Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 6


__ADS_3

Zahran agak kesal karena Kaylin akhirnya memilih ikut mobilnya. Dia yakin bahwa wanita itu sengaja melakukan hal itu.


Dan yang semakin membuatnya kepala adalah Zahran terpaksa mengantarkan Kaylin terlebih dahulu. Walaupun awalnya Kaylin memintanya mengantarkan Rani terlebih dahulu dengan alasan karena searah dengan Zahran.


Namun Zahran memiliki alasan agar dia tetap mengantarkan Kaylin terlebih dahulu.


Kaylin nampak manyun duduk di belakang. Dia melihat bagaimana Zahran melirik wanita yang ada duduk di depan.


Setelah mengantarkan Kaylin, Zahran mengantarkan Reni pulang ke rumahnya. Dia sesekali melirik ke arah Reni.


"Ren kamu serius nggak mau sama aku?" tanya Zahran membuka pembicaraan.


"Aku ini sudah tua,aku bukan anak - anak yang suka main - main lagi, aku sedang tidak cari pacar."


"Kamu sudah punya pacar?"


"Ya belum."


"Lalu kenapa kamu nggak mau cari pacar?"


"Ya buat apa? habisin waktu aku aja, mending aku cari suami."


"Jika begitu akulah yang cocok." jawab Zahran tersenyum bahagia mendengar jawaban Reni.


"Kamu itu playboy, udah cari cewek lain aja jika masih mau main - main." ucap Reni


Mobil mereka berhenti di pinggir jalan. Zahran memutar tubuhnya agar menghadap Reni. Kali ini ia ingin berbicara serius dengan Reni.


"Aku serius, bukan untuk main - main, aku serius bersama kamu." ucap Zahran serius membuat Reni terdiam.


"Aku juga sudah bukan waktunya untuk main - main, aku memang sudah lama menyukai kamu, sejak aku tau kamu lah yang aku sejak lama menyukai aku." ucap Zahran membuat Reni kaget.


Dia memang pernah menyukai Zahran zaman sekolah. Namun ia tidak berani mengungkapkannya karena Zahran selalu di kelilingi oleh wanita cantik.


"Ren, beri aku kesempatan satu bulan ibu untuk membuktikan kepada kamu, bahwa aku menyukai kamu." ucap Zahran.


"Kamu tau bagaimana aku, aku tidak bisa menerima kamu, banyak hal yang membuat aku tidak akan bisa menerima kamu."


"Sebutkan salah satu alasannya." ucap Zahran.


"Kaylin menyukai kamu."


Zahran geram dengan jawaban yang diberikan oleh Reni. Dia tau bahwa Kaylin menyukainya. Namun dia tidak tertarik kepada wanita itu.

__ADS_1


"Lalu jika dia menyukai aku, apa hubungannya? aku tidak menyukai dia."


"Kamu nggak liat betapa tulusnya dia menyukai kamu, aku nggak bisa memberikan cinta setulus Kaylin kepada kamu."


"Di luar sana banyak wanita yang tergila-gila dengan aku, tapi jika aku tidak mau, kamu nggak bisa memaksa aku ren, yang Aku mau adalah kamu." jawab Zahran.


"Tapi Kaylin sudah lama menyukai kamu."


"Aku tidak peduli ren, mau dia menyukai aku seratus tahun pun, aku tidak peduli karena aku hanya menyukai kamu."


Zahran kesal ketika Reni tidak memahami dirinya. Sedangkan Reni juga sama. Bisa - bisanya lelaki itu memaksakan keinginannya.


"Ayo antar aku pulang, aku lagi malas berdebat."


"Aku ingatkan kamu lagi, aku serius bersama kamu, aku akan buktikan sama kamu ren, bahwa aku tulus mencintai kamu." ucap Zahran lalu kembali memutar kemudi.


...****************...


Azzura dan Ken telah pulang dari perjalanan bulan madu. Semenjak mereka pulang, ada yang aneh dengan Kaylin. Wanita itu sering nampak murung.


Azzura menghampiri adik iparnya yang sedang duduk di ruang tengah. Dia nampak melamun lagi di rumah tengah sambil menonton TV.


"Kamu mikirin apaan sih?kok murung melulu?" tanya Azzura.


"Kamu bisa cerita, jangan kamu pendam sendiri."


"Nggak ada apa-apa kak, ini karena pekerjaan aja."


"Mending kamu nggak usah kerja, kamu di rumah aja sama kakak, biarkan aja Ken yang bekerja." ucap Azzura.


"Gimana ya kak? nanti bang Ken malah nggak kasih aku yang bulanan kak, nggak apa-apa sih kak, buat cari uang tambahan."


"Kamu itu keluarga Mahesa, tidak kekurangan uang, udah kamu mending nggak usah kerja, biar aku yang bicara dengan Ken."


"Kakak aja baru berhenti setelah di paksa Abang, bilang aja Kakak bosan di rumah." ucap Kaylin.


Azzura lansung nyengir ketika mendengar ucapan dari Kaylin. Adik iparnya memang benar seratus persen.


"Kak aku nanti mau pergi ke Paris fashion week, tolong bujuk Abang ya Kak agar bolehin aku." ucap Kaylin ingat bahwa Minggu depan ada pergelaran di Paris.


"Kakak juga ingin ikut, semoga Abang kamu mau."


"Kalau kakak nggak usah ikut, aku mau pergi sama teman-teman." ucap Kaylin.

__ADS_1


"Iya deh, nanti kakak bujuk abangmu."


"Kak, itu bang Zahran kenapa bisa playboy ya? emang ada dari keluarga Kusuma yang playboy?" tanya Kaylin memberanikan dirinya.


"Kenapa kamu tanya bang Zahran? kamu suka sama Abang sepupuku? ah nggak usah, cari lelaki lain aja, masa nikahnya belok - belok keluarga itu aja." ucap Azzura membuat Kaylin merasa di Sentil.


Kaylin menganggap bahwa ini adalah lampu merah bagi dirinya. Dia merasa bahwa keluarganya tidak akan mendukung jika sang kakak ipar tidak menyetujui.


"Nggak ada kak, heran aja sama kelakuan dia yang playboy sendiri, padahal dia mau jadi pemimpin rumah sakit milik keluarga Kusuma." jawab Kaylin berdalih.


"Syukurlah jika kamu nggak Suka dia, cari lelaki yang tidak ada hubungan keluarga, jika terjadi sesuatu maka keluarga kamu tidak tau apa - apa, jika kamu suka Zahran Pun, dia tidak akan menyukai kamu, itu akan jauh menyakitkan."


"Kenapa Kakak yakin dia tidak menyukai aku?" tanya Kaylin.


"Karena cinta dia sudah untuk Reni, dia itu sejak dulu menunggu waktu yang tepat untuk melamar Reni."


"Jadi bang Zahran sudah lama menyukai kak Reni ya kak? tapi dia tetap aja Gonta - ganti pacar."


"Itu cara bang Zahran memuaskan masa mudanya katanya, tapi hidupnya hanya untuk Reni." ucap Azzura.


"Ohw begitu." ucap Kaylin merasa sakit hati lagi.


Dia menyadari bahwa dirinya tidak akan pernah bisa bersama dengan Zahran. Akan tetapi melupakan Zahran juga hal yang sangat sulit ia lakukan.


...****************...


Setelah berhasil membujuk sang Abang membuat Kaylin senang. akhirnya bisa berangkat bersama-sama teman - temannya.


Sang kakak ipar tidak di bolehkan oleh suaminya karena sedang hamil anak mereka yang kedua.


Walaupun umur janin itu baru Minggu ke 3, akan tetapi Ken begitu protektif kepada sang istri.


Kaylin terkadang iri, walaupun kakak iparnya bukan cinta pertama abangnya, akan tetapi akhirnya abangnya akhirnya menjadikan wanita itu sebagai ratu di istananya.


Kaylin hanya untuk pergi bersenang-senang untuk melupakan cintanya kepada lelaki itu. Walaupun tidak hilang begitu saja, dia berharap setidaknya hilang beberapa persen.


Saat sampai di Paris mereka menginap di hotel berbintang lima . Kaylin berangkat dengan 3 teman perempuannya dan 3 teman lelakinya. Untuk sang teman menginap berduaan, sementara Kaylin menyewa kamar sendirian. Kaylin memang tidak terlalu suka berbagi kamar.


Saat malam hari, dia berjalan - jalan di area kolam renang untuk menghirup udara segar.


"Ah sial, dia memang susah di gapai." Kaylin mendengar suara seseorang yang terdengar sedang kesal.


Ketika melihat ke arah sumber suara membuat matanya terbelalak.

__ADS_1


"Bang Zahran." lirihnya.


__ADS_2