mama dan dia berteman kok sekarang."


"Siapa ma?"


"Itu Tante Mira." jawab sang mama.


"Oh Tante Mira adiknya om Bian."


"Iya, itu adik tirinya, tapi dulu mereka nggak tau bahwa mereka saudara tiri."


"Ohw Tante Mira tidak cantik sih, tapi lebih ke manis aja, tapi selera orang beda-beda ya ma,dia sederhana."


"Iya karena dia sederhana dan mandiri itu yang membuat om Bian dan papa kamu menyukai dia."


"Pantas mama sama Tante Dita masih nampak kayak kaku gitu sama Tante Mira, hahahaha." ucap Zahran sambil tertawa.


"Mana ada, kami biasa aja." ucap mamanya.


"Jadi kamu jangan tergiur dengan masa lalu yang datang ketika pernikahan sudah dekat." pesan mamanya.


"Tapi bukannya itu lebih baik ma sebelum pernikahan itu terjadi, karena pernikahan bukan untuk di mainkan."

__ADS_1


"Iya ,tapi kamu ketika melamar Reni sangat yakin, bahkan kamu melamarnya berkali-kali, kamu begitu susah untuk mendapatkannya, sekarang masa kamu mau mempermalukan dia."


"Nggak ma, aku tidak pernah berpikir untuk membatalkan pernikahan ini." jawab Zahran.


Ya Zahran tidak berniat membatalkan pernikahan ini walaupun dia mengetahui bahwa Reni bukanlah angin selatan itu.


"Bagus."


"Ma menurut mama Kaylin itu cantik nggak?"


Siska menatap anaknya dengan menyergit. Dia tidak paham kenapa anaknya bertanya wanita yang masih masuk bagian keluarga besar mereka.


"Cantik, dia masa lalu kamu?" tanya Siska bertanya.


Siska juga ingat waktu pertama bertemu Kaylin di rumah anaknya Mezza. Wanita itu tampak menatap Zahran dengan mata berbinar-binar.


"Bukan ma."


"Lalu? kamu jatuh cinta sama dia?"


"Bukan juga ma."


"Lalu apa" tanya mamanya.


"Aku juga nggak tau ma, yang aku tau ketika melihat dia bersama lelaki lain hati ini sakit, aku tidak menyukainya ma, tapi entahlah ma." ucap Zahran dengan jujur.


"Mungkin kamu tidak menyadari bahwa kamu menyukai dia, tapi apakah rasa sakit itu sama ketika kamu melihat Reni dengan lelaki lain?" tanya Siska.


"Aku sudah lama menyukai Reni karena aku menganggap dia orang yang mengirimkan aku surat kaleng waktu duduk di SMA ma, tapi aku merasa tidak ada sesakit itu melihat Reni dengan lelaki lain." ucap Zahran.


"Surat kaleng?"


"Jadi begini ma, dulu aku mendapatkan surat kaleng dari seorang wanita, aku ambilkan dulu." ucap Zahran berjalan menuju kamarnya.


Tidak lama kemudian Zahran keluar membawa sebuah kotak, di dalam kotak itu banyak surat dengan kertas yang berbeda - beda warna.


Zahran menceritakan semuanya kepada mamanya tanpa ada yang terlewatkan. Sambil mendengarkan ceritanya,mamanya membaca surat tersebut.


"Ini cerita hampir sama dengan novel yang di tulis oleh angin selatan bertiupkan cinta." ucap mamanya.


"Novel?"


"Iya, mama suka membacanya, penulisnya angin selatan bertiupkan cinta, mama yakin penulisnya adalah wanita yang sama dengan penulis surat ini." jawab mamanya.


"Kenapa mama berpikir seperti itu?" tanya Zahran mencoba menggali informasi dari mamanya sendiri.


"Karena surat ini persis seperti surat yang ada di novelnya, akan tetapi kisahnya happy ending, lelaki yang di kirim surat itu menemukan wanita itu setelah pertama kali melihat wajah wanita itu."


"Mama yakin isi suratnya sama?" tanya Zahran.


"Iya, tapi penulis itu kamu tau nggak siapa nggak? jika kamu tau kamu bisa syok."tanya Mamanya.


"Mama tau?"


"Ya taulah."


"Siapa ma?"


"Dia adalah Kaylin adiknya Ken, wajar jika kamu sakit hati ketika melihat dia berada dengan lelaki lain, karena kamu dan dia udah cinta sama dia walau kamu tidak tau seperti apa dia." ucap mamanya.


"Menurut mama aku mencintai Kaylin?"


"Iya."


Brakkkkkk

__ADS_1


Zahran dan mamanya menengok kebelakang ketika mendengar suara pecahan. Mereka berdua kaget ketika melihat siapa yang datang.


__ADS_2