
"diba,kenapa sih aku selalu jadi sasaran?" tanya ku pada adiba
"sasaran gimana dila?"
"gak disekolah SMA Bintang,di sekolah kita aku selalu menjadi sasaran bulan bulanan orang yang menyukai ka' azzam,mereka selalu beranggapan bahwa aku pacaran sama ka' azzam bahkan dengan tidak sungkan mereka melakukan kekerasan padaku. sebenarnya salahku apa diba?" tanyaku pada sahabat ku ini sambil menyeka airmata yang terus mengalir membasahi pipi
"melukai gimana dila?,apa mereka menyakitimu secara berlebihan?"
aku hanya terdiam menanggapi pertanyaan adiba
"siapa yang berani melakukan ini padamu,ayo katakan padaku dila,aku tidak akan membiarkan ini terjadi" tanya adiba dengan penuh emosi yang membara
"percuma diba,kamu gak kenal sama dia"
"iya tapi siapa berani menyakitimu separah ini?"
"dia ka' lisa kawan 1 ruangan ka' azzam"
"dia harus berhadapan denganku,dia harus membayar perbuatannya karena telah berani menyakitimu"
"sudahlah diba,jangan menambah masalah. aku gak papa kok"
"ok kali ini ku ma'afkan dia karena mu tapi jika dia berani berbuat sekali lagi maka tiada ampunan untuknya"
"aku cuman butuh dukunganmu,aku hanya heran saja kenapa semua yang menyukai ka' azzam membenci ku"
"mereka mengira kamu itu pacaran sama ka' azzam karena kalian itu dekat,padahal disana juga ada ka' rian cuman mereka buta gak liat ka' rian yang nampak cuman ka' azzam doang,seharusnya kamu beruntung bisa dekat sama ka' azzam karena cuman sama kamu aja dia dekat bahkan sama pacarnya sendiri dia gak dekat"
"iyaa tapi aku yang selalu jadi sasaran,aku dekat sama dia karena acara pertukaran pelajar ini lagian disana mereka mendekati ku hanya selalu membahas dan menanyakan kalian saja,sementara aku tidak dihiraukan"
"yeee sirik ni e,tapi enak kan ada bodyguart ganteng begitu"adiba tersenyum sambil menggerak kan kedua alisnya
"ya terserah deh kamu mau bilang apa"
"eh dila gimana kalau kamu juga punya pacar,nanti biar aku sama ka' rian cariin deh biar yg sewot sewot itu tidak membencimu lagi'
"apaan sih diba,jangan yang aneh aneh deh,aku disana nyarik ilmu,buat belajar mumpung pasilitasnya bagus bagus, bukan nyarik pacar. lagian kamu aneh bukannya mendukung ku untuk belajar malah ngasih ide yang nggak gak".
"kan namanya juga ide dila,siapa tau dengan ide ini perasaanmu sama ka' azzam bisa hilang"
"nanti juga hilang dengan sendirinya diba"
__ADS_1
"ya deh ya,gitu aja ngambek".
"diba kawanin aku belik buku yuk,males ni pergi sendirian"
"yaudah ayuk,kemana aja aku siap mengantarkanmu tuan putri yang sholeha"
"yaudah sebentar ya,pamit dulu ntar ayah dan ibu nyariin kita".
setelah aku pamit kemudian kami pergi ke toko buku dengan menaiki motor,ketika ditengah jalan tiba tiba sebuah mobil menghadang kami dan turunlah seorang gadis dari dalam mobil itu,gadis itu lisa
"heh turun lo" tunjuk lisa itu padaku
kemudian adiba memberhentikan motornya dan kami turun dari atas motor
"ada apa ka'?"
"dia siapa dila?" tanya adiba padaku
"dia ka' lisa diba" jawabku berbisik
"heh lo kan udah gue peringatin gak kapok juga lo ya," lagi dia menunjuk ku
"heh bisa gak lo gak usah nunjuk nunjuk?" jawab adiba
"pa yang menjadi urusan nya sekarang menjadi urusan gue,karena dia itu sahabat gue gak ada tang boleh nyakitin dia termasuk lo, sekarang elo mau apa?" tantang adiba
"oohh berani lo sama gue"
"lo pikir gue takut?,dengar ya kalau lo berani nyakitin dia lo bakal berhadapan sama gue"
"adiba udah,ayuk kita pergi" bujuk ku
"gak dila,dia harus tau sama siapa dia berhadapan kalau gak dia bakal nyakitin kamu lebih dari ini dan aku tidak terima itu semua"
"oh ya terus lo mau apa" tanya lisa
"gue gak bakal tinggal diam kalau lo sekali lagi berani berbuat kasar sama sahabat gue,gue bakal bilangin kelakuan lo sama ka" azzam bahkan gak segan segan gue laporin lo ke polisi"
"punya nyali juga lo"
"lo pikir gue gak berani,gue bukan kayak lo yang beraninya lewat belakang"
__ADS_1
"diba udah,kita pergi aja ayuukk" titah ku
"untung gue punya sahabat baik,kalau gak udah habis lo sama gue"
lalu kami naik ke atas motor dan berlalu pergi meninggalkan lisa.namun ketika di sekolah SMA Bintang pada saat jam istirahat tiba aku,ka' rian dan ka' azzam bercerita seperti biasa tapi aku menjaga jarak agar ka' lisa tidak terus menerus menyakitiku namun usahaku sia sia karena dia telah menaruh rasa dendam padaku.
ketika aku berjalan sendirian menuju ke perpustakaan tiba tiba ka' lisa menarik tanganku dan membawaku ke sebuah ruangan yang gelap,ruangan itu merupakan gudang yang aku sendiri tak tau dimana arahnya.
"kita mau kemana ka'?" tanyaku
"ikut aja,jangan banyak tanya"
"tapi kita kemana ka',aku takut disini gelap"
"diem lo"
sesampainya didalam ruangan itu,lisa menatapku dengan amarah dengan tatapan yang tajam
"elo gak punya kuping atau gimana hah,udah berkali kali gue bilang jangan pernah dekatin azzam jauhi dia karena dia itu milik gue,cuma milik gue." dengan nada tinggi lisa berbicara padaku
"tapi bukanya dia menolak cinta kakak?"
"tau darimana lo?"
"ka' cobak kakak sadar,cinta itu gak bisa dipaksakan kak,nanti kakak akan dapat cowok yang lebih baik lagi dari ka' azzam"
"diem lo,gak usah banyak bacot"
"kakak salah sangka jika kakak mengira aku dan ka' azzam pacaran,kami hanya sebatas teman."
"bohong,jika kalian hanya sebatas teman kenapa kalian begitu dekat bahkan dia tidak sedekat itu sama gue"
"percayalah ka',aku dan ja' azzam tidak ada hubungan apa apa kami hanya sebatas teman,ka' azzam pacaran sama sahabat aku makanya kami dekat."
"jangan mengarang cerita denganku"
"aku tidak mengarang ka',ini fakta. sadar ka' jangan sampai kakak diperbudak oleh hawa nafsu kakak sendiri itu tidak baik kak"
"diam lo,sekali lagi lo bicara gue gak segan segan nyakitin lo" kata lisa sambil memegang kedua pipiku dengan kasar
"sakit kak"
__ADS_1
kemudian lisa pergi dan mengunci pintu dari luar sehingga aku merasa ketakutan didalam ruangan yang gelap itu sendirian.
"ka' tolong bukain pintunya,aku takut sendirian kak" teriak ku sambil menangis dan mengetuk ngetuk pintu dengan sangat kencang. namun lisa tidak mendengarkanku dia terus berlalu meninggalkan ku sendiri.