Angsa Tak Bertuan

Angsa Tak Bertuan
BAB 4


__ADS_3

Ketika sore hari, aku duduk di depan rumah sambil melihat pemandangan alam sekitar yang begitu sejuk dan nampak asri dengan pepohonan hijau yang berdiri dengan tegak dan diperkarangan rumahku terdapat bunga-bunga yang begitu indah,yang memiliki berbagai macam jenis dan warna sehingga membuatku bersyukur kepada sang  pencipta. ketika aku terhanyut dalam lamunan yang berada dii benakku,tanpa kusadari bahwa ibuku memperhatikanku dari kejauhan sembari menyirami tanaman kesukaannya yaitu bunga-bunga tersebut.


"Dila,lagi melamunin apa sih?" tanya bidadari tak bersayapku itu


"tidak ada bu" jawabku sambil menundukkan kepala


"pasti ada yang dipikirkan ya,anak ibu ini ada masalah?" tanya ibu dengan lembut


"eeemmm....bu" kataku


"ya,ada apa sayang?" jawab ibuku


"apa kita salah ya jadi orang yang gak punya?" tanyaku.


"kenaoa kok Dila nanya begitu?" tanya ibu kembali sambil meletakkan penyiram bunganya dan duduk disampingku


"tadi disekolah pas di kantin rena datang bersama dengan teman-temannya,lalu ngomong yang tidak-tidak ke dila,echa dan adiba"ceritaku kepada ibu


"emang orang miskin itu selalu memanfaatin orang kaya ya bu?sambungku sambil menahan airmata yang hampir jatuh berderai.


"jadi itu masalah nya?"tanya ibu


aku hanya mengangguk saja pertanda meng iyakan pertanyaan ibu


"sekarang ibu tanya sama dila,dila bersahabat sama echa dan adiba karena apa?"


"karena dila sayang sama mereka bu" jawabku dengan mata berkaca-kaca


"jadi karena betulan sayang kan?,banyak orang yang mempunyai status seperti kita dan echa,orang yang miskin memanfaatkan yang kaya karena mereka banyak materi bukan karena sayang dengan tulus,pertemanan seperti ini tidak akan bertahan lama. tetapi jika pertemanan yang dilandasi dengan kasih sayang yang tulus karena Allah maka insya Allah pertemanan seperti ini akan kekal selamanya".jelas ibu


"tapi dila sakit hati dan sedih waktu rena ngomong gitu bu"jawabku yang mulai meneteskan air mata yang tak sanggup terbendung lagi


"wajar kalau dila merasa tersinggung dan sakit hati atas ucapan rena,jika dila tidak merasa seperti itu lebih baik abaikan saja,anggap saja ini cobaan untuk menguji pertemanan kalian bertiga agar hubungan persahabatan kalian semakin erat."support ibu

__ADS_1


"iya bu"


"ingat jangan sedih terus menerus dan jangan di ingat-ingat lagi nanti yang ada sakit hatinya bertambah dan berlarut-larut,kalau sakit hati dibiarkan berlarut maka yang ada jadi dendam. dendam itu gak baik lo,dendam itu temannya setan".seru ibu memberi ku nasehat


"ya bu"jawabku


"sudah ah jangan nangis,malu tau udah gadis tau,gak malu apa diliatin sama tu bebek yang lagi jalan menuju rumahnya". bujuk ibu sambik mengusap air mataku dan memeluk serta mengelus kepalaku dengan penuh kasih sayang.


"aahh ibu"rengek ku dan membalas pelukan ibu


"sudah yuk masuk,waktu magrib hampir tiba saatnya kita siap-siap untuk wudhu dan melaksanakan sholat magrib berjamaah".ajak ibu


dan aku membalasnya dengan senyuman lalu kami masuk kedalam rumah.


Keesokan paginya seperti biasa aku diantar ayah pergi kesekolah dan setelah ayah pulang kemudian aku masuk kedalam lingkungan sekolah tetapi tidak kutemui kedua sahabatku itu disana,mataku terus mencari keberadaan mereka dan tak lama kemudian aku duduk dibangkuku dan meletakkan tasku disana


"hai si kerudungku yang paling imut" sapa Adita sahabatku yang paling rusuh ini


"hai juga si ikalku yang super duper rusuh" jawabku sambil tersenyum


"biasa palingan masih diantar sama pak Bagus" jawab Adiba. pak Bagus merupakan sopir Echa


"tu kan udah ketebak pasti ngomongin aku,kenapa.....pada rindu ya?" tiba-tiba suaranya terdengar mendekat


"enak saja rindu,,,iya kami lagi ngomongin kamu yang lagi berduaan dengan pak Bagus" jawab Adiba


"ya iyalah berduaan habis sama mau sama siapa lagi kan  pak Bagus sopir yang antar jemput aku weeeek" jawab Echa


"kalian ini ya,pagi-pagi udah ribut,udah buat geger satu sekolah" jawabku


"habisnya ini ni si ikal mulai duluan" kata Echa


Dan disaat kami sedang beradu argument tiba-tiba banyak siswa yang berlarian ke mading,pertanda ada suatu informasi yang baru saja terbit dan kami pun terheran-heran,penasaran dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


"lo, ini ada apa sich kok pada lari-lari?" tanya Adiba


"kita liat yuk" ajakku kepada kedua sahabatku itu


dan kami pun mengikuti teman-teman yang lainnya menuju tempat ditempelnya informasi tersebut yaitu di majalah dinding sekolah. setelah sekian lama kami berupaya masuk dan saling senggol menyenggol dengan teman-teman lainnya maka setelah itu kami membaca informasi tersebut bahwa akan ada pertukaran pelajar antara SMA Melur dengan SMA Bintang.


SMA Bintang merupakan SMA unggul pertama yang paling populer dan paling dikenal serta merupakan salah satu SMA yang ditakuti,karena selain unggul dalam mata pelajaran sekolah tersebut juga paling hebat dalam kegiatan ekstrakulikuler dengan sejuta piagam penghargaan dan mendali yang mereka peroleh diberbagai perlombaan. seperti namanya, SMA Bintang merupakan SMA yang paling bersinar dari SMA lainnya.


Kami merasa terkejut sekaligus ada rasa kebanggaan tersendiri ketika SMA kami mampu bersaing dengan SMA Bintang dalam rangka pertukaran pelajar selama satu semester. ketika kami melihat list nama yang akan dikirim oleh para guru ke SMA Bintang,adapun sebanyak 25 orang yang terdiri dari kelas X sebanyak 10 orang,kelas XI sebanyak 10 orang dan kelas XII sebanyak 5 orang dengan jurusan masing-masing. betapa terkejut nya aku,Echa dan Adiba ketika kami melihat list nama kelas XI yang terpilih salah satunya adalah Dila Azkadina. Ya,itu adalah namaku yang tercantum disana,aku salah satu murid yang terpilih untuk dikirim ke SMA Bintang. SMA favoritku yang sangat ingin aku bersekolah disana,menuntut ilmu dengan sejuta bidang ilmu yang dimiliki disekolah itu,tetapi karena biaya yang terlalu tinggi sehinngga membuatku untuk menguburkan segala keinginanku sengan menjadi salah satu siswa disekolah itu. dengan melihat namaku disana ada rasa kagum sekaligus bahagia yang kurasakan pada saat itu.


"dilaaaa,,selamat ya muslimahku,si krudung cantik ku"kata adiba sambik memeluk ku dengan penuh rasa bahagia


"yes,you are the best"sambung echa


"Alhamdulillah,makasih ya echa,adiba"jawabku sambil tersenyum dan dalam hati mengucapkan syukur,tiada yang tak mungkin apabila Allah berkehendak.


"eh minggir-minggir"tiba-tiba rena datang dengan mendorong teman teman yang lainnya agar dia bisa melewati kerumunan


"owh jadi ada pertukaran pelajar ni ceritanya dan elo masuk salah satu murid  yang dikirim kesana" sambungnya sambil menunjuk kearahku


"heboh banget sich elo,pake pelet apaan lo hah makanya guru-guru disini bisa ngirim lo kesana" tuduhnya padaku


"Astaghfirullah aladzim,jaga ya lisan kamu tu Ren" jawabku


"jangan suka memfitnah orang lain" sambungku


"fitnah lo bilang?? siapa yang memfitnah,trus kenapa guru-guru disini bisa milih lo?" tanya nya


"atau jangan-jangan lo nyuruh kawan lo ini untuk suap guru-guru disini ya biar lo bisa dikirim kesana? ayo jujur deh lo" sambung nya


"ya Allah rena,aku enggak seperti itu ya"jawab ku dengan nada sedikit kesal.


"heh lo kriting jaga omongan ya,suka banget sih carik masalah,hidup lo gak senang ya kalau gak buat keributan mulu"jawab echa mulai emosi.

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2