Angsa Tak Bertuan

Angsa Tak Bertuan
BAB 22


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu aku dan Adiba menjadi mahasiswa di universitas yang sama tetapi jurusan yang berbeda, sementara Echa memilih universitas yang lain nya dengan tehnologi yang lebih canggih dan universitas yang lebih baik. Beberapa tahun telah aku lewati dengan kesendirian ku,entah karena merasa terlalu nyaman atau karena terlalu sibuk dengan pekerjaan disela-sela waktu kuliah sehingga tiada berpikir untuk mencari pendamping hidup walau hanya sebatas teman curhat saja,karena aku merasa tiada tempat curhat yang lebih baik selain sang maha pencipta.


Berbeda dengan Adiba yang saat ini sudah mendapatkan kekasih baru yang aku sendiri kurang mengenalinya,tidak dengan Echa yang saat ini masih bertahan bersama dengan Azzam. Namun karena kesibukan masing-masing sehingga kami sudah tidak pernah bertemu lagi dan aku berharap dengan keadaan ini membuat cinta yang ada di hatiku bisa hilang,sirna dengan sendirinya.


Ketika jam kuliah telah usai,aku dan Adiba ingin berangkat pulang, namun Adiba bertanya kepadaku tentang perasaan ku


"Dila,boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Adiba dengan ragu-ragu.


"Boleh Diba,emang mau tanya apa?" jawabku sambil melihat ke wajah sahabatku ini dengan melemparkan sebuah senyuman.

__ADS_1


"apa kamu masih mencintai ka' Azzam?" tanya nya tiba-tiba dengan rasa penasaran


"Aku gak tau Diba,mungkin rasa itu telah punah karena kita sudah beberapa tahun tidak pernah ketemu. Dan aku berharap rasa itu tidak akan pernah kembali" jawabku menjelaskan tentang perasaan yang saat ini ku alami."kenapa ko' kamu nanyak masalah ini?" kataku kembali mempertanyakan kepada Adiba.


"yaaa aku heran aja,sampai saat ini kamu belum punya pacar padahal banyak yang menyukai mu dan mengatakan cinta" paparnya ingin memastikan jawaban yang akan aku lontarkan.


"tapi kamu itu butuh teman yang mendengarkan segala keluh kesahmu"


"kan ada kamu,apa kamu gak mau mendengarkan lagi segala keluh kesah ku?" tanyaku kembali padanya.

__ADS_1


"bukan begitu,tapi sampai kapan kamu itu betah sendirian?"tanya nya kembali padaku


"aku itu gak sendirian Diba,ada kamu,orangtua aku dan ada Allah yang selalu dekat denganku" jawabku dengan memaparkan semuanya.


"ya deh ya,aku kalah" jawab Adiba dengan wajah yang tertekuk dan kemudian kami tersenyum lalu berangkat pulang.


*****


Ketika aku sedang bekerja di depan komputerku dengan mengajarkan anak-anak privat,tiba-tiba ponselku berbunyi dan aku melihat bahwa Adiba menelponku, dengan menghentikan sejenak aktivitasku dan memberikan soal kepada anak-anak dengan mengerjakan soal dibuku agar mereka tetap belajar dan sementara aku keluar mengangkat telpon dari Adiba. Setelah aku menutup telpon tersebut aku terdiam sejenak mengingat kembali ucapan Adiba bahwa Echa mengajak ketemu untuk sekedar makan bersama di cafe tempat biasa yang kami dan Adiba ingin menjemputku karena Echa juga datang bersama dengan Azzam. Namun aku menolak ajakan itu karena aku ada pekerjaan yang tidak mungkin ku tinggalkan hanya untuk menemui sahabatku terlebih lagi untuk menghindari bertemu dengan ka' Azzam. Setelah aku terdiam dan kemudian aku masuk kembali untuk menemui anak didik ku yang ku berikan soal dan kami bahas bersama. sekiranya waktu ku telah selesai dalam mengajarkan privat tersebut kemudian aku pamit dan kami pulang.

__ADS_1


__ADS_2