Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 15


__ADS_3

Kaylin tersenyum senang saat dia ketemu kembali dengan kakak kelasnya Afif. Baginya lelaki ini sangat berjasa dulu saat sekolah. Tanpa bantuan lelaki ini maka tidak ada yang bisa melindungi dia.


Mendapatkan kabar bahwa lelaki itu berkunjung ke kotanya membuat Kaylin semangat untuk menjamunya makan siang.


Kaylin lansung menuju restoran tempat ia janjian dengan Afif. Kaylin melihat Afif sudah menunggunya di restoran dekat hotelnya menginap.


"Hai kak Afif."


"Hai, apa kabar kamu Kay?"


"Baik kak."


"Bagus, ayo pesan makanan Kay."


"Baik, hari ini aku yang akan menaktir kakak makan sepuasnya."


"Ah yang benar? jika gitu kakak sering - sering aja berkunjung ke sini ya." canda Afif.


"Tidak masalah, menaktir kakak tidak akan membuat aku bangkrut." ucap Kaylin melambaikan tangan memanggil pelayan.


Setelah pelayan memberikan menu, akhirnya mereka makanan yang mereka sukai. Setelah itu barulah pelayan beranjak dari meja mereka.


"Kamu tau kan Zahran mau menikah?" tanya Afif memulai cerita lama.


Kaylin sangat malas membahas masalah ini. Tapi ia tetap dengan tenang menanggapi Afif karena selama ini kebaikan lelaki ini tidak bisa di balas oleh Kaylin.


"Tau, bagaimana tidak tau jika kakak ipar aku adalah sepupu dia."


"Tapi dia taunya wanita itu angin selatan bertiupkan cinta, apa kamu tidak ingin menunjukkan kepada Zahran bahwa kamu wanita yang dia cari."


Kaylin menggelengkan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Apakah perlu alasan?"


"Tentu agar aku tau bahwa kamu tidak akan menyesal di kemudian hari." jawab Afif serius.


"Aku tidak ingin di cintai hanya karena surat di masa lalu, jika benar dia mencintai sosok angin selatan bertiupkan cinta, maka dia akan bisa menemui wanita itu dengan feeling dia sendiri, tapi dia gagal melakukannya." jawab Kaylin dengan menundukkan kepalanya.


"Jadi kamu menyerah? hampir satu tahun penuh kamu mengirimkan surat kepada dia loh."


"Takdir tidak memihak kepada aku, jika ada jodoh maka kami akan bertemu kembali." jawab Kaylin dengan mantap.


"Sampai saat ini yang di cintai Zahran adalah pengirim surat itu, dan dia menganggap wanita itu Reni, pernikahan mereka tinggal 4 hari lagi Kay, aku takut kamu menyesal di kemudian hari."


"Aku mohon biarkan saja Zahran mengiranya begitu, jika dia mencintai wanita yang mengirimkan surat tersebut, maka dia tidak akan memacari banyak wanita, dan dia juga akan lebih berusaha untuk menemukan aku."


"Aku tidak tau soal itu, tapi mungkin dia hanya ingin fokus kuliah karena ia calon pemimpin masa depan rumah sakit Kusuma." jawab Afif.


"Ini bukan masalah bekerja untuk siapa, tapi lebih ke masalah hati kamu, kalian berdua saling mencintai, kenapa tidak mencoba bersatu?"


"kamu salah, dia sangat membenci aku, wanita yang di cintainya ialah Reni."


"Tidak, itu karena dia mengira Renilah angin selatan bertiupkan cinta."


"Maka biarkanlah seperti itu, aku harap kakak jangan pernah cerita apapun kepada siapapun." ucap Kaylin memohon kepada Afif.


"Baik jika itu keinginan kamu, maka aku tidak akan memberi tau siapapun termasuk Zahran, tapi bagaimana jika Zahran tau? dia bakalan marah besar kepada aku? karena kamu tau, pekerjaan aku adalah agen rahasia dari keluarga Zahran saat ini, jika aku tidak menemukan jawaban apapun, lalu dia tau bahwa akulah yang memasukkan surat itu kemejanya, maka tamatlah riwayatku." ucap Afif dengan wajah mengiba.


"Berhentilag dari pekerjaan kamuz kamu bisa bekerja di galeri aku."


"Kesetiaan agen rahasia itu sangatlah kuat, tidak bisa ada yang mendampingi, saat ini Zahran bahwa angin selatan bertiupkan cinta itu bukan Reni, tapi ada wanita lain, makanya aku di suruhnya untuk mencari fakta."

__ADS_1


"Ya bilang aja kamu tidak menemukan bukti - bukti yang pas, cari alasan, kamu pasti bisa, setelah mereka menikah maka semua selesai."


"Ini tidak semudah itu, bagaimana Zahran menjadi tidak menyukai Reni, lalu berujung seperti abangmu dan Azzura, kan sayang banget."


"Buktinya abang ku bisa melewati semua, cinta akan hadir setelah sering bersama, lagian di mata Zahran jelas sekali dia sangat menyukai Reni, sedangkan memandang aku selalu dengan rendah." jawab Kaylin.


"Jika memang itu keputusan kamu maka aku hanya mendukung kamu, semoga kamu bahagia selalu." jawab Afif.


Setelah beberapa lama berbicara, barulah pesanan mereka sampai. Mereka lansung menyantap makanan yang ada di meja mereka.


Setelah selesai makan siang, Kaylin membawa Afif menuju galerinya.


Afif sangat senang begitu masuk galeri Kaylin.Dia memang tau bahwa bakat Kaylin akan membuatnya sukses.


Selain melukis, Afif sangat tau bahwa wanita itu punya bakat lainnya lagi yaitu merangkai kata- kata. Karena rangkaian katalah yang membuat Zahran jatuh hati kepada wanita itu.


Di dalam mobil seseorang nampak kecewa. Setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya yang memata - matai Afif.


Bukan tidak percaya kepada Afif, namun karena ia sangat ingin mengetahui segalanya sebelum menikah.


"Brengsek, aku tertipu oleh mereka, jadi selama ini Afif lah yang menjadi kurir surat itu, dan wanita itu ternyata Kaylin, apa yang akan aku lakukan? melanjutkan pesta mengabaikan wanita masa lalunya, atau membatalkan pesta kami dan kembali mengejar Kaylin." gumam Zahran memegang kepalanya di atasa meja kerjanya.


Tok tok tok


"Dok Ada pasien?" ucap dokter di balik pintu.


"Baik, suruh dia masuk." perintah Zahran.


"Baik dok."


Tidak lama kemudian pasien masuk untuk konsultasi penyakitnya.

__ADS_1


Zahrah kembali fokus kepada memeriksa pasien. Kali ini di ia duduk di ruangan yang memang khusus untuk memeriksa pasien atau konsultasi. Sedangkan ruang lain yang memang di sediakan, di pakai ketika menerima laporan dari pegawai rumah sakit.


__ADS_2