Angsa Tak Bertuan

Angsa Tak Bertuan
BAB 19


__ADS_3

"Dila,kamu itu perempuan yang baik. sekali lagi aku minta ma'af ya telah menyakitimu".ucap Lisa kembali


"ya kak"jawabku. lalu Lisa pergi meninggalkan kami. Setelah itu bu Siska keluar dari ruangan kepala sekolah dengan tersenyum senang dan itu membuat kami bertanya-tanya ada apa gerangan,namun tiba-tiba seluruh siswa dan guru kumpul di lapangan dan kepala sekolah memberikan sedikit persembahan.


"kami dari sekolah SMA Bintang mengucapkan banyak terima kasih kepada SMA Melati yang telah bersedia menerima acara pertukaran pelajar yang telah lewat beberapa hari yang lalu. dan kami meminta ma'af atas apa yang terjadi kepada salah satu siswa dari SMA Melati,kami berharap kejadian itu tidak terulang lagi,serta kami akan memberikan penghargaan kepada salah satu siswa dari SMA Melati karena prestasi yang luar biasa dan dia sangat berpartisipasi serta aktif dalam mengikuti kegiatan selama kegiatan itu berlangsung,dengan rasa bangga kami mempersilahkan anak kami untuk maju ke depan kepada Dila Azkadina kami persilahkan" papar kepala sekolah dengan panjang lebar,dan kemudian disusul dengan suara tepukan tangan dari seluruh makhluk yang ada disekolah itu,sehingga membuat aku terkejut ketika nama ku dipanggil untuk maju ke depan,dengan rasa bersyukur karena tidak menyangka ini yang akan terjadi padaku. aku melihat ke arah Echa,Adiba,ka' Azzam dan Rian seolah-olah tisak percaya dengan apa yang aku dengar serta aku melihat ke arah Lisa dan dia mengangguk kan kepala pertanda bahwa menyuruhku untuk segera naik dan aku pantas untuk mendapatkan penghargaan itu. dengan rasa terharu dan bangga sehingga tidak terasa airmata mengalir dari kedua mataku.


Setelah aku maju ke depan dan kepala sekolah mengalungkan ku medali serta memberi piagam dan aku mengucapkan terima kasih. setelah acara serah terima itu usai dan kemudian kami mau beranjak pulang dan seketika


"Selamat ya sholeha ku,kami bangga padamu" ucap Adiba dan Echa


"Terima kasih sahabatku" kemudian kami berpelukan.


"selamat ya Dila atas prestasinya,kamu pantas mendapatkan nya" ucap Azzam dan begitu juga dengan Rian.


"makasih kak" jawabku


kemudian kami berlalu pergi dan pulang,setelah itu ku tunjukan segala prestasi yang ku raih kepada kedua orangtua ku dan mereka terharu serta bangga dengan apa yang ku dapat.


Ke esokan harinya sesampainya disekolah guru serta kawan-kawan ku memberikan selamat atas pencapaian yang ku raih,namun tidak dengan Rena dan kawan-kawan nya. mereka malah lebih tidak menyukai ku dan mereka datang mendekati ku


"heh elo merasa udah di atas awan ya?" ucap Rena sinis


"maksudnya Ren?" tanyaku


"halah jangan mentang-mentang elo udah dapat penghargaan terus elo bisa semena-mena seenak elo ya,kenapa sih semua harus elo?"


"Rena aku dapat penghargaan itu juga gak sengaja,aku aja terkejut ketika aku mendapatkannya"


"elo tu pakek apa sih,makanya elo selalu dipuji,elo selalu mendapatkan apa yang elo mau?"

__ADS_1


"Ren,jika kamu juga ingin mendapatkan apa yang kamu mau kamu harus rajin belajar,harus giat,harus ikhlas menjalani apapun itu dan jangan lupa berdo'a"


"gak usah cobak-cobak ceramahin gue,elo bisa kok mendapatkan apa yang elo mau tapi tidak dengan Azzam"


"ka' Azzam,Ren berapa kali aku harus jelasin kalau aku gak da hubungan apa-apa sama ka' Azzam kami hanya berteman saja begitu juga dengan ka' Rian"


"terserah elo mau bilang apa,yang jelas awas kalau elo masih berani dekatin dia".timpalnya,lalu mereka pergi meninggalkan ku,ketika mereka pergi aku hanya melihat saja dan tak sengaja dia melihat Echa turun dari sebuah mobil mewah dan dihampiri juga dengan seorang siswa ganteng si pengemudi itu lalu siswa itu membelai lembut rambut Echa dan memegang pipinya dengan mesra,yaaa pria itu adalah Azzam,dia mengantarkan Echa kesekolah pagi ini. Setelah Azzam berlalu pergi kemudian Echa mau memasuki sekolah dibelakangnya menyusul Adiba dan mereka masuk bersama. Melihat pemandangan itu Rena bengong sekaligus heran namun dia terlihat sangat marah,begitu juga aku yang merasakan begitu sakit yang mendalam seperti ditusuk namun ku alihkan segala rasaku demi kebahagiaan Echa dan ku tutupi rasa sakit itu dengan senyum yang menghiasi bibirku.


"Echa,elooo" kata Rena dengan kata-kata yang tak mampu diucapkan nya sambil dia menunjuk kearah Echa. Namun,Echa mengabaikannya dan langsung mendekatiku tapi langkahnya di ikuti oleh Rena dan kawan-kawan nya.


"heh elo tunggu dulu,gue mau ngomong" teriak Rena


"hey kriting bisa gak,gak usah teriak-teriak kayak di hutan. ini tu lokasi sekolah" jawab Adiba


"gue gak da urusan sama elo,minggir lo" Rena menolak bahu Adiba sehingga Adiba sedikit terayun.


"ada apa Ren?,elo mau ngomong sama gue? ngomong apa biar gue dengarin" ucap Echa.


"laahh emang ada yang salah?"


"ya iyalah salah,dia itu milik gue"


"sejak kapan?"


"sejak pertama ketemu tempo hari"


"terus elo di akui sama ka' Azzam?"


"ya...ya....ya iyalah masak nggak,dia juga cinta sama gue" kata Rena dengan berbohong

__ADS_1


"yakin?"


"yakin,pokoknya mulai sekarang elo jangan dekat lagi sama dia"


"laahh emang kenapa,gak da siapapun yang bisa melarang gue"


"bisalah,gue melarang lo"


"gak bisa,emang elo punya hak. elo gak bisa ngelarang gue mau ngapainpun sama dia karena gue pacarnya,laahh sementara elo siapa?" tanya Echa,seketika mendengar jawaban itu Rena sontak terkejut dan tambah geram


"apa elo pacarnya?,jangan ngaku-ngaku" Rena tidak percaya akan ucapan Echa


"kalau gak percaya ya sudah,males gue ngeladenin orang yang hanya carik masalah saja. dan kalau masih gak percaya tanya aja sama ka' Azzam." ucap Echa lalu kami beranjak pergi dan Adiba mengejek Rena sementara aku hanya tersenyum saja melihat tingkah Rena yang semakin panas.


"iiiiii kesel deh,kenapa sih harus Echa,kenapa bukan aku. memangnya aku kalah apa cobak dari Echa,cantiknya juga cantikan aku" ucap Rena dengan sangat marah.


"ya,kok gengnya mereka selalu menang ya" tambah kawan nya


"pokoknya mereka harus putus,gue gak terima ini,liat aja nanti" ucap Rena.


Dilain tempat aku dan Echa serta Adiba tertawa melihat kejadian yang pagi ini terjadi.


"lucu ya Cha si kriting itu ngaku-ngaku" bahas Adiba.


"iya Diba,dengan penuh semangat dia yakin banget. padahal itu semua bohong" papar Echa


"iya lagian mana mau ka' Azzam sama dia,rambutnya kriting begitu,apa tadi kalian lihat wajahnya merah begitu menahan malu sekaligus marah persis seperti mi instan yang ditambah sambel" jelas Adiba kemudian kami tertawa.


"sudah-sudah tidak baik menghina seperti itu,dosa tau" bantah ku.

__ADS_1


"ya deh,tapi lucu kan" ulang Adiba yang sesekali mempragakan gaya Rena,dengan menaruh tangan di pinggang dan mata melebar serta bibrnya yang dirapatkan dan pipinya menjadi kembung. Sehingga mengundang gelak tawa bagi kami.


__ADS_2