Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 29


__ADS_3

Setelah selesai acara pesta, esoknya mereka berkumpul bersama. Semua dalam formasi lengkap. Mereka berkunjung berada di resort keluarga Kusuma yang paling strategis.


Di sana ada keluarga Arkarna dengan formasi lengkap. Karena bagaimanapun mereka sudah menjadi besan keluarga Kusuma. ( Mezza kakaknya Zahran menikah dengan Daffin Arkarna, kisah mereka ada di novel Cinta Daffiza. Sedangkan cerita orang tua Daffin dan Mezza ada di novel Dia lelakiku)


Di sana juga ada Dion dan Feby besan sekaligus sahabatnya Siska mamanya Zahran.( Dion dan Febby ada kisahnya di novel mengejar cintamu. Sedangkan kisah Zayyan kembaran Zahran dengan Beby ada di novel terjebak Cinta dua saudara).


Di sana juga ada keluarga Bella Kusuma yang menikah dengan Alan Adha. Ada juga anak - anak mereka Azzam beserta keluarga serta Azzura dan Ken yang merupakan kakak dari Kaylin Mahesa.


Tidak kalah menyenangkan karena di sana juga ada uncle Amar beserta anak dan menantunya. Mereka senang sekali bisa berkumpul seperti ini. Saat dulu mereka bersahabat sedangkan sekarang mereka sudah menjadi keluarga besar.


"Hahahaha, ternyata kita sudah tua, nggak terasa kita menua dengan cepat, dari sahabat menjadi keluarga besar." ucap Dion sambil tertawa.


"Dan nggak nyangka aja anak - anak kita bisa menikah, dan semua bahagia, semoga cobaan keluarga kita bisa teratasi." ucap Alan.


"Jika dengan begini maka kita akan lebih sering berkumpul bersama, tapi sepertinya bang Bian masih kayak kurang senang aja." ucap Siska mengejek suami sahabatnya yang memang terkenal kaku dan dingin.


"Suami aku memang begitu cetakan, nanti jika banyak senyum tergila-gila banyak wanita, nggak senyum aja para wanita sudah terhipnotis." jawab Dita.


"Dengan lebih sering berkumpul bersama membuat waktuku berkurang bersama dengan istriku." jawab Abian.


"Hahahahahaha, udah tua masih aja bucin." ucap Galuh mengejek sahabatnya itu.


"Macam kamu nggak bucin aja papa Mezza." jawab Siska mengejek suaminya.


Semua menertawakan Galuh yang sempat menertawakan Abian. Karena yang duduk berkumpul di sini hampir semua bucin.


"Aku ini walaupun tua tapi stamina masih oke." jawab Abian dengan bibir melengkung.


"Makin tua makin jadi, ya kan bang?" tanya Amar membuat semua tertawa.


"Hati - hati om nanti pada encok, udah tua soalnya." jawab Zahran bercanda.


"Pengantin baru belum tau sih, makanya buruan sana." ucap Alan kepada Zahran.


Jika yang lain tersenyum dan tertawa tapi tidak dengan Zayyan. Lelaki itu nampak hanya diam dan seeing menghela nafas.


Zayyan nampak berdiri, dia memang lagi tidak mood di keramaian. Zahran yang melihat itu lansung mengikuti saudara kembarnya.


"Kenapa kamu yan?"


"Nggak ada apa-apa."


"Nampaknya mukamu kusut aja dari kemaren." ucap Zahran kepada lembarannya itu.


"Biasa nggak dapat jatah dari istrinya, ah bosan, kenapa laki - laki tua itu pada bahas semua yang tidak berbobot." ucap Gala Skay yang juga sudah berada pada antara Zayyan dan Zahran.


"Makanya kamu nikah, biar paham apa yang mereka omongin." ucap Azzam juga mengikuti mereka.


"Kenapa semua pada mengiku" tanya Zayyan makin pusing.


"Lagian malas aja, enaknya kita ngapain ya?" tanya Gala Sky.

__ADS_1


"Aku mau mengeksekusi Kaylin aja." ucap Zahran sambi tersenyum.


"Kamu harus menemani kami di sini, mana boleh pergi." ucap Zayyan ingin mengerjai saudara kembarnya itu.


"Eh kenapa begitu?" tanya Zahran.


"Jika kamu tujuannya bulan madu harusnya pergi berdua, jika pergi bersama berarti kamu harus mengerti perasaan aku yang masih lajang ini." ucap Gala Sky.


"Makanya buruan cari istri." ucap Daffin juga sudah bergabung dengan mereka. Di belakang Daffin juga ada Ken Mahesa dan Rey suami Momo Kusuma.


"Hahahah jadi di sana tinggal orang tua - tua aja." ucap Zahran tertawa.


"Biarkan mereka menikmati cerita masa muda mereka." ucap Rey.


"Enaknya ngapain ya? bosan juga kayak gini." ucap Ken yang terbiasa menghabiskan waktu untuk bekerja.


"Istri alagi sibuk ngerumpi pula, nggak ada habisnya topik pembicaraan mereka dari tadi." ucap Daffin melihat istrinya beserta yang lainnya.


"Itulah wanita, Jika ketemu rame." jawab Azzam.


"Kayaknya kita main sepak bola aja, biar mengisi waktu."


"Iya juga, kapan lagi kita olahraga bersama." ucap Zayyan semangat.


"Sabar ya Yan, bentar lagi udah boleh kok." ucap Daffin yang paham kenapa adik iparnya itu nampak kusut saja belakang ini.


"Apanya sih?" tanya Zahran dan Gala sky Kepo bersamaan.


"Kau cari bola kaki dulu." ucap Zahran bersemangat.


Tidak sampai 15 menit Zahran nampak membawa sebuah bola kaki. Mereka bersiap bermain di lapangan yang tersedia di sana.


Mereka membagi menjadi dua tim. Daffin, Zayyan, Gala, dan Ken menjadi satu tim. Sedangkan tim lawan ada Zahran, Rey, Alfa dan Azzam. Sedangkan Raka anak pertama dari Dion memilih bermain bersama anak-anak.


Ketika kedua tim bermain, sang istri - istri juga masih belum. selesai rumpi.


"Liat deh, para suami nampaknya gabut." ucap Aya tertawa.


"Mereka terbiasa bekerja makanya liburan malah nampak bosan." jawab Mezza.


"Iya, libur biasa sama istri sih, gimana nggak gabut mereka toh kita sibuk ngerumpi." ucap


Sedangkan para anak-anak sibuk bermain. Bagi balita sedang di bermain dengan baby sitter mereka masing-masing. Sedangkan yang lebih besar bersama dengan Raka.


Ina menyadari bahwa sang adik nampak murung sejak tadi. Dia tidak tau apa penyebab murungnya sang adik.


"Kamu ada masalah beb?" tanya Ina kepada sang adik.


"Nggak ada kak."


"Kamu nampak murung dari tadi."

__ADS_1


"Iya, Kakak perhatikan juga begitu, apa Zayyan buat masalah?" tanya Mezza ragu jika adiknya itu buat masalah dengan Beby.


Jika di awal pernikahan Zayyan memang nampak kurang peduli dengan sang istri, akan tetapi semua berbeda sekarang. Zayyan yang terkenal dingin itu malah nampak tunduk dengan istri kecilnya.


"Aku hanya bingung aja." ucap Beby.


"Bingung kenapa?" tanya Mezza.


Yang lain juga sibuk mendengarkan cerita Beby.


"Zayyan ngambek."


"Hahahaha." bukannya prihatin semua malah tertawa.


"Kok pada tertawa sih." ucap Beby antara kesal.


"Bisa juga lelaki dingin itu ngambek sama kamu, kenapa memang dia ngambek?" tanya Azzura.


"Dia bilang aku seperti bosan sama dia, memang sih aku jenuh dan bosan sama dia, aku merasa ingin memandang lelaki muda yang seumuran dengan aku, atau yang brondong mungkin."


Semua tertawa lagi. Jika di lihat dari postur tubuh Beby, dia memang mungil. Siapa yang mengira jika dia sudah melahirkan beberapa kali.


"Ngapalin dia cemburu tidak jelas juga, toh dia juga berhasil membuat kamu bunting." ucap Mezza.


"Iya, tapi mungkin akunya berlebihan juga." ucap Beby.


"Kamu masih kekanak-kanakan Beby, kamu tuh udah menjadi seorang ibu " nasehat Ina.


"Na Beby kayak gitu karna hormon, memang bawaan hamil, mungkin anaknya kurang suka dengan papanya." jawab Mezza.


"Sudahlah, kamu yakinkan aja dia bahwa kamu masih mencintai adikku itu, yuk kita liat mereka main bola." ajak Mezza.


Mereka berjalan dengan antusias memberi dukungan kepada suami masing-masing.


"Ayangku, papanya anak - anak, I Love You, ayo semangat." ucap Beby berteriak memberikan dukungan kepada suami.


Zayyan yang sedang membawa bola lansung berhenti menatap sang istri. Melihat Beby tersenyum kepadanya membuat Zayyan juga membalas senyuman istrinya.


"Hey, gara - gara kamu mereka kebobolan." ucap Mezza.


Mereka melihat Daffin melempar bola ke arah Zayyan yang hanya berdiri tersenyum di tengah lapangan.


"Mau main bola atau model lapangan?" tanya Daffin kesal kepada Zayyan.


Karena ulah cerobohnya akhirnya menghasilkan sebuah gol.


"Eh maaf." ucap Zayyan baru menyadari bahwa bola sudah tidak ada di kakinya.


Sedangkan Zahran yang tadi mengambil bola dari Zayyan hanya tersenyum melihat adik kembarannya itu.


"Begitu pengaruhnya Beby, sampai mampu mengalihkan pandangan seorang Zayyan Kusuma." ucapnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2