Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 22


__ADS_3

"Wow 100 juta dari Zahran Kusuma." jawab sang mC tersenyum.


"200 juta." sanggah seseorang yang tidak lain adalah Ken.


"250 juta." sanggah Zahran lagi.


"300 juta."


"Wow tinggi sekali, sepertinya ini barang berharga yang tidak ingin di lepas oleh Ken Mahesa." ucap MC.


"350 juta."


"500 juta." kali ini yang memberikan harga adalah Daffin Arkarna.


"Wow ada pembeli baru, Daffin Arkarna mau membeli dengan harga tertinggi."


"600 juta." jawab Zahran.


"650 juta." sanggah Ken.


"700 juga." jawab Zahran.


"900 juta." kali ini yang bersuara adalah Zahyan Kusuma.


Kenapa keluarga mereka malah berebut lukisan itu? bukannya mereka memberikan kepada salah satu aja, toh masih satu keluarga." ucap Kaylin dengan pelan.


"Tenang, Abang akan membuat naik lukisan itu jadi mahal." ucap Ken tersenyum.


"Sudah bang, jangan berlebihan juga."


" 3 Milyar." ucap Zahran.

__ADS_1


Tidak ada satupun yang menantang lagi. Kaylin ternganga saat mendengar lukisannya tembus 3 M. Dia tidak menyangka akan tembus harga segitu satu buah lukisan.


"Mahal amat." gumam Kaylin.


"Karena itu berharga." jawab Ken.


"Baik apakah masih ada penawaran yang lain? kita hitung sama - sama, satu........du....a.........tiga....."


Semua bertepuk tangan karena lukisan itu terjual dengan mahal.


"Kepada Kaylin Mahesa harap ke atas panggung untuk menyerahkan lukisan ini kepada Zahran Kusuma." ucap sang MC


Kaylin berjalan dengan agak malas. Dia merasa tidak mengundang lelaki itu, akan tetapi lelaki itu hadir beserta keluarga yang lain.


"Pasti yang undang Abang Ken atau kak Azzura." gumamnya berjalan dengan gontai.


Zahran juga berjalan dengan gontai menuju panggung. Mereka berdua tampak agak cangung.


Tepuk meriah terdengar memenuhi ruangan tersebut. Kaylin menyerahkan lukisan tersebut kepada Zahran.


"Selamat." ucap Kaylin.


"Yupzzz."


"Karena kedua keluarga telah hadir, maka kita sambut kedua keluarga." ucap MC.


"Ada apa ini?" tanya Kaylin bingung dengan konsep acara berubah tiba-tiba.


Dia melihat mamanya juga datang serta mama dan keluarga Zahran. Keningnya lansung menyergit tanda tidak paham. Nampak semua yang pihak keluarga Zahran membawa beberapa paket seperti seserahan.


Tiba-tiba lampu semua Padam. Kaylin kaget saat sebuah lampu di dinding menyala. sebuah tanyangan yang banyak menampilkan wajah Kaylin. Dia yakin bahwa foto itu di ambil diam - diam oleh seorang.

__ADS_1


Tiba-tiba lampu hidup kembali, Kaylin melihat Zahran sudah membuka cincin sambil duduk berlutut.


"Maukah kamu menjadi istri aku?" Will Merry me?"


Kaylin menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang ia dengar dan lihat. Dia mencubit tangannya dan merasakan sakit.


"Sakit, berati ini nyata?" tanya Kaylin sendiri.


"Maukah kamu Kaylin Mahesa menerima aku sebagai suami kamu?" tanya Zahran Kusuma sekali lagi.


"Ayo terima, terima." sorak yang lain.


Kaylin melihat wajah Zahran yang tampak semakin gagah. Lelaki itu tetap tersenyum walaupun Kaylin nampak ragu.


"Bagaimana Kay?" tanya Zahran lagi.


Setelah tiga kali bertanya akhirnya Kaylin menganggukkan kepalanya. Smeua yang menyaksikan lansung bertepuk tangan dengan meriah.


Sedangkan Zahran lansung memeluk Kaylin saking bahagianya.


"Terima kasih sayang." ucap Zahran mengecup kening Kaylin.


"Huppp belum halal udah main sosor aja." ucap Ken yang duduk lansung berdiri ke atas panggung.


"Acara ini selain pelelangan lukisan adalah pertunangan tuan Zahran dan Kaylin Mahesa, acara ini sudah di atur oleh tuan Zahran sendiri."


Kaylin merasa kaget karena ia tidak tau apa-apa mengenai itu.


Zahran menyodorkan sebuah cincin ke jari manis Kaylin. Setelah itu Kaylin juga memasangkan sebuah cincin yang di bawa oleh mamanya.


"Selamat atas pertunangan tuan Zahran dan nona Kaylin, Insya Allah pernikahan akan di adakan satu bulan lagi." ucap MC lagi.

__ADS_1


__ADS_2