
"dila" panggil om surya
"ya om"
"sini duduk sebentar,ada yang mau om sampaikan"
lalu aku,echa dan adiba duduk di kursi secara bersamaan
"om dengar dila terpilih menjadi salah satu pertukaran remaja ke SMA Bintang ya"
"alhamdulillah,ya om"
"alhamdulillah,kamu pantas mendapatkan nya. pesan om belajarlah yang giat,tekun dan bersungguh sungguh lah. jangan sia sia kan kesempatan besar ini karena kesempatan ini hanya datang sekali. manfaatkan segala pasilitas yang ada disana dalam menggali ilmu yang lebih dalam lagi. jangan cepat puas atas pencapaian yang kamu dapatlah,tetaplah rendah hati jangan sombong".
"ya om,dila akan ingat selalu pesan om"
"ya dila,jadilah seperti padi jika makin terisi maka akan semakin merunduk " sambung mama nya echa
aku hanya mengangguk dan tersenyum,aku merasa sangat senang karena banyak yang menyayangi ku.
kemudian setelah hari menjelang sore kluarga om surya dan keluarga om handoko pulang dan meninggalkan rumah kami.
"Terima kasih atas jamuan nya pak roy,senang berjumpa dengan anda" canda om Surya
"ya pak surya,terima kasih juga telah menyempatkan diri untuk datang ke kediaman kami. kami sekeluarga merasa tersanjung atas kehadiran pak surya beserta keluarga" jawab ayah
"halah pakai bahasa formal begitu biasanya juga elo gue" timpa on Handoko
"ya kan biar seperti rekan bisnis begitu,lagian kenapa siih roy kamu gak mau kerja aja diperusahaan ntar ku bantu kan nilai kamu bagus,lulusan luar negri lagi,IPK juga tinggi"
"haahh jadi ayah lulusan luar negri,ko' aku gak pernah tau ya selama ini". gumam ku dalam hati
"gak usah lah surya,biar aku gini aja. aku hanya ingin lebih menyempatkan waktu bersama keluarga lagian kamu kan tau dari dulu aku tidak suka kerja yang terikat entar yang ada aku sibuk dengan pekerjaan sementara istri dan anak-anak terlantar karena kekurangan kasih sayang".
"ya surya,keluarga itu nomor satu. makanya kamu jangan terlalu sibuk mencari uang sesekali luangin waktu untuk keluarga agar keluarga juga merasakan kasih sayang. lagian kamu ngajak roy kerja,kamu kayak gak paham aja kalau roy gak bisa jauh dari si salmah nanti yang ada malah sia sia perjuangan dia waktu mengejar cinta salmah dulu" cerita om handoko.
"kami bisa saja koko msih ingat ternyata"jawab ayah
lalu mereka tertawa bersama-sama
"ya sudah kalau begitu kami pamit dulu"
"ya surya,hati hati dijalan"
lalu mereka semua pulang kerumah
"jadi ayah lulusan luar negri?" tanyaku penasaran sambil kami berjalan masuk kedalam rumah. mendapat pertanyaan itu ayah hanya tersenyum
"kenapa ko' ayah gak pernah cerita?"
"buat apa?,kita berpendidikan tinggi itu bukan untuk dipamerkan yang penting sekarang bagaimana cara mengaplikasikan dan mengamalkan ilmu yang kita punya"
__ADS_1
"oo gitu ya yah"
kemudian ayah tersenyum dan kamipun masuk ke dalam rumah.
perjuangan ayah ku untuk mendapatkan cinta ibu terbilang sangat penuh dengan tantangan dan rintangan,karena banyak yang menyukai ibu dan tak sedikit pula yang ingin menjadi kannya seorang istri mulai dari pemuda sampai yang duda bahkan ada juga yang sudah ber istri juga datang untuk mempersunting ibu. wajar saja karena ibu merupakan primadona di desanya. namun ketika ibu melarikan diri dari rumah kakek untuk menolak lamaran dari seorang pemuda yang merupakan anak dari seorang juragan kaya. yang pada saat itu kakek memiliki banyak hutang kepada mereka maka mereka memaksakan kehendak agar ibu menikah dengan pemuda itu. tapi setelah diperjalanan ketika ibu lari tiba-tiba ibu bertemu dengan ayah yang merupakan kawan sekolahnya.
"roy tolongin aku dong"
"kamu kenapa sal,ko' lari. sebaiknya kamu tenang dulu"
"ya ni kayak dikejar setan aja" timpal om handoko
"duuhh ntar deh aku cerita,kita pergi dari sini dulu yuk"
dengan tergesa gesa gadis bernama salmah itu naik ke atas sepeda motor ayah,
"tapi sal"
"udahlah ayuk roy,cepat"
kemudian ayah menghidupkan motor dan melaju pergi dengan cepat,setibanya di taman ayah dan ibu duduk beristirahat dibawah pohon dan ayah memberikan sebotol minuman kepada ibu
"nii di minum dulu"
ibu mengambil minuman itu dan meminumnya
"makasih roy,untung ada kamu kalau tidak,aku tak tau bakal gimana roy"
"aku hampir saja mau menikah dengan anak juragan"
"haahh,menikah dengan anak juragan. ada-ada saja kamu sal" ledek ayah sambil tertawa
"is kamu ni,aku serius roy makanya aku lari"
"kalau kamu menikah lalu bagaimana dengan sekolahmu,lagian tu anak juragan menikahi anak SMA seperti gak ada gadis lain saja. emang mau anak juragan itu sama orang sejelek kamu" tawa ayah
""kalau dia gak mau gak mungkin dia melamar aku roy"jawab ibu kesel
"ya deh ya,gitu aja ngambek"
"habis kamu sih,aku lagi serius cerita malah di ledek"
"lagian ko' dia mau melamar kamu sekarang. kenapa gak tunggu tamat sekolah dulu"
"ayahku mempunyai hutang roy,jadi dia meminta ku untuk menjadi istrinya agar hutang ayahku lunas".
"haahh jadi kamu dianggap pembayar hutang,gitu"
"ya roy,dia takut kalau aku duluan dilamar orang karena banyak yang datang kerumah untuk meminang ku".
"kamu cantik sal pantas saja banyak orang yang ingin menjadi kanmu istri,begitu juga dengan aku sal yang diam-diam mencintai mu"gumam ayah dalam hati.
__ADS_1
"roy,tu kan malah diem aja. is kamu ni diajak cerita"
"ya ya aku dengar sal,lagian heran deh sama laki laki ko' gadis sejelek ini jadi rebutan" kata ayah sambil tertawa.kemudian ibu menyubit lengan ayah
"aduh sakit tau"
"habisnya kamu sih"
"hei kalian disini rupanya,capek kami mencari eehh enak enak pacaran berduaan disini"tiba tiba suara om handoko terdengar dengan sedikit berteriak
"ya ni,bawak sepeda motor seperti orang dikejar setan"sambung om surya
"lagian ada apa sih sal,ko' main lari lari gitu"tanya surya
"dia melarikan diri dari rumah"jawab roy
"haahh melarikan diri?"
"iyaaaa,karena mau dinikahkan dengan anak juragan"
"ko' bisa?"
"panjang ceritanya"
"waahh gak bisa dibiarin ni roy bisa bisa kamu ketinggalan start"jawab handoko yang lebih akrab di panggil dengan sebutan koko
"huuss koko" kata surya
"ketinggalan start? maksudnya apa ya"tanya salmah penasaran
"ya sal,si roy selama ini mencintai kamu. kamu aja yang gak tau"jawab koko
"hah ko' gak bilang roy,"
"mm aq malu sal takut ditolak sama kamu"
"jadi beneran?"
"iyaa sal,"
"yaudah kalau gitu buktikan" tantang salmah
"beneran?"
"iya jadi laki laki tu harus berani dong"
"baiklah akan ku buktikan,aku akan datang setelah aku lulus kuliah nanti. aku akan menjemputmu sal."
"baik roy,akan ku tunggu janjimu".
begitulah cerita ayah dan ibu,setelah ayah lulus kuliah ayah menempati janjinya untuk melamar ibu.
__ADS_1