Angsa Tak Bertuan

Angsa Tak Bertuan
BAB 21


__ADS_3

"ada apa lagi Cha?,apa yang perlu dijelaskan?" tanya Azzam dengan tiba-tiba


"ini ka',aku mau jelasin semuanya" jawab Echa dengan mencoba membujuk


"tidak ada yang perlu dijelaskan,semua sudah jelas kamu bermain dibelakang aku" ucap Azzam dengan nada kecewa


"ka' dengarkan dulu,semua ini bukan salah Echa tapi ni semua rencana Rena," aku berucap mencoba menjelaskan agar Azzam percaya dan mau mendengarkan,"ayo Ren jelaskan bahwa ini semua ulah kamu" sambungku mendesak Rena agar dia mau membuka mulut.


"Iya Zam,aku minta ma'af karena aku merencanakan ini semua" akhirnya Rena menjelaskan dengan nada penyesalan.

__ADS_1


"tapi kenapa Ren?" jawab Azzam dengan nada meninggi dan menatap Rena dengan tajam


"karena aku suka sama kamu,aku gak mau siapapun dekat sama kamu" jelas Rena mengenai perasaan nya.


"Tapi aku tidak menyukai mu, aku hanya mencintai Echa dan sampai kapanpun aku hanya menyukainya,bukan orang lain" jelas Azzam dengan yakin. Seketika semua terdiam bahkan aku merasa terkejut karena mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Azzam,lagi-lagi hati ini terasa tertusuk begitu sakit namun ku coba untuk mengikhlaskan walaupun semua terasa berat.


"Cha,aku minta ma'af ya mengambil keputusan terlalu cepat. Seharusnya aku mendengarkan kamu dulu" dengan menggenggam tangan Echa Azzam meminta ma'af dan menatap dengan penuh cinta mata kekasihnya itu,lalu mereka saling tersenyum dan akhirnya mereka kembali lagi menjadi pasangan kekasih.


***

__ADS_1


Aku duduk terpaku di taman sambil menunggu kedua sahabatku yang belum juga datang,karena hari ini adalah hari terakhir kami datang kesekolah untuk melihat hasil ujian kelulusan sekolah. Sambil mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu tentang sekolah ini,tentang teman-teman bahkan tentang Rena yang selalu memberikan pelajaran berarti dalam hidup, dan juga tentang Azzam,lelaki pertama yang aku cintai namun cintaku tak berbalas karena sampai saat ini Azzam tidak mengetahui tentang perasaan itu dan aku hanya memilih diam serta memendam segalanya,walaupun terasa berat dan sakit tapi apa yang bisa aku lakukan,aku tak ingin merusak persahabat yang telah aku jalin jauh sebelum aku mengenal Azzam.


"hei melamun aja si sholeha ku ini" tiba-tiba suara Adiba mengagetkanku dan menyadarkan aku dari bayangan Azzam.


"iya lagi ngelamunin apa sih Dila?" tanya Echa dengan penuh penasaran serta menatap tajam kearah ku seakan-akan mencari tau tentang apa yang aku lamunkan.


"Tidak ada,aku hanya sedih aja sebentar lagi kita sudah tidak bersekolah disini lagi. Semuanya akan berubah dan kenangan yang selama ini akan tertinggal disini" jawabku sambil melihat kearah sekeliling sekolah, mengingat kembali kenangan yang ada disana.


Kemudian pengumuman kelulusan datang dan kami berlomba-lomba melihat ke mading sekolah untuk memastikan bahwa nama kami ada disana menandakan bahwa kami telah lulus dari SMA yang memberikan banyak manfa'at itu, setelah kami melihat dan benar saja namaku,Adiba dan Echa ada disana. Dengan seketika kami berpelukan dan mengucap syukur dengan penuh gembira,ada yang membuat tanda tangan di baju berwarna putih itu,ada pula yang mencoret coret dengan tinta yang berwarna warni pertanda sebagai kenangan.

__ADS_1


__ADS_2