Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 21


__ADS_3

Kaylin terduduk di depan kaca hias yang tersedia di ruang ganti. Kaylin juga kurang paham gimana konsep acara hari ini.


Dia merasa sangat aneh sekali karena di acara lelang lukisannya kali ini dia di minta tampil memukau.


Kaylin telah siap di hias. Dia menunggu acara di mulai. Kaylin kembali membayangkan apa yang terjadi ketika di pesawat tadi.


"*Kamu tenang, kita tidak akan kenapa - Napa, percaya sama aku." Kaylin mendengar ucapan lelaki itu sangat menenangkan.


Kaylin merasa tenang setelah itu. Ketakutannya seolah hilang saat di peluk oleh lelaki itu.


Cuaca yang buruk di Bandung membuat pesawat agak lama mendarat. Pesawat berputar - putar di atas udara kurang lebih tiga puluh menit.


"Bang."


"Hmmmmm."


"Ini kapan turunnya pesawat? dari tadi kayak berputar - putar aja."


"Sebentar lagi, kamu tenang aja, jika matipun ada aku menemani kamu." ucap Zahran bercanda.


"Apaan sih? siapa juga yang mau mati berdua dengan kamu." ucap Kaylin kesal.


"Ini buktinya betah di peluk."


Kaylin langsung melepaskan pelukannya. Namun Zahran kembali memeluk wanita itu.


"Sini aja, nanti kamu malah semakin takut jika melihat ke bawah."


Kaylin hanya patuh karena saat ini memang dirinya sedang takut. Semakin pesawat sudah mendarat, dia tertidur di pelukan lelaki itu.


"Kay bangun."


Kaylin membuka matanya saat mendengar namanya di panggil. Dia mengucek matanya saat melihat lelaki tampan itu di sampingnya.

__ADS_1


"Yuk turun."


"Dari tadi?"


"Nggak juga, yuk udah kosong."


Kaylin melihat pesawat sudah kosong. Hanya beberapa pramugari masih berdiri dan ada yang mondar-mandir dalam pesawat.


Kaylin berniat mengambil kopernya dari atas bagasi. Namun dengan cepat Zahran telah menurunkannya.


"Ayo." Zahran menggenggam tangan wanita itu dengan erat membuat wanita itu hanya menatap ke arah tangan tersebut*.


"Kaylin, Kaylin, Kaylin." Kaylin tersadar saat seseorang menggoyangkan bahunya. Dia segera sadar dari lamunannya.


"Mikirin apa sih? kok segitunya melamun sampai nggak sadar dipanggil."


"Ada apa ?" tanya Kaylin kepada seorang wanita yang berperan sebagai manager penjualannya sekaligus sahabatnya.


"Sudah waktunya keluar dari sini, para undangan sudah mulai berdatangan."


Tepuk tangan meriah saat Kaylin keluar dan duduk di kursi yang telah di sediakan. Banyak tamu - tamu penting yang hadir dalam acara pelelangan lukisan Kaylin.


Uang hasil pelelangan lukisan tersebut akan di sumbangkan kepada korban banjir bandang di Jawa Barat.


Kaylin melihat sekelilingnya banyak makanan. Ia juga melihat banyak tamu yang sepertinya dia tidak mengundangnya.


"Apa ini undangan dari Maya?" tanyanya bingung.


Kaylin mulai menyapa satu persatu undangan yang datang. Dia tidak lupa untuk menyuruh mereka untuk mencicipi makanan yang telah tersedia.


"Sepertinya banyak undangan yang aku tidak kenal." ucapnya lagi.


Kaylin akhirnya memilih duduk di kursinya. Tidak lama kemudian Ken dan istrinya datang. Mereka duduk di sebelah Kaylin.

__ADS_1


"Selamat Kay, semoga acara pelelangan ini sukses." ucap Azzura.


"Terima kasih kak."


"Kamu hebat Kay bisa melaksanakan acara amal semewah ini." puji abangnya Ken.


"Ibu tidak ada campur tangan Abang? karena banyak tamu yang Key tidak kenal." jawabnya.


"Abang malah tidak tau sama sekali, Abang aja baru sampai tadi sore, mama agak capek jadi kayaknya istrirahat sebentar di kamar." ucap Ken.


Kaylin mengangguk paham. Dia mengerti kondisi kesehatan mamanya.


"Baik, acara pelelangan akan kita mulai, mari merapat." terdengar suara MC sudah memulai acara dari atas panggung.


"Lukisan ini sangat legendaris satu tahun yang lalu, lukisan ini di buat oleh Angin selatan bertiupkan cinta ketika masih beberapa tahun yang lalu, dan siap di lelang malam ini untuk acara sosial."


"Lukisan ini salah satu lukisan yang berharga bagi angin selatan bertiupkan cinta, berapakah harga tertinggi dari lukisan ini."


"20 juta." ucap salah seorang mengangkat tangan.


"Wow 20 juta untuk pemula, lukisan ini sangat punya kenangan tersendiri bagi sang pelukis."


"50 juta." jawab Ken.


Kaylin kaget saat sang kakak juga ikut menawar lukisannya.


"Wow abangnya sang pelukis ingin mendapatkan lukisan berharga sang adik." ucap MC.


"kenapa Abang juga ikut?"bisik Kaylin.


"Abang mau berpartisipasi, lagian itu lukisan pertama kamu kan?"


"Pertama terkenal." jawab Kaylin.

__ADS_1


"100 juta." jawab seseorang yang baru masuk.


__ADS_2