Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 20


__ADS_3

1 tahun kemudian.


Kaylin nampak sedang kesal dengan Nicky yang terlambat datang menjemputnya. Beberapa bulan terakhir ini, Kaylin dan Nicky akrab kembali.


Kaylin juga sudah tau bahwa Nicky pemilik bengkel langganannya. Kaylin memang mencoba membuka hatinya untuk Nicky.


Kaylin sudah mondar-mandir sambil mencoba menghubungi Nicky. Namun tidak ada jawaban dari pria tersebut.


"Kemana sih ini lelaki? heran nggak biasanya dia nggak tepat waktu." gumamnya.


Kaylin mencoba mencoba menelpon kembali. Namun dia masih tidak menemukan jawabannya.


"Awas aja dia nanti." ancamnya sambil kesal.


Kaylin sudah berdiri di teras rumahnya. Tiba-tiba dia mendengar suara mobil dari luar pekarangan rumahnya.


Kaylin berjalan ke arah pagar rumah. Dia melihat mobil Nicky yang sudah terparkir.


"Kok lama banget sih." ucap Kaylin dengan kesal.


"Tadi ada urusan sebentar, ayo masuk." jawab Nicky.


Nicky melajukan mobilnya setelah Kaylin duduk di kursi penumpang di bagian depan.


"Aku sedang terburu-buru, eh kamu malah lambat."


"Tenang, jangan ngomel, ini Bali bukan Jakarta yang macet." jawab Nicky santai.


"Emang kamu kemana aja sih?" tanya Kaylin.


"Tadi ada klien dari Jakarta minta ketemu, dia mau investasi di kantor, jadi lupa ngabarin kamu agak terlambat jemput."


"Kamu ini, jika terlambat bagaimana?"


"Hei penerbangan masih dua jam lagi, tenang dan santai."


"Kamu yakin nggak ikut menemani aku ke sana?" tanya Kaylin memastikan lagi kepada Nicky.


"Aku mau menemani kamu kemana aja, tapi masalahnya aku lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan proyek terbaru aku."


"Memang kamu kerjasama dengan siapa sih? kok kayaknya semangat banget dengan proyek baru ini."


"Kamu kenal Zahyan Kusuma?"


Ketika Nicky menyebut Zahyan Kusuma, tiba-tiba wajah kembarannya yang melintas di benak Kaylin.


"Kenalkan?" tanya Nicky lagi.


"Kenapa memang? dia investornya?"


"Bukan, tapi yang Investasi kali ini adalah kembarannya Zahran Kusuma."


Mendengar nama lelaki itu tiba - tiba saja jantung Kaylin berdebar kencang. Sudah setahun dia tidak bertemu dengan lelaki itu, tapi entah kenapa jantungnya berdebar seperti itu.

__ADS_1


"Kenal nggak?"


Kaylin menggelengkan kepalanya.


"Dia dokter spesialis penyakit dalam yang terkenal loh, banyak yang berobat kepadanya, selain itu dia juga calon CEO Kusuma Group, kamu taulah Kusuma Group itu cukup besar, namun dia sangat semangat dalam berinvestasi." cerita Nicky dengan semangat.


"Mungkin dia mau sukses, atau banyak wanita yang di biayanya jadi dia harus bekerja keras." jawab Kaylin merasa malas membahas lelaki itu.


"Iya sih, dia terkenal playboy."


"Bahkan setelah setahun dia gagal menikah, namun dia tidak pernah mencari aku, di sini aku telah paham bahwa aku tidak pernah ada di hati dia." ucap Kaylin dalam hatinya.


Nicky melirik ke arah Kaylin sekejap. Dia melihat bahwa wanita itu tengah duduk melamun.


"Mikirin apa sih?" tanya Nicky.


"Nggak apa-apa, hanya mikirin acara nanti."


"Harusnya kamu berangkat kemaren, ini acara hari ini tapi kamu hari ini juga berangkatnya." ucap Nicky memberikan pendapat.


"Kan acaranya masih malam." jawabnya santai.


Mobil telah berhenti di parkiran Bandara. Nicky mengantarkan Kaylin sampai di pintu masuk.


Setelah berpisah Kaylin lansung cek in. Dia menunggu di ruang tunggu. Kaylin memesan kelas ekonomi untuk saat ini.


Sambil menunggu di ruang tunggu, wanita itu memainkan ponselnya. Dia menonton sebuah Film yang sudah di tontonnya berulangkali. Namun dia masih suka menontonnya.


Kaylin berjalan masuk ke dalam pesawat dengan santai. Dia berjalan membawa tas kecil serta koper kecil.


Kaylin duduk di kursi yang tertera sesuai dengan nomor yang tertera di tiketnya. Dia lansung mengatur fitur mode pesawat.


Kaylin membaca bacaan yang ada di sediakan oleh pesawat. Dia mulai merasa bosan walaupun pesawat belum bergerak sedikitpun karena masih ada penumpang yang belum naik.


Kaylin melihat beberapa penumpang masih baru masuk dan duduk di kursi yang telah di sediakan.


Kaylin melihat ke arah jendela. Dia sedikit melamun memandang kearah sana.


"Permisi."


Seorang lelaki meminta permisi kepada penumpang yang duduk di bagian pinggir. Kaylin malas untuk melihat karena dia tau bahwa itu pasti penumpang laki - laki.


"Kenapa keduanya penumpang laki-laki?" tanya Kaylin dalam hatinya.


"Waduh pasti nggak nyaman banget." ucapnya lagi dalam hati.


"Kaylin."


Mendengar namanya dipanggil, membuat wanita itu menoleh ke arah lelaki yang memanggilnya. Kaylin sangat kaget melihat siapa yang duduk di kursi sebelahnya.


"Kamu." ucap Kaylin masih belum bisa menetralisir jantungnya.


"Kamu di sini juga, apa kabar?"

__ADS_1


"Baik." jawab Kaylin basa - basi.


Dia tidak menyangka akan bertemu Zahran Kusuma di dalam pesawat ini. Apalagi dia sengaja memesan pesawat kelas ekonomi.


"Kamu nggak apa-apa naik kelas ekonomi bang?" tanya Kaylin tersenyum mengejek.


"Memang kenapa jika naik kelas ekonomi? aku sering kok bolak - balik Jakarta menggunakan kelas ekonomi." jawab lelaki itu dengan santai.


"Mau kemana? kok tujuan Bandung?" tanya Kaylin.


"Ada pertemuan penting di sana malam ini bersama calon istri."


"Ohw begitu." jawab Kaylin.


"Biasa aja kali, nggak usah pamer begitu udah punya calon istri." gumam Kaylin agak kesal.


"Kamu bicara apa?" tanya Zahran kepada Kaylin.


"Nggak ada apa-apa." jawab Kaylin menoleh ke arah jendela lagi.


"Kamu sendiri gimana kabarnya? udah punya suami atau pacar?" tanya Zahran.


"Minta doanya aja." jawab Kaylin.


Zahran tersenyum ketika melihat wanita yang duduk di sebelah kirinya duduk dengan wajah masam.


Wanita itu di matanya masih nampak cantik. Tidak ada perubahan apa-apa di matanya.


"Kamu ngapain ke Bandung?"tanya Zahran.


"Bukan urusan Abang." jawab Kaylin dengan ketus.


"Kok sepertinya kamu marah sama saya? jika boleh tau, kenapa ya?"


"Perasaan Abang saja, aku biasa aja." jawab Kaylin malah memejamkan matanya. Dia malas berbicara dengan lelaki yang menyebalkan baginya saat ini.


Saat tertidur tiba - tiba Kaylin kaget saat pesawat mengalami goncangan. Turbulensi pesawat terasa sangat kencang.


Kaylin memegang sanggahan tangan kursi penumpang dengan kuat. Zahran lansung menggenggam tangan wanita itu agar bisa memberikan ketenangan.


"Nggak apa - apa, ini cuma ada udara yang bergerak terlalu cepat, cuaca lagi buruk." ucap Zahran berusaha menenangkan.


Zahran tau bahwa wanita itu mudah panikan. Dia juga tau karena telah mencari tau tentang wanita ini selama setahun ini.


"Kita pasti selamat, nggak usah panik." ucap Zahran lagi sambil memindahkan tangannya.


Zahran membawa Kaylin ke dalam pelukannya. Walaupun terhalang oleh sandaran tangan kursi di tengah,akan tetapi cukup membuat Kaylin merasa nyaman.


"Kenapa aku begitu nyaman di peluk sama dia?" tanya Kaylin dalam hatinya.


"Apa mungkin aku masih menyukai dia? ah nggak lah, aku tidak boleh menyukai dia." bathinnya lagi.


"Kamu tidur saja, nanti akan aku bangunkan." ucap Zahran.

__ADS_1


__ADS_2