Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 13


__ADS_3

Kaylin sedang menyetir mobilnya menuju acara tempat galerinya. Ia sedang asik menikmati perjalanan sambil memutar musik kesukaannya.


Namun ketika Kaylin sedang berada di pertigaan, tiba - tiba ada sebuah mobil dari arah kiri. Tanpa bisa menghindari akhirnya mobil kaylin menabrak mobil berwarna putih tersebut.


Braaaakkkk


Kaylin sangat kaget ketika mobilnya menabrak mobil tersebut. Dia tidak bergerak sama sekali karena sangat takut sekali.


Dari dalam mobil nampak seseorang berjalan menghampiri mobilnya. Lelaki itu mengetuk pintu mobil Kaylin dengan tidak sabar.


"Keluar kamu." ucapnya.


Kaylin terpaksa membuka pintu mobilnya. Dia seperti mengenal lelaki yang berada di hadapannya. Namun dia benar-benar lupa.


"Kamu Kaylin kan?" tanya Lelaki itu.


"Iya, wajah kamu seperti kenal, tapi siapa ya?" tanya Kaylin.


"Kamu nggak berubah dari dulu, aku Nicky, teman kamu satu kelas dulu saat di kelas 7."


Kaylin mencoba mengingat kembali teman - teman kelas 7. Dia mencoba mengingat teman yang bernama Nicky.


Ada yang bernama Nicky saat di kelas 7, namun Nicky itu sangat culun. Sedangkan yang berdiri di hadapannya adalah lelaki tampan.


"Kamu Nicky yang mana?" tanya Kaylin masih ragu.


"Aku Nicky, dulu duduk sebangku dengan Danu." ucap Nicky.


Kaylin mencoba kembali mengingat Danu teman semasa SMP. Dia ingat Danu, lalu dia menyadari bahwa memang Dicky culun yang duduk di sebelah Danu.


"Kamu Dicky Saputra?" tanya Kaylin menyebut nama lengkap lelaki itu.


"Iya, itu aku." ucap Nicky dengan sumringah.


"Kamu berubah banget ya." ucap Kaylin.


"Hahahaha, tapi aku tampan kan Sekarang?" tanya lelaki itu dengan percaya diri.


"Iya sih, jadi gimana ini, kamu yang berbelok tiba-tiba." ucap Kaylin.


"Hey mobil kamu yang menabrak mobil aku."


"Hey di mana - mana harus mendahulukan yang lurus dulu, kamu gimana sih bisa dapat SIM." ujar Kaylin.


"Kamu yang datang tiba-tiba, aku lebih dulu masuk, tapi tiba - tiba kamu udah menabrak."


"Ah kamu ini memang mengesalkan, pokoknya kamu yang harus ganti rugi." ucap Kaylin tidak mau kalah.


Kaylin bahkan tidak mau rugi dengan mengeluarkan uang sepersen pun untuk memperbaiki mobilnya. Tadinya memang nyalinya ciut, tapi melihat siapa lawannya dia kembali berani.


Nicky yang dulu selalu mengalah dengan lawan bicaranya. Makanya dia mengambil kesempatan sebaik - baiknya.


"Kamu yang harus ganti rugi mobil aku, jika tidak mari kita selesaikan di kantor polisi, karena dari posisi mobil kamu saat ini, polisi akan tau siapa yang salah." ucap Nicky.


Kaylin sangat malas berurusan dengan polisi.Melihat Nicky yang sekarang Kaylin juga kurang yakin bahwa lelaki itu masih memiliki sifat yang sama.

__ADS_1


"Gini aja deh, kita buat kesepakatan, kita perbaiki mobil masing-masing." ucap Kaylin mencoba berkompromi.


"Tidak bisa, kamu yang harus membayar biaya perbaikan mobil aku, karena di sini kamu yang menabrak, kita memang teman lama, namun soal uang tidak bisa berteman." jawab Nicky namun y


terdengar menyebalkan di telinga Kaylin.


Karena Kaylin malas memperpanjang masalah akhirnya dia memilih mengalah.


"Baiklah, karena aku sedang sibuk pagi ini, maka nanti akan aku hubungi."


"Baik, ada jaminannya, takut aja nanti kamu pergi."


"Baik, silahkan masukkan nomor kamu di sini." ucap Kaylin menyodorkan ponselnya kepada Zahran.


Zahrah memasukkan nomornya di ponsel kaizen. Setelah menyimpan nomornya, dia lansung menghubungi nomor ponselnya.Ponsel Nicky lansung berdering.


"Itu nomor aku, nanti kita bertemu di bengkel langganan aku." ucap Kaylin.


"Nggak bisa, harus di bengkel langganan aku." ucap Nicky.


"Hey kamu mau nipu aku? aku nggak akan mau, dalam mimpi mu aja, udah urusan kita udah selesai, aku harus pergi." ucap Kaylin terburu-buru.


"Hubungi aku atau kita berurusan dengan polisi." ucap Nicky.


"Iya, Kaylin Mahesa tidak pernah ingkar Janji." jawab wanita itu akhirnya meninggalkan Nicky.


Nicky pun kembali berjalan menuju mobilnya setelah Kaylin masuk ke mobilnya.


Kaylin kembali menjalankan mobilnya menuju galerinya yang baru. Hari ini adalah hari penting baginya.


Hari ini adalah acara pembukaan galery terbaru. Semua keluarga Kaylin sudah berdiri di depan menunggunya. Ken dan istrinya datang lansung dari bandara. Sedangkan mamanya juga sudah beberapa hari di Jakarta karena kangen dengan abangnya itu.


"Selamat sayang, akhirnya cita - cita kamu terwujud." ucap Ken lansung memeluk adiknya.


"Terima kasih bang." ucap Kaylin.


"Jadi nama beken kamu Angin selatan bertiupkan cinta, berarti lukisan di rumah itu yang lukis Kaylin?" ucap Azzura.


"Namanya lucu kan? mama juga bingung kenapa dia memakai nama itu, padahal banyak nama yang lebih keren daripada itu." ucap sang mama ikut menimpali.


"Ma itu sangat keren, orang akan sudah menemukan siapa aku."


"Bukannya orang pengen cepat terkenal?" tanya mamanya.


"Aku sudah terkenal sebagai Kaylin Mahesa ma, jadi cukup jangan tambah lagi, nanti aku nggak punya privasi apapun." ucap Kaylin.


"Ayuk, kapan gunting pita?" tanya Ken.


"Sebentar lagi bang, tunggu yang lain datang." ucap Kaylin.


"Maaf terlambat nggak?" terdengar suara seorang wanita.


Kaylin lansung membalikkan badannya saat mendengar suara seseorang wanita di belakangnya. Dia agak sedikit kaget karena di sana ada Reni dan Zahran.


Zahran nampak agak ogah-ogahan datang ke sini. Kaylin sangat tau bahwa lelaki itu malas datang ke tempatnya.

__ADS_1


"Siapa yang suruh mereka datang ke sini? aku nggak suruh mereka datang." ucap Kaylin dalam hati.


"Kamu ke sini mewakili undangan dari pak Azzam, karena beliau tidak bisa hadir, maka Renilah yang di suruh, aku ke sini hanya untuk menemani Reni." ucap Zahran paham apa yang ada di pikiran wanita yang berdiri di hadapannya.


"Nggak ada yang nanya." ucap Azzura sambil tersenyum.


"Nggak menjelaskan aja, sebelum salah paham lebih baik dijelaskan." jawab Zahran.


"Siapa juga yang salah paham, datang atau tidak tidak ada pengaruh buat potong pita galeri ini." jawab Kaylin dengan kesal.


"Aku tinggal masuk sebentar ya." ucap Kaylin masuk ke dalam galeri. Dia sangat malas untuk bertemu dengan lelaki yang bernama Zahran.


Ada yang aneh dengan hati Zahran. Ketika Kaylin tampak tidak peduli dengannya membuat hatinya terasa sakit. Dia merasa ada kekecewaan dalam hatinya.


Tidak lama kemudian acara prosesi potong pita akhirnya di mulai. Kaylin nampak sangat bahagia. Dia tidak ingin merusak kebahagiaannya dengan kedatangan lelaki itu.


"Terima kasih atas kehadiran semua, dengan bismillah saya buka galeri ini semoga ada yang cocok dengan semua, untuk bulan ibu kami akan beri diskon." ucap Kaylin.


Setelah potong pita, banyak pengunjung yang masuk ingin melihat hasil lukisan yang di pamerkan.


Zahran dan Kaylin juga ikut menelusuri galeri tersebut. Zahran cukup terhipnotis dengan lukisan yang ada di dalam galeri itu.


"Ternyata bakat dia luar biasa." gumam Zahran.


"Iya, nama penanya Angin selatan bertiupkan cinta, nama yang unik." jawab Reni.


"Nama yang unik dong, kan dia menciplak dari kamu." jawab Zahran.


"Menciplak apanya? siapa yang menciplak?"


"Angin selatan bertiupkan cinta, itu kan nama pena kamu." ucap Zahran.


"Kamu ngomong apa sih, kamu ngawur ah." jawab Reni.


"Kok ngawur? kamu jangan bercanda ah, aku pertama tau angin selatan bertiupkan cinta itu dari kamu."


"Sejak kapan pula aku memakai nama itu? aku saja bahkan tidak pernah terpikirkan nama itu, romantis sekali aku jika bisa merangkai kata seperti itu."


Zahran agak bingung dengan pernyataan Reni. Dia juga tidak paham dengan perkataan wanita itu.


"Apakah bukan dia pengiriman surat kaleng itu? jika bukan dia lalu siapa?" tanya Zahran dalam hatinya.


"Aku harus selidiki lagi masalah ini." ucapnya lagi dalam hati.


"Kok kamu malah bengong,ayo kita jalan." ucap Reni.


Mereka berjalan menuju lukisan yang lain. Namun saat sampai di tempat lukisan yang lainnya, zahran tidak begitu memperhatikan lukisan tersebut.


Dia memperhatikan Kaylin yang sedang bercengkrama dengan seorang lelaki yang nampak tampan. Kaylin nampak banyak tersenyum daripada saat bersamanya.


"Kenapa aku merasa ingin menendang pria itu? aneh sekali." ucap Zahran dalam hati.


Tiba-tiba pandangan mereka bertemu namun kaylin dengan cepat membuang mukanya.


"Sial, dia membuang muka segala." ucap Zahran dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2