Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 18


__ADS_3

"Apa?Abang tadi bicara apa?" tanya Kaylin lansung kaget ketika Zahran memanggilnya dengan angin selatan bertiupkan cinta.


"Itu nama pena kamu kan di Bali? aku hanya memanggil nama yang di senangi oleh orang lain." ucap Zahran.


"Tapi itukan juga nama calon istri kamu bang."


"Apa masalahnya jika nama salah, aku aja yang lebai kemaren."


"Baiklah, semoga kamu bahagia bahagia bang, aku pamit." ucap Kaylin berdiri dari duduknya.


"Aku akan antar kamu ke Bali."


"Tidak perlu, kak Reni jauh lebih butuh, lagian calon pengantin tidak boleh bepergian lagi." ucap Kaylin.


"Biarkan aku mengantarkan kamu untuk terakhir kalinya." ucap Zahran dengan memohon.


Dia tidak tau apakah perasaannya setelah ini. Yang pasti setelah menikah, Zahran tidak akan bisa mengejar wanita itu lagi.


"Kamu mesti menjaga perasaan kak Reni dan keluarganya, aku tidak mau di anggap wanita perebut kamu, jadi lebih baik kita berpisah di sini saja." ucap Kaylin dengan tegas.


"Baik jika begitu, semoga kamu segera menemukan jodohmu, dan semoga bahagia."


"Doa yang sama untuk Abang, aku pamit."ucap Kaylin.


Kaylin melangkahkan kakinya meninggalkan Zahran. Zahran hanya memandang punggung wanita itu itu di tempatnya.

__ADS_1


"Tunggu." Zahran berjalan dengan agak cepat. Rasanya ia tidak rela jika wanita itu pergi begitu saja dari hidupnya.


Zahran lansung memeluk Kaylin dari belakang. Dia sangat ingin memeluk wanita itu untuk terakhir kalinya.


Kaylin memberontak karena bagaimanapun saat ini mereka berada di tempat umum. Kaylin juga takut terjadi kesalahpahaman lagi.


"Tolong lepas bang,aku takut nanti ada yang salah paham." ucap Kaylin.


"Biarkan beberapa menit, ini untuk terakhir kalinya." ucap Zahran memejamkan matanya.


Hati Zahran saat ini sangat sakit. Dia menyadari kebodohannya karena tidak pernah mencari tau yang sebenarnya. Dia bahkan gagal menemukan wanita itu.


Setelah beberapa menit barulah Zahran melepaskan Kaylin. Dia mencoba mengikhlaskan Kaylin karena dia tetap akan bertanggung jawab untuk menikahi Reni.


"Kamu baik - baik di Bali ya." ucap Zahran melepaskan pelukannya.


"Maaf dulu aku begitu kasar dan sering menyakiti hati kamu."


"Biasa aja, toh dari keluarga Kusuma memang seperti itu rata - rata."


"Hey keluarga Mahesa, aku beritahu kamu ya, keluarga Kusuma itu sangat ramah, dan kamu hampir saja menjadi bagian dari keluarga Kusuma." ucap Zahran mengucapkan ucapannya dalam hatinya.


Setelah itu akhirnya mereka berpisah di Bandara. Zahran tetap mengantarkan Kaylin ke Bandara karena tidak ingin wanita itu kenapa-kenapa.


Setelah berpisah, Zahran kembali kerumah sakit. Dia ingin menjenguk Reni kembali.

__ADS_1


Sedangkan Reni sedang duduk melamun memikirkan apa yang terjadi tadi di rumah keluarga Mahesa. Dia menyesali tindakan yang dilakukannya karena emosi.


"Ren, mikirin apalagi?" tanya mamanya.


"Ma, gimana nasib pernikahan aku? aku sedang begini." ucap Reni.


"Emang apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kamu bisa jatuh di tangga rumah Azzura?" tanya mamanya.


"Aku kurang hati - hati aja ma." Reni tidak berani mengatakan yang sebenarnya.


"Makanya lain kali berhati-hati, ini gimana dengan pernikahan? kamu terpaksa harus di kursi roda "


"Ma, bisa nggak pernikahan mundur dulu ma, aku ingin fokus berobat keluar negeri." ucap Reni mencari alasan.


"Tapi ini tinggal dua hari lagi ren, kamu serius? bagaimana jika keluarga Zahran tidak terima?"


"Aku yang akan bicara dengan Zahran ma, aku hanya ingin menyakinkan diriku sendiri ma, apakah aku bisa mencintai Zahran dengan tulus ma, aku ingin memastikan lagi."


"Kata orang mendekati pernikahan itu banyak ujian ya, nah fase itu yang kamu alami sekarang."


"Ma, ini biar aku yang menenangkan dulu ya ma, mama tolong kasih aku kesempatan berpikir."


"Tapi jika keluarga Zahran tidak mau, maka pernikahan ini tetap lanjut, karena bagaimanapun Zahran itu keturunan Kusuma, jadi kita tidak bisa menyakiti perasaan dia."


"Asal mama tau aja, bisa - bisa dia yang meninggalkan aku setelah dia tau bahwa wanita itu bukan aku." ucap Reni dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2