
"Dila" seseorang memanggil ketika aku berjalan memasuki pintu gerbang sekolah,ternyata itu suara bu siska,seorang guru wali kelas ku dan dia juga menjabat sebagai guru bagian kesiswaan
"ya bu" jawabku sambil tersenyum.
"ibu bisa minta tolong?"
"ya bu,bisa"
"tolong kamu copi berkas ini ya".dengan menyerahkan selembar kertas yang berisikan formulir
"ini apa bu?"tanya ku penasaran
"ini berkas formulir untuk melengkapi data data kalian yang terpilih ke SMA Bintang"
"oh iya bu"
"ya sudah kalau gitu ibu tunggu ya,makasih ya dila"
"ya bu,sama-sama"
setelah menerima berkas itu kemudian aku berlalu pergi untuk memenuhi perintah bu siska,karena mesin foto copi disekolah kami sedang mengalami beberapa kendala sehingga mengharuskan ku untuk mengcopi berkas itu ke luar lingkungan sekolah,yang hanya berjarak beberapa meter saja. ketika aku selesai mengcopi berkas kemudian aku berjalan kembali menuju ke sekolah namun tiba-tiba.
Duubbbbrraaakkkk,seorang pemuda jatuh dan mengenai ku sehingga akupun ikut terjatuh dan berkas-berkas itu berserakan
"aduuhh astagfirullahaladzim".
"aduh" kata siswa tersebut
"kamu gak pa-pa,ma'af ya" sambungnya sambil mengelus-ngelus tangannya yang sakit
"aku gak pa-pa,kamu gak pa-pa?" tanya ku kembali
"gak ko',cuma sedikit agak sakit aja,sekali lagi ma'af ya"
"iya"jawabku.
kemudian dia berdiri dan membantuku untuk mengumpul formulir yang berserakan tak tentu arah
"makasih ya" kataku
"ya,sama-sama" jawabnya sambil menyerahkan formulir itu.
kemudian aku melihat jarinya yang sedikit terluka sampai mengeluarkan darah
"ini" kataku sambil menyerahkan plaster untuk menutupi lukanya.beruntung aku selalu menyimpan beberapa plaster di saku hanya untuk berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
"eemmm" dia hanya melihat plaster itu dan tersenyum padaku
"oo,ma'af sini biar aku bantu". aku mengerti maksudnya bahwa dia tidak bisa membalut lukanya sendiri karena jari kanannya yang terluka,kemudian aku menolongnya untuk membalut lukanya.
"makasih"
"sama-sama".
setelah selesai membalut luka itu tiba-tiba datang seorang siswa lagi yang merupakan temannya yang diantar oleh temannya yang lain dengan mengendarai sepeda motor yang lain.
__ADS_1
"ya ampun,kamu gak pa-pa zam?" tanya siswa tersebut
"gak ko' yan,gak da yang perlu dikhawatirkan. cuman agak lecet sedikit aja" jawabnya
"kenapa bisa jatuh sih?"
"yaa biasalah anak muda,tadi ke senggol sama motor yang didepan yaaa jatuh trus gak sengaja kenak ni siswi juga"jelasnya
"haaahh,kamu gak pa-pa dik? ma'af ya gara-gara kawan saya kamu jadi korban juga
"alhamdulillah gak pa-pa kak"
"laahh itu jari kenapa zam?"
"sedikit luka yan,tapi udah di balut sama adik ini. looo khawatir banget sih orang gak pa-pa juga"
"yeee ya sudah,makanya lain kali hati-hati"
aku tersenyum melihat tingkah kedua siswa itu dan kemudian aku berlalu pergi kembali ke sekolah.
"darimana aja sih,si sholeha ku ini" tanya adiba
"dari fotocopi diba,tadi bu siska minta tolong untuk mengcopi formulir untuk pertukaran pelajar yang terpilih"
"oo kirain kemana,kok belum kelihatan" sambung echa
kemudian bu siska datang dengan membawa formulir yang telah ku serahkan kepadanya dan membaginya ke siswa yang terpilih satu persatu.
"dila,jika nanti sudah selesai tolong kamu kumpulkan formulir itu dan antar keruangan ibu ya. hari ini harus terkumpul juga karena ketua osis dari SMA Bintang datang untuk mengambil formulir itu."
setelah semua selesai mengisi formulir kemudian aku dan sahabatku mengumpulkan formulir itu dan meberikannya kepada bu siska dan ketika kami keluar dari ruangan bu siska tiba-tiba kami hampir tertabrak dengan dua orang siswa yang buka berasal dari siswa sekolah kami tapi merupakan siswa dari sekolah lain yaitu SMA Bintang.
"lho,kamu"kata salah satu dari mereka. begitu juga denganku yang terkejut melihat mereka disana
"kamu ngapain disini"tanyanya
"aku sekolah disini,terus kakak ngapain disini?"
"oo jadi kamu siswi disini,aku kesini untuk mengambil formulir siswa yang terpilih dalam pertukaran pelajar"
"jadi kakak ketua osis dari SMA Bintang?"
"ya,o ya kenalin aku Azzam dan ini kawan ku Rian". sambil memperkanalkan diri dan mengulurkan tangannya
"nama aku dila,ini adiba dan ini echa".jawabku sambil memperkenalkan kedua sahabatku sekaligus.
"o ya makasih ya karena udah bantu membalut luka dan gak berdarah lagi"katanya sambil menunjukan jarinya.
"ya ka' azzam sama-sama".
"oo ya ruangan bu siska dimana ya?"
"oo ini ka',masuk aja. bu siska udah nungguin kakak" jawabku
"ya sudah kalau gitu"
__ADS_1
kemudian kami saling tersenyum dan mereka memasuki ruangan bu siska sementara aku dan kedua sahabatku kembali ke ruangan.lagi-lagi proses belajar tidak berjalan dengan baik sehingga kami tidak belajar seperti biasanya.
"ehem ehem"batuk diba
"mulai reseh ni anak,ada apa diba aham ehem segala" tanya echa
"kamu ngerasa ada yang aneh gak sih cha?"tanya adiba ke echa
"aneh gimana?" sambung echa
"ya aneh,ada yang kenalan sama cowok yang super ganteng tapi kita seperti angin yang tak tau apa apa,kayaknya udah mulai rahasia rahasia an ni"
"bukan gak mau cerita tapi belum cerita diba,lagian kenalannya baru tadi kan kalian dengar sendiri"
"tapi udah tau sebelum itu kan?"
"tadi pagi diba,ceritanya itu pun karena ada kecelakaan dia jatuh dari kereta dan tak sengaja menimpa ku"
"yang bener?" tanya adiba melotot seakan mencari tau kebenaran di mataku.
"ya adiba sayang,emangnya aku pernah bohong?"
"ya gak sih"jawabnya sambil tersenyum
"tunggu tunggu,tadi kamu bilang kecelakaan tapi kamu gak papa dila?" tanya echa sambil memeriksa seluruh anggota tubuh ku
"gak pa pa echa,alhamdulillah baik baik aja kok".
"alhamdulillah kalau gitu,gimana kalu kita makan yuk lagi pengen makan yang berkuah ni ditambah minumnya es teh dingin gitu biar seger"ajak echa sambil tersenyum
"ayuuukkkk,"jawab adiba dengan penuh antusias.
sesampainya di kantin sekolah kami memesan makanan yang di inginkan. kemudian kami mencari tempat duduk untuk makan. namun tiba tiba
"Dilaaaaa"tetiak azzam yang sedang menunggu pesanan juga
dan aku menoleh dan mendekati mereka
"nyarik tempat duduk ya,duduk disini aja kita hanya berdua kok".tawar azzam
"boleh,makasih ya ka' azzam" jawab adiba langsung duduk.
aku dan echa menatap adiba dengan heran namun akhirnya kami mengikutinya duduk bersama mereka.
"kalau boleh tau kalian kelas berapa?"tanya azzam
"kelas XI ka'"jawab dila
"kalau kakak?"tanya ku
"kami kelas XII"
"berarti kalian abang kelas dong ya"sambung adiba
"bukan,tapi kalian yang adik kelas"jawab rian. kemudian kami tertawa.
__ADS_1