
tok tok tok suara pintu diketuk oleh seseorang yang aku tak tau siapa,karena penasaran aku melepaskan mukena ku dan membereskan sajadahku lalu ku taruh kembali ke atas meja setelah aku selesai melaksanakan sholat tahajud dipertengahan malam,kemudian ku coba mendekat dan bertanya
"Siapa?" tanyaku kepada seseorang yang berada dibalik pintu itu
"Diba,aku boleh masuk?" tanya Adiba kembali,lalu ku buka pintu dan dia masuk kedalam kamarku kemudian kami duduk.
"Ada apa Diba,ko' belum tidur?" tanyaku padanya
"Tadinya udah tidur trus aq bangun ingin mencari makanan,kamu gak papa Dila?" tanya Adiba,yaa aku mengerti kenapa dia lapar pada malam hari,selaku ibu yang menyusui anaknya membuat Adiba sedikit-dikit lapar.
"Aku gak papa ko',kenapa nanyak begitu?" tanyaku.
__ADS_1
"Jangan bohong,aku tadi mendengar kamu menangis sewaktu kamu berdo'a" ternyata Adiba mendengar segala keluh kesahku yang ku limpahkan dalam do'a ku.
Aku terdiam mendengar pertanyaan Adiba dan dia sahabat yang paling bisa mengerti dengan posisiku "apa kamu masih seperti dulu,masih mencintai ka' Azzam?"
tanya Adiba dan aku hanya terpaku sambil menundukan wajahku,dengan tak terduga Adiba mendekat dan memeluk ku dengan erat sehingga membuatku tak kuasa menahan airmata dan menumpahkannya di pelukan Adiba.
"Ma'afkan aku Dila,aku tak bisa berbuat apapun untuk menolongmu,kalau saja mereka sudah tak bersama mungkin aku sudah mengatakan yang sebenarnya dari dulu,agar kamu tidak selalu tersakiti seperti ini" Adiba berucap sambil meneteskan airmata. Namun aku tetap terdiam mendengarkan segalanya.
"Apa,jadi Dila mencintai Azzam sejak dulu?",Aku dan Adiba tiba-tiba terkejut dan mengalihkan pandangan pada asal suara itu. suara itu berasal dari pintu yang sejak tadi telah berdiri seseorang disana mendengarkan segala percakapanku dengan Adiba.
"Kenapa gak jujur Dila?,Azzam harus tau tentang ini". ucap Rian
__ADS_1
"Jangan ka',tolong jangan diberi tahu. Aku melakukan ini karena aku tak ingib merusak kebahagiaan mereka,mereka saling mencintai terutama Echa,dia sangat mencintai ka' Azzam" aku menjelaskan alasan ku.
"Tapi kamu mengorbankan perasaanmu sendiri"
"Tak apa ka',Echa itu sahabat aku. Aku gak mau nyakitin dia" aku memohon pada Rian untuk merahasiakan semuanya dan akhirnya Rian menyetujuinya.
Setelah pertemuan itu kami semua kembali kerutinitas masing-masing dan kami saling lost contact,setelah beberapa tahun berlalu tanpa ada komunikasi tiba-tiba kami mendapat undangan yg tidak tau dari siapa yang pasti Echa mengajak kami kesebuah gedung dimana tempat pesta itu berada. Lalu kami masuk dan betapa terkejutnya aku melihat pengantin yang berdiri diatas pelaminan itu,dia adalah ka' Azzam bersanding dengan seorang wanita yang sholeha.
Melihat pemandangan itu membuatku langsung melihat kearah Echa,betapa aku bisa membaca raut wajah sahabatku ini yang begitu terluka,sakit dan begitupun juga aku namun aku mencoba ikhlas untuk menerima semuanya.
"Cha itu kan ka' Azzam,ko' bisa seperti ini?" tanyaku padanya
__ADS_1
"Kami tidak berjodoh Dila,dia mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku. Dan aku aksn berusaha untuk meng ikhlaskan nya" jawab Echa dengan nada bergetar,betapa tidak sudah sekian lama mereka bersama dan akhirnya terpisah. Namun tidak ada kebencian yang tergambar disana,yang ada hanya menjadi sahabat. Aku dan Echa sama-sama tidak mendapatkan ka' Azzam,tapi kami semua berakhir menjadi persahabatan.
TAMAT