Angin Selatan Bertiupkan Cinta

Angin Selatan Bertiupkan Cinta
Bab 26


__ADS_3

Pernikahan Zahran dan Kaylin tengah berlangsung. Zahran memang telah menyiapkan semuanya dalam satu hari.


Kaylin nampak bahagia sekali karena dia bisa memakai baju yang di impikan. Semua pernikahan dadakan ini benar-benar istimewa baginya. Semua sempurna tanpa celah.


Sedangkan Zahran hanya senyum-senyum memperhatikan wajah sang istri. Setelah seminggu lebih tidak teguran dengan Kaylin membuatnya rindu berat. Selama itu dia mencoba menahan rindu itu.


Kaylin menyadari bahwa Zahran Tengah memperhatikannya sambil tersenyum-senyum.


"Kenapa Abang Mandang Kay kayak gitu?" tanya Kaylin membuat Zahran makin tersenyum.


"Nggak ada, cuma kangen aja."


"Sok kangen, kemaren - kemaren kemana aja."


"Abang benaran kangen, tapi demi sebuah misi." jawab Zahran sambil tersenyum.


Tiba-tiba senyum di wajah Zahran menghilang karena melihat seseorang yang tidak disukai. Seorang lelaki bernama Nicky nampak berjalan mendekati mereka.


"Selamat ya Kay, jika kamu nggak bahagia aku siap membahagiakan kamu." ucapnya sambil tersenyum.


"Jangan mimpi jika tidak mau perusahaan kamu gulung tikar."


"Perusahaan saya tidak akan gulung tikar jika pak Zahran Kusuma menarik investasi, masih banyak investor lain yang mau bekerja sama dengan saya." ucap lelaki itu dengan angkuh.


"Kamu...."


"Udah, kamu udah makan Nic?" tanya Kaylin kepada Nicky.


"Sudah, aku mau pamit pulang dulu ya, sayang aku kurang cepat, padahal setahun belakangan ini kita selalu bersama." ucap Nicky menyatakan sedikit perasaan.


Dia memang kesal dengan dirinya sendiri karena terlalu lama untuk menyatakan cintanya. Dia tidak berpikir bahwa Kaylin akan di lamar lelaki lain.


Nicky terlalu sibuk mengembangkan perusahaannya. Dia bahkan melupakan bahwa Kaylin punya lelaki idaman.


Sedangkan Zahran lansung tidak terima ketika lelaki itu mengungkapkan isi hatinya di depannya. Padahal mereka baru saja menikah.


"Sudah, kamu nggak sopan banget, tolong hargai saya sebagai suaminya atau kamu akan saya seret." ucap Zahran.


"Kamu juga sengajakan menjebak saya dengan menanamkan investasi?"


"Kamu nanya? jika kamu bertanya maka saya jawab iya, udah sana kamu pergi sejauh-jauhnya." ucap Zahran semakin emosi.

__ADS_1


"Terima kasih atas kedatangannya ya Nicky, saya harap kita tetap berteman apapun yang terjadi."


"Tidak ada berteman, kamu cari teman sejenis aja." ucap Zahran semakin kesal ketika istrinya meminta sebuah pertemanan dengan lelaki itu.


"Kabari saja aku jika lelaki ini membuat kamu menangis, aku siap membahagiakan kamu." ucap Nicky berpamitan.


Zahran lansung mengepalkan tangannya karena emosi. Namun Kaylin menahan suaminya itu.


"Udah ah, nggak malu apa, ini momen penting kita." ucap Kaylin.


"Abang tidak suka Kay berteman dengan dia."


"Kenapa?"


"Abang cemburu Kay."


"Lalu apa ubahnya Abang dengan Reni."


"Kan Abang sudah janji dengan kamu bahwa Abang akan menjaga jarak dengan Reni, masalahnya terkadang kita masih ketemu acara keluarga besar, namun Abang udah jaga jarak demi kamu." ucap Zahran menerangkan.


"Nanti dia pasti bakalan hadir juga kan bang? kan secara keluarga, dia masih terhitung sepupu kak Azzura." ucap Kaylin.


"Iya, pesan Abang kita biasa aja ya, dia bukan musuh kita, Abang nggak mau kita memutuskan tali silaturahmi."


"Sekarang dia sudah punya pacar, sepertinya pernikahan dia juga tidak akan lama lagi." jawab Zahran.


"Syukurlah." ucap Kaylin.


"Yang malam ini udah boleh unboxing ya." ucap Zahran dengan berbisik di telinga Kaylin.


"Emang kenapa? kok cepat sekali."


"Udah pengen aja."


"Ohw yaudah, nanti di bantu sama yang lain kan?" tanya Kaylin.


"Apanya yang di bantu?" tanya Zahran kaget.


"Ya unboxingnya,Kay saran sih kapan - kapan aja jika kita sama - sama nggak capek."


"Iya ajalah." ucap Zahran merasa tidak nyambung.

__ADS_1


"Kok manyun begitu?" tanya Kaylin bingung melihat wajah suaminya yang nampak manyun.


"Nggak ada, biar terjadi secara alami aja tanpa di rencanakan." jawab Zahran tersenyum.


Kaylin hanya membalas senyuman suaminya. Dia juga melihat para tamu yang datang. Mereka sangat senang karena pesta berkonsep Garden party.


...****************...


Kaylin baru saja membuka matanya yang terasa berat. Dia malas sekali rasanya bangun. Badannya sakit semua pagi ini karena aktivitas berat.


Kaylin menggerakkan tubuhnya dengan malas. Dia tidak menemukan suaminya di sana.


"Kemana dia?" tanya Kaylin mengedarkan pandangan di kamar Villa milik Kusuma. Setelah usai pesta, Kaylin di boyong oleh suaminya pindah tempat.


Kaylin berjalan menuju kamar mandi dengan perlahan menuju kamar mandi.


"Mau kemana sayang?" tanya Zahra dari kamar mandi.


"Hhhhmmm mau mandi."


"Tunggu, biar Abang siapkan air mandi dulu sebentar." Zahrah lansung berjalan masuk kembali ke kamar mandi.


Sedangkan Kaylin hanya patuh menunggu perintah aja. Tidak berapa lama Sang suami keluar dari kamar mandi. Dia mempersilakan Sang istrinya berberendam.


Kaylin tersenyum sambil berendam . Dia bahagia dengan sikap Zahran yang begitu pengertian baginya.


Setelah kurang lebih 30 menit, akhirnya Kaylin keluar dari bhat up. Dia lansung memakai baju yang telah di sediakan oleh suaminya.


Kaylin yang merasa lapar akhirnya memutuskan untuk turun karena ia belum sarapan pagi.


Kaylin melihat Zahran sedang mempersiapkan sarapan. Dia bingung kemana perginya semua pelayan di villa itu.


"Pagi sayang."


"Pagi juga." jawab Zahran lansung memeluk sang istri lalu mencium pipinya.


"Sarapan apa kita bang?" tanya Kaylin.


"Abang buat nasi goreng dan sandwich ala - ala Abang." ucap sang suami sambil tersenyum.


Kaylin duduk di meja makan. Dia lansung menerima suapan pertama dari suaminya.

__ADS_1


"Makan yang banyak karena tugas kita masih banyak." ucap Zahran sambil tersenyum.


__ADS_2