
"Dila selamat ya kamu merupakan siswi yang luar biasa" kata kepala sekolahku yang memberiku selamat dan penghargaan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya
"Makasih pak" jawabku dengan penuh bangga,setelah itu pak kepala sekolah memberiku jabatan sebagai salah satu bagian dari Osis.
"Selamat sholeha aku,kamu pantas mendapatkan ini semua Dila" ucap Diba
"Iya Dila,nanti kita jalan-jalan ya kemanapun yang kamu" janji Echa.
"Makasih Echa,Diba tapi aku gak pengen apapun,aku punya sahabat seperti kalian saja sudah sangat bersyukur"
"Tapi ini hadiah dari kami untuk kamu,gak boleh nolak loo" bujuk Echa
"Iyaa lagian ini kan salah satu Rezeky kan Rezeky gak boleh ditolak,ya gak Cha?" ungkap Adiba sambil tersenyum.
"Yeeeee itu sih mau kamu"
"Memangnya kamu tega ninggalin aku sementara kalian jalan-jalan begitu"
"Ya deh ya"
aku tertawa melihat tingkah aneh kedua sahabatku ini.
"Yaudah terserah kalian aja,aku ikut" jawabku
" Naahh gitu dong" jawab Adiba
Kemudian kami duduk ditaman sambil bercerita dan sambil meminum sebotol air yang kami beli di kantin sekolah.
"Ada yang jadi osis baru ni" suara Rena tiba-tiba membuat kami terdiam
"Terus kenapa ada masalah?" jawab Adiba,seperti biasa sahabatku ini menjadi garda terdepan apabila ada yang mengusik ku
"Ya gak papa sih,heran aja kok semua pada nurut ya sama elo"
"itu karna dia baik,gak pernah bermasalah kayak lo"
"baik?,baik darimana. Perebut pacar orang kok dibilang baik"
"Maksud kamu apa Ren? siapa yang aku rebut,aku gak pernah merasa merebut siapapun" jawabku
__ADS_1
"yakin lo,lo dekat-dekat sama ka' Azzam tu namanya apa kalau bukan pacaran?"jawabnya dengan nada sedikit naik
"pacaran? memang orang dekat itu harus pacaran?" tanya Echa membela ku
"Echa gue bilangin ya elo jangan ketipu sama dia,didepan aja ni orang kelihatannya baik. kalau lo gak percaya ni liat" kemudian Rena menunjukkan sebuah foto ketika aku sedang berduaan di sekolah SMA Bintang dulu bersama dengan ka' Azzam. Seketika aku melihat kearah Echa karena takut terjadi salah paham.
"memangnya kenapa kalau mereka berduaan ada masalah?" Tanya Echa
"ya masalah lah,ka' Azzam itu milik gue gimana nggak masalah cobak. Lo kira gue nggak cemburu,lebih baik kalian jaga ni yang satu kalau dia mau aman" ancam Rena
"oo berani lo ngancam-ngancam? kalau sedikit saja lo berani nyentuh dia,lo bakal berhadapan sama gue" timpal Adiba
"sudah Diba,tahan emosi kamu." aku mencoba menenangkan Adiba karena tidak ingin terjadi hal-hal yang diluar batas. Lalu Rena dan kawan-kawannya pergi meninggalkan kami.
"Cha aku bisa jelasin,kamu jangan salah paham" ucapku tiba-tiba untuk mencoba menjelaskan kepada Echa tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"tenang Dila,aku percaya sama kamu seperti baru kemarin saja kita berteman,lagian tadi si kriting kan bilang dia ngaku-ngaku kalau ka' Azzam itu pacarnya. ya mana mungkin aku percaya" jelas Echa
"Alhamdulillah,aku hanya tidak ingin kita terpropokatori oleh omongan-omongan orang saja". lalu kami tersenyum dan saling berpelukan
"si kriting itu memang mencari masalah,foto kamu sama ka' Azzam saja yang ditunjukan apa gak da foto sama ka' Rian begitu kan aku bisa liat wajah ka' Rian" protes Adiba yang merindukan kekasihnya itu.
"ya sudah nanti biar aku motoin ka' Rian sebanyak mungkin dan kamu tempelkan di kamar biar selalu bisa lihat dia" jawab Echa,lalu kami tertawa. Selagi kami asik tertawa tiba-tiba ponselku berbunyi dan aku melihat ke arah ponsel itu ternyata salah satu guru dari SMA Bintang dan aku mengangkatnya. Setelah aku selesai berbicara ditelpon
"salah satu bu guru dari SMA Bintang Cha,dia menyuruhku untuk datang kesana"
"ya sudah kita kesana aja" usul Echa
"ya dan aku harus ikut,buat jaga-jaga aja agar tu ni nenrk lampir gak berani berbuat macam-macam lagi padamu" pinta Adiba yang sudah menyiapkan benteng pertahanannya.
"Diba kamu jangan macam-macam,ntar dikira aku bawa preman" jawab Dila
"ya kalau dia berani cari masalah,aku tak tinggal diam"
"kamu ini,mau sekolah atau mau berantem?" tanya Echa
"siapa tau kan Cha"
"ya sudah yuk,entar terlambat lho kita udah ditungguin tu" ucap Echa,lalu kami bergegas ke kantor dan menemui bu Siska dan kami pergi kesana bersama dengan bu Siska. Sesampainya disana kami turun dan memasuki lokasi sekolah lalu menuju ke ruangan kepala sekolah. ditengah perjalanan Adiba melihat lokasi sekolah dengan tatapan heran dan kagum dan selain itu Adiba senyum-senyum karena melihat Rian. namun,tidak begitu dengan ka' Azzam yang terlihat sedikit resah karena para siswa disana terpaku melihat kecantikan Echa sang primadona.
__ADS_1
"Diba jangan senyam senyum begitu,biasa aja" bisik Echa yang menyenggol tangan Adiba.
"habisnya ada bebebh kesayangan aku Cha" balasnya
"iya tapi ingat kita kemari ngapain"
"iya ya aku tau"
kemudian kami sampai didepan ruangan kepala sekolah dan ibu Siska dipersilahkan masuk keruangan itu kemudian mereka saling bicara entah apa yang mereka bahas kami juga tidak mengetahuinya. Sementara itu,aku,Echa dan Adiba duduk ditaman menunggu bu Siska sambil meneguk minuman yang kami beli di kantin sekolah itu. Ketika kami saling bercerita dan tertawa tiba-tiba Lisa datang ke tempat kami.
"Dila" panggil nya
"ya kak"jawabku
"bisa bicara sebentar?" ucapnya,namun Adiba dan Echa tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya
"mau bicara apa? jika kamu ingin menyakitinya lagi. hadapi aku dulu" ucap Adiba sinis
"Diba,jangan gitu" bantah ku kepada Adiba.
"iya,apa gak cukup kamu menyakiti Dila terus menerus,jika ingin berbicara maka bicara disini saja,kami tidak akan membiarkan nya sendirian dan hanya berdua denganmu" timpal Echa.
"tidak apa bicara disini juga" jawab Lisa
"ya sudah kak,silahkan duduk".
"Dila,aku ingin meminta ma'af padamu atas kelakuanku selama ini,aku sadar aku jahat aku terlalu memaksakan kehendak. seberapa besarpun cintaku pada azzam itu tidak akan bisa merubah keadaan bahkan akibat rasa cemburu ku aku menyakitimu. itu malah membuat Azzam semakin menjauhi ku. kamu memang benar cinta itu gak bisa dipaksakan" jelas Lisa panjang lebar,akibat rasa bersalahnya padaku sehingga dia menjatuhkan air mata ketika ma'af itu terucap dari bibirnya.
"iya ka',aku sudah mema'afkanmu".
kemudian tiba-tiba Azzam dan Rian datang ketempat kami.
"kamu mau ngapain lagi Lisa?" tanya Azzam
"gak papa ka',ka' Lisa cuman meminta ma'af dia sudah menyadari kesalahan nya" jawabku
"bener Lisa?" tanya Azzam kembali,namun Lisa hanya mengangguj saja.
"oo ya ka' Lisa,kenalin ni sahabat aku. ini Echa,dan Adiba" aku memperkenalkan kedua sahabatku ini. "Echa ini pacar ka' Azzam dan Adiba pacarnya ka' Rian".
__ADS_1
"oo ini pacarnya Azzam,pantesan Azzam jatuh cinta padamu habisnya kamu cantik.dan pantesan saja Azzam dan Rian selama ini selalu dekat denganmu ternyata ini alasannya?" tanya Lisa dengan akrab
namun kami hanya tersenyum mendapat peryataan dari Lisa.