
Kaylin nampak sibuk membaca laporan yang dikirim oleh anak buahnya dari Bali. Dia merasa ada yang aneh dengan laporan yang ia terima.
Selama dua Minggu ini Kaylin memang belum ada kembali ke Bali. Dia hanya menunggu laporan dari anak buahnya.
"Kenapa ada yang aneh dengan laporan ini?" tanya Kaylin bingung di kamarnya sendiri.
Kaylin berjalan menuju luar kamarnya. Dia hendak bertanya kepada sang Abang. Dia tersenyum melihat abangnya sudah berdiri di meja makan pertanda sudah selesai sarapan.
"Bang sibuk nggak?"
"Ini buru - buru mau rapat."
"Bang, Kay mau minta bantuan baca laporan ini."
"Sama kakakmu aja ya, Abang sibuk banget Minggu ini." jawab abangnya berlalu meninggalkan adiknya.
Kaylin hanya manyun ketika abangnya Ken berlalu meninggalkannya dengan terburu-buru.
Kaylin menatap horor kepada sang kakak ipar sambil menyerahkan kertas yang ada di tangannya.
Azzura melihat laporan tersebut lansung garuk kepala. Ia hanya tersenyum saja melihat laporan tersebut.
"Sejak kapan dokter jantung paham baca laporan kayak begini?" tangan Azzura meyengir.
"Lalu kenapa di suruh ke kakak?" tanya Kaylin.
"Mending kamu tanya Zahran aja deh." ucap Azzura memberikan pendapat kepada adik iparnya.
"Mending aku tanya orang lain aja daripada dia." jawab Kaylin meninggalkan kakak iparnya.
"Hey nggak boleh ngomong begitu, kalian harus selesaikan masalah kalian berdua, pernikahan kalian tinggal sepuluh hari aja lagi." ucap Azzura.
"Biar aja, dia aja diam aja." jawab Kaylin semakin kesal.
Sudah seminggu lebih semenjak pertengkaran itu, namun Zahran masih belum menghubunginya. Kaylin juga tidak mau menghubungi lelaki itu karena menyangkut harga dirinya.
"Mungkin sepupu kakak sudah lupa mau nikah, atau dia sudah menemukan pengganti yang baru." ucap Kaylin dengan sengaja agar kakak iparnya menyampaikan kepada lelaki itu.
"Husss kok ngomong kayak gitu." tegur Azzura kepada adik iparnya.
Kaylin dan Azzura memang sudah dekat semenjak Azzura kembali kepada sang abangnya. Azzura sudah memberikan dua keponakan untuk dirinya.
"Memang kenyataannya sepupu kakak itu playboy."
"Itu masa lalu, kamu beruntung Zahran tidak seperti Ken di masa lalu." ucap Azzura.
"Abang hanya terpaut cinta pertama kali, dia tidak playboy seperti Zahran."
"Iya, tapi jika kamu sudah siap menerima dia maka kamu tidak boleh berkata seperti itu, kakak bicara bukan karena kakak sepupu Zahran, tapi karena kakak adalah ipar kamu." ucap Azzura memberi jeda.
"Setiap orang mempunyai masalah yang berbeda-beda, dulu kakak dan Abang kamu juga hampir sama dengan kamu, kakak mencintai Abang kamu dari zaman sekolah, bedanya Zahran juga mencintai kamu walaupun dia belum pernah melihat kamu, sementara Abang kamu tidak." cerita Azzura.
"Abang kamu menikah karena tidak terima karena mantannya menikah duluan, sedangkan kamu tidak demikian, dan kamu tau akhirnya gimana dengan pernikahan kamu saat itu, akan tetapi Abang kamu menyadari kesalahannya, dia berubah sebaik mungkin." Kaylin hanya menatap sang kakak ipar tanpa tau apa isi yang ada di benak sang kakak ipar.
__ADS_1
"Kakak bersedia menerima Abang kamu kembali, maka kakak harus terima semua kekurangan Abang kamu di masa lalu, kakak tidak boleh mengungkitnya kembali,demi keutuhan rumah tangga kami, nah kakak harap kamu juga begitu." nasehat Azzura.
"Baik kak."
"Berbaikan sama Zahran, tidak apa-apa meminta maaf terlebih dahulu, jangan egois dia - duanya."
"Mungkin setelah Kay dari Bali kak."
"Kamu mau ke Bali?" tanya Azzura kaget dengan jawaban sang adik ipar.
"Iya, aku mau ke Bali dalam beberapa hari, setelah itu aku akan bicara dengan dia, ini aku mau beberes dulu kak." ucap Kaylin akhirnya memutuskan berangkat ke Bali siang ini juga.
"Kamu serius, ini mendekati pernikahan, kata orang pamali bepergian mendekati pernikahan."
"Ini urgen kak, aku memang harus berangkat." ucap Kaylin yakin dengan keputusannya.
Setelah menyiapkan barangnya secukupnya, akhirnya Kaylin berpamitan kepada mamanya dan sang kakak ipar.
Mamanya awalnya melarang Kaylin. Namun karena alasan Kaylin kuat dan jelas membuat mamanya tidak punya pilihan lagi.
...****************...
Zahran kaget mendengar laporan dari anak buahnya yang mengatakan bahwa Kaylin sedang di Bali. Seminggu lebih tanpa komunikasi dengan wanita itu karena sibuk dengan urusannya. Namun dia kaget ketika mendapati laporan bahwa wanita itu sudah berangkat satu hari yang lalu.
"Kenapa kalian baru melaporkan hari ini? sejak kemaren kemana saja kalian?" tanya Zahran agak emosi.
"Kami sebenarnya mau melapor kemaren pak bos, namun pak bos terlalu sibuk." jawab anak buahnya.
"Kemaren ketika sampai di Bali dia lansung ke Galeri milik Nona Kaylin sendiri, setelah itu dia nampak kusut keluar dari Galeri menuju toko - toko penjualan lukisan milik nona Kaylin di sejumlah titik, namun seperti ada yang tidak sesuai dengan harapan nona kaylin,nona juga menemui Nicky sahabatnya yang ada di sana."
"Ngapain mereka bertemu?"
"Saya kurang tau pak bos, nona nampak nampak bahagia sekali bertemu dengan lelaki itu, yang saya liat, lelaki itu nampak sangat mencintai nona."
"Itu saya tau." ucap Zahran semakin emosi.
"Kamu selidiki lagi, berikan pengawasan kepada Nona Kaylin." perintah Zahran kepada anak buahnya.
"Baik pak bos."
Setelah anak buahnya keluar dari ruangannya, Zahran lansung menelpon seseorang. Semua terjadi di luar rencananya.
"Carikan saya tiket ke Bali siang ini juga, dan ganti semua planning." ucapnya.
Zahran nampak serius dengan ucapannya di jaringan seluler itu.
"Terjadi perubahan rencana, ingat saya tidak mau semua terjadi berantakan." ucap lelaki itu mewanti - wanti anak buahnya.
Zahran memeriksa laporan yang ada di mejanya. Semua laporan yang ada di mejanya nampak salah baginya. Banyak para direktur yang kena marah oleh dirinya. Apalagi jika dia melihat dokter yang masih berleha-leha ketika ada pasien gawat darurat.
Semua yang masuk ke ruangannya pasti kena semprot. Maka dari itu semua memilih menjauh dan jaga jarak serta memperbaiki pekerjaan mereka.
Setelah asistennya datang membawakan tiket, membuat Zahran semakin tidak sabar menyusul Kaylin ke Bali.
__ADS_1
Zahran baru saja turun di Bandar Internasional ngurah rai. Dari sana dia lansung menuju ke villa milik keluarganya.
Malam harinya Kaylin nampak mengantuk dengan kertas - kertas yang ada di meja kerjanya. Sejak kemaren dia hanya sibuk dengan kertas - kertas itu.
Kaylin melihat angka jam telah menunjukkan pukul 23.56.
"Hoah, udah mau jam 12 aja." ucapnya lansung menghentikan pekerjaannya.
"Hari ini aku mau 25 tahun, kira - kira siapa yang pertama menghubungi aku? apa ada yang ingat?" tanya Kaylin dalam hatinya.
Kaylin berjalan meninggalkan ruang kerjanya menuju kamarnya. Saat membuka pintu;
"Happy birthday." Kaylin kaget melihat mama, Ken dan kakak iparnya.
"Loh kalian sejak kapan di sini?" tanya Kaylin kaget.
"Rahasia, selamat ulang tahun adikku sayang." ucap Ken memeluk adiknya.
"yeeeee, akhirnya 25 tahun, kami punya kado spesial untuk kamu." ucap Azzura.
"Tapi harus pejam mata dulu." ucap Ken.
"Apaan sih?" tanya Kaylin penasaran.
Azzura dan Ken membawa adiknya berjalan menuju suatu tempat. Sedangkan mamanya hanya ikut sambil tersenyum.
"Kemana ini?" tanya Kaylin.
"Diam dan ikuti saja."
Kaylin merasa sudah jauh berjalan dari kamarnya. Dia tidak tau suprise apa yang di berikan oleh kedua kakaknya.
"Ayo di buka."
Kaylin membuka matanya. Dia melihat Zahran berdiri sambil tersenyum memegang kue ulang tahun. Di belakangnya bertuliskan " Happy birthday Kaylin, Will you Merry me?
Kaylin melihat Zahran berjalan mendekat ke aranya." Angin selatan bertiupkan cinta, aku adalah angin 4 penjuru mengajak kamu menikah esok hari, tepat di hari ulang tahun kamu ke 24, maafkan aku atas sikapku Minggu lalu, kami hanya ngeprank kamu saja." ucap Zahran dengan serius.
"Maafkan Abang ya telah membuat Kay uring-uringan, ini cincin yang Kay mau." ucap Zahran memperlihatkan cincin pilihan wanita itu.
Kaylin tersenyum kepada lelaki itu walaupun ia kesal karena di prank oleh lelaki itu.
"Mau menikah dengan Abang besok pagi?"
"Emang bisa mendadak begitu?" tanya Kaylin.
"Bisa dong, Abang sudah mempersiapkan semua dalam seminggu ini, eh tiba - tiba kamu ke Bali, akhirnya berubah rencana hari ini juga." jawab Zahran.
"Besok pagi kita akan lansungkan pernikahan, lalu pesta out dor, lalu nanti besoknya di Jakarta kita adakan lagi, semua sudah siap tinggal menunggu jawaban dari sang ratu." ucap Zahran.
"Bagaimana ratuku?" tanya Zahran.
Kaylin mengangguk setuju dengan semua rencana Zahran. Dia bahagia sekali walaupun kemaren - kemaren dia kesal.
__ADS_1