
setelah meeting osis selesai,salah satu siswi bernama lisa menyapa azzam. lisa ingin mengutarakan perasaan nya kepada azam yang dia pendam sejak dulu.
"hai zam"
"iya lisa ada apa?"
"masih sibuk ya?"
"gak kok,memangnya kenapa?"
"gak papa sih cuman pengen ngobrol aja,gimana persiapannya udah pada beres?"
"yaaa gini masih belum sepenuhnya beres,cuman yaa agak melelahkan juga sih tapi harus tetap dijalani karna tanggung jawab aku sebagai ketua osis"
"iya juga sih,tapi ini kan bujan hanya tanggung jawab kamu saja melainkan ini tanggung jawab kita semua" ungkapnya sambil tersenyum
"bener juga" sahut azzam."rian,tolong ambilin yang itu dong" azzam menunjuk kan bunga hiasan yang tersusun rapi di sudut ruangan.
"biar aku aja zam,rian biar lanjutin aja pekerjaannya" jawab lisa sambil melirik ke arah rian yang sedang sibuk membereskan buku diatas meja
"gak papa ni?,jadi ngerepotin" lanjut azzam
"gak kok zam,biasa aja jangan merasa direpotin gitu ni kan demi sekolah kita juga. lagian aku seneng kok bisa bantu apa lagi ni udah menjadi tugas kita sebagai osis"
"makasih ya lisa"
"ya zam sama-sama,jangan sungkan kalau ingin minta tolong".
azzam hanya tersenyum membalas pembicaraan lisa,kemudian lisa pergi mengambil bunga yang dimaksud oleh azzam
"ini zam"kata lisa sambil menyerahkan bubga tersebut
"oo ya,makasih"
lisa hanya tersenyum membalasnya
"eemm azzam" lisa memecahkan keheningan setelah beberapa menit terasa sunyi
"ya lisa"
"aku mau bilang sesuatu"
"iya ngomong aja"
"sebenarnya aku...akuu.."kata lisa dengan terbata bata seakan lidahnya menjadi kaku untuk menyatakan sesuatu yang entah apa. sementara itu azzam dan rian hanya saling menatap mata seperti bertanya-tanya apa yang ingin diungkapkan oleh lisa kepadanya.
"kamu kenapa lisa,sakit?" tanya rian
"gak rian,I am ok"
"jadi,kamu mau ngomong apa? kenapa grogi begitu?" tanya rian kembali
__ADS_1
"itu zam,aku mau bilang kalau aku..aku..suka sama kamu"
"haaahh" azzam dan rian sontak terkejut secara bersamaan dan saling menatap
"ya zam,sebenarnya udah lama sih tapi baru sekarang aku berani ngungkapinnya"
"kok bisa?"
"iyaaa aku juga gak tau zam perasaan ini tiba-tiba saja datang,jadi gimana zam?"
"yaaa aku hargai perasaanmu lis,tapi aku cuman nganggap kamu sebatas teman aja gak lebih"
"apa gak da kesempatan gitu zam?"
"kesempatan?,maksudnya?"
"kita jalanin aja dulu siapa tau nanti lama kelamaan kamu bisa suka sama aku"
"ma'af ya lisa,aku lebih nyaman kita jadi teman.lagian perasaan itu gak bisa dipaksain kan?"
"tapi apa salahnya dicoba dulu zam"
"tapi aku gak bisa,lagian nanti kalau kita paksain terua putus yang ada jadi mantan pacar sementara kalau kita berteman tidak ada yang nama"a mantan teman"
"yaudah deh kalau gitu,"ungkap lisa berusaha menerima tapi hati kecilnya tidak bisa menerima atas penolakan azzam sehingga dia bertekad akan mendapatkan azzam.
'aku akan berusaha mendapatkanmu zam,kamu harus jadi milikku' gumamnya dalam hati.
kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan osis
"loo kenapa rian?"
"mimpi apa gue semalem ya"
"emang kenapa?"
"teman gue yang satu ini ditembak sama cewek,lo kok nolak sih zam bukannya diterima aja"
"gue kasihan aja rian,lagian cinta gak boleh dipaksain kan"
"ya kan di cobak dulu,sayang anak orang tau"
"ntar kalau gue cobak terus gak bisa juga gue cinta sama dia gimana,kasihan anak orang kan yang ada makin tersiksa. gue gak mau mainin perasaan orang rian".
"ya juga sih,tapi banyak lo yang mau sama lisa".
"yaudah kalau gitu elo aja sama dia"
"yeeee dianya yang gak mau sama gue,lagian gue heran deh. gue kurang apa cobak dari elo,masalah ganteng? gue juga ganteng bahkan gantengan gue dari elo".
"elo kurang peka,kurang setia. semua cewek di gombalin"
__ADS_1
"kapan lagi gombalin cewek kalau gak sekarang zam,nanti udah selesai kuliah terus nikah udah gak bisa gombalin cewek jadi mumpung masih ada kesempatan"
"berarti adiba juga korban gombalan lo dong"
"oo kalau adiba berbeda zam,dia bukan korban gombalan gue. gue serius sama dia"
"lagak lo serius"
"beneran"
"kalau gitu mulai sekarang gue jauh-jauh deh dari elo"
"kenapa zam?"
"entar gue juga lo sikat jadi korban"
"enak aja emang gue cowok apaan,cowok jadi jadian"
azzam tertawa melihat raut muka rian yang terlihat kesal.kemudian mereka pulang meninggalkan lingkungan sekolah,namun di tengah perjalanan pulang sekolah mereka melihat beberapa siswa menggoda seorang siswi sekolah yang sepertinya akan dilecehkan dan terlihat bahwa mereka bukan berasal dari sekolah yang sama. dengan sigap azzam dan rian turun dari mobil yang dikendarainya dan berusaha menolong siswi tersebut.
"hei hentikan"teriak azzam
lalu mereka semua menoleh dan betapa terkejutnya azzam serta rian ketika melihat siswi tersebut sepertinya mereka mengenalnya yaa dia adalah echa sang primadona di SMA Melati.
"ka' azzam tolongin aku"teriak echa yang kedua tangan nya dipegang oleh dua orang siswa dan bebrapa dari mereka juga mengelilinginya
"lepaskan dia"titah rian
"apa,heh elo jangan ikut campur urusan kita" jawab salah satu dari siswa tersebut
"gue bilang lepaskan dia" bentak azzam
"kalau gue gak mau terus elo mau apa"
"gue mau lo rasain ni pukulan gue"jawab rian
"ok,lo kira kita takut" kemudian mereka berantem saling melemparkan pukulan satu sama lain bahkan tak segan juga saling menendang
"sudah hentikan,tolong tolong" teriak echa meminta tolong.kemudian datang beberapa warga untuk menghentikan perkelahian itu dan siswa-siswa itu berlari untuk menyelamatkan diri.kemudian echa membantu azzam yang terkapar dengan memegang perut dan ada sedikit luka di bagian pinggir bibir akibat terkena pukulan dari lawan begitu juga rian yang beberapa bagian tubuhnya terdapat memar. dengan dibantu warga mereka membawa azzam dan rian masuk ke dalam mobil.
"makasih ya pak"ucap echa kepada warga
"ma'af ya ka' azzam dan ka' rian,gara-gara nolongin aku kalian jadi luka begini"
"gak papa cha,lagian udah kewajiban kan saling menolong" jawab azzam
"siapa sih yang tega liat perempuan diperlakukan kayak gitu,lagian kamu mau kemana sih cha kok bisa disitu,kenapa sendirian?" tanya rian panjang lebar
"tadinya aku sama sopir aku ka',karena ban mobil kempes dan terpaksa deh mobil harus diperbaiki dulu dan ku lihat ada toko buku yang gak jauh dari sana jadi aku memutuskan untuk jalan kesana aja karena ada buku yang ingin di beli,dan tiba tiba aku dihadang sama siswa siswa itu"
"tapi kamu gak papa kan?"tamya azzam
__ADS_1
"enggak ka',malah kakak yang kenapa-kenapa".
"gak masalah cha,namanya juga laki laki"jawab rian kemudian mereka tersenyum.