Angsa Tak Bertuan

Angsa Tak Bertuan
BAB 14


__ADS_3

ayah melirik kepada ibu lalu ibu beranjak dari tempat duduknya dan memasuki kamar seolah mengerti akan perintah dari suaminya itu


"dila" tok tok tok ibu mengetuk pintu kamar


"ya bu,masuk"


"ada apa sayang?"


"gak papa bu"


"ibu tau dila kenapa-kenapa,jangan menyembinyikan apapun dari ibu karena ibu yang melahirkanmu nak"


kemudian dila memeluk ibu dan menangis dipelukan sang bunda tercinta


"ayo cerita,ada apa?"


"ka' azzam bu,dia tidak mencintai dila. dia mencintai echa" sambil menangis dila menumpahkan segala isi hatinya kepada ibu


"sudah sayang,dila harus ikhlas,rela kan azzam bersama dengan echa. bukan kah echa itu sahabatmu nak?"


"ya bu tapi dila sedih"


"ibu mengerti gimana perasaan dila,tapi demi kebahagiaan echa biarkan mereka bersama. apakah azzam tahu kalau kamu mencintainya?"


dila hanya menggelengkan kepala seolah tak sanggup ingin berucap


"memangnya dila nggak ngasih tahu?"


"nggak bu,dila malu. sebenarnya dila mau ngasih tau tapi semuanya sudah terlambat bu,terus kenapa selama ini dia mendekati dila,dia selalu menjaga dila,dila udah merasa nyaman sama dia bu sampai sampai dila jatuh hati,namun apa ka' azzam malah jadian sama echa" sambil menangis tersedu dila mengutarakan segalanya


"dila dengar sayang,perasaan itu gak bisa dipaksakan. mungkin azzam selama ini menganggap dila sebagai sahabat atau adik bukankah itu lebih baik?,bayangkan jika azzam dan echa mengetahui ini semua mungkin echa akan terluka perasaannya dan menolak azzam demi kamu. dengar nak jangan sampai perasaanmu ini melukai perasaan orang lain apalagi sahabat sendiri".


"iya bu"


"ya sudah lebih baik kamu sholat dan serahkan semuanya sama Allah agar perasaanmu tenang"


"baik bu"


kemudian ibu memeluk dan mencium kening putrinya itu dengan penuh kelembutan.


setelah ibu keluar dari kamar dila


"dila kenapa bu?" tanya ayah


"gak papa yah"


"gak papa gimana bu dia nangis begitu,apa ada yang menyakitinya?"


"tidak ayah tidak perlu cemas,maklumlah masalah remaja yah,masalah percintaan"


"oo kirain dila kenapa-napa,ternyata anak kita sudah besar ya bu"


"iya yah,tak terasa ternyata kita sudah tua"


"walaupun tua,ibu tetap masih secantik dulu tapi sekarang sudah berbeda"

__ADS_1


"ayah bisa saja,berbeda gimana maksud ayah?"


"ya berbeda bu,sekarang sudah tidak ada yang rebutan untuk melamar ibu karena ayah sudah jadi pemenang diantara semua kaum lelaki" gombal ayah sambil melirik ke wajah wanita kesayangannya itu


"gombal ayah bisa saja,malu tu kalau didengar sama anak anak"


"biar saja bu,biar mereka tau kalau orang tuanya romantis"


lalu keduanya saling melempar senyuman manja.


"assalamualaikum ayah ibu" sapa adiba tiba tiba datang kerumah dila dengan menaiki sepeda


"waalaikumsalam,eh ada adiba"jawab ibu


"dila ada bu?"


"ada tu dikamar,masuk aja gak dikunci"


lalu adiba masuk kedalam kamar dila


"hei,sholeha ku"


"hei juga," sambil melontarkan senyuman pahit ke arah adiba


"kamu baik baik aja dila?"


dila hanya mengangguk


"aku mengerti dengan perasaanmu,kamu yang sabar dila"


"ma'afkan aku ya dila,aku tidak bisa berbuat apa apa disaat keadaanmu lagi sesulit ini"


"gak papa diba,entar lama kelamaan perasaan ini juga hilang mungkin yang ku rasain ini hanya sesaat aja"


"ya sudah sekarang gimana kalau kita jalan jalan yuk"


"kemana?"


"yaa ada deh,yang pasti gak disini dong"


"tapiii diba"


"ayo lah cha,aku pengen jalan jalan ni pengen ditemani sahabatku yang sholeha ini" sambil merayu,menggerak gerakan alis matanya


"kalau kamu sudah begini,aku gak bisa nolak"


"naahhh gitu dong,harus semangat gitu".


kemudian mereka keluar dari kamar dan merekan meminta ijin kepada kedua orangtua dila,dengan mengendarai sepeda adiba membawa dila kesebuah taman tempat mereka biasa dan mereka duduk dibawah pohon yang rindang.


"dila lihat itu" kata adiba sambil menunjukkan ke arah angsa yang sangat cantik yang sedang berenang didalam kolam itu


"yaa diba,angsa itu cantik ya"


"ya dila,kayak aku kan putih,bersih,cantik banget" sambil berpose manja menggerak gerakan tangan dan mengibaskan rambutnya adiba menghibur sahabatnya itu.

__ADS_1


"kamu bisa aja diba" melihat tingkah lucu sahabatnya itu membuat dila tertawa


"makasih ya diba"


"makasih buat apa?"


"kamu udah menghibur aku,udah mau setia nemenin disaat aku lagi butuh"


"yeee biasa aja,kita kan sahabat jadi sudah seharusnya saling tolong menolong""aku gak tau deh gimana kalau gak da kamu diba"


"kalau gak ada aku,yaa kamu gak disini dila pasti didalam kamar"


"yaa juga sih,memang dasar kamu sahabatku yang julid"


lalu mereka tertawa,


"dila kamu pengen minum apa?"


"minum apa yaa,kamu ini serasa pelayan direstoran nawarin minuman segala"


"ya dong,kan hari ini panas jadi minum minuman segar gitu biar adem"


"ya udah deh terserah ke kamu aja"


"baik bu,ditunggu ya minuman nya akan segera datang"


lalu adiba beranjak pergi meninggalkan dila yang duduk melihat angsa yang sedang berenang di tengah kolam


"aku harus move on,ku relakan segala perasaan ku demi sahabatku. seperti seekor angsa itu yang sedang berenang dalam kesendirian tanpa ada yang mendampingi seperti itu juga aku yang punya perasaan namun tanpa tujuan,tanpa tuan yang tak tau siapa pemilik hati ini" gumam ku dalam hati


"hoy ngelamunin apaan sih"


"gak da papa diba,kamu ni suka banget ya buat orang terkejut. untung aja aku gak punya penyakit jantung kalau tidak bisa struk mendadak aku gara-gara kamu"


"habisnya asik banget sih," sembari memberikan sebotol minuman kepada dila


"enak banget ya jadi angsa itu diba"


"enak kenapa?"


"ya liat aja tu,dia berenang ditengah kolam yang jernih,dibawah teriknya matahari,di kelilingin dengan banyaknya pepohonan hijau,bunga bunga yang mekar. indah banget ya ciptaan Allah diba"


"alhamdulillah kita bersyukur masih bisa menikmati semua ini,makanya jangan sedih sedih lagi ya ntar yang ada pemandangan ini jadi hitam seperti malam,mati lampu yaaaa harus carik senter dulu biar kelihatan"


"apaan sih diba,"


"gimana kata kata ku udah bijak belum"


"eemm kira2 gimana ya,masih jauh sih tapi gak apalah yang penting udah berusaha" jawab dila sambil tersenyum ke arah sahabatnya itu


"tu kan mulai deh menjatuhkan semangat ku,"


"bukan gitu tapi masih perlu banyak belajar lagi"


"ya ya,kita pulang yuk udah mulai sore ni"

__ADS_1


"ayuukkk".


__ADS_2