Angsa Tak Bertuan

Angsa Tak Bertuan
BAB 5


__ADS_3

"yaaa ni si kriting,untung bukan lo yang terpilih kalau sempat lo terpilih waahh bisa malu sekolah kita ngirim orang yang gak jelas dan gak waras kayak lo,jangan harap dan jangan mimpi deh jadi orang lebih baik perbaikin tu mulut lo pantesan nilai lo dibawah rata-rata"sambung adiba


"apa lo bilang"tanya rena dengan amarah


"lo gak dengar ya,apa perlu gue ulang?"tanya adiba dengan emosi sambil meletak kan tangan di pinggang


"diba,echa udah ah gak usah diladenin,lebih baik kita masuk aja yuk"lalu aku menarik kedua tangan sahabat ku itu agar pertengkaran tidak semakin panjang.


"untung dila baik,kalau gak udah ku gampar tu anak orang,buat suasana jadi rusak aja. lagian kenapa sih kamu sabar banget menghadapi orang kayak sundel bolong itu dila?"sambung adiba dengan wajah masam


"diba orang kayak rena itu gak usah diladenin,biarin aja dia mau ngomong apa. lihat ni akibatnya kamu selalu ladenin dia pakek emosi,marah-marah kan sekarang,jadi gak tenang kan yang ada malah datang penyakit tau gak"jawab ku dengan santai


"ya nanti kamu kenak penyakit darah tinggi gara-gara si kriting itu"sambung echa kemudian kami tertawa.


sementara itu dalam keadaan yang masih membuat rena nggak tenang,dia berjalan mondar mandir sambil mengepalkan tangan dan raut wajah yang masam


"is,kenapa sih si dila itu bisa dikirim kesana,apa pinternya dia cobak. lebih pinteran juga gue"tanya nya dengan hati jengkel


"entah ren,gue juga heran kenapa ya kok mereka bisa selalu beruntung gitu"tambah eva


"si dila itu kan memang anaknya pinter,disekolah kita aja dia sering banget dapat juara,prestasi dan penghargaan. makanya dia selalu terpilih mewakili sekolah kita dalam berbagai kegiatan".papar rita dengan jelas


"jadi elo membela dia,ya?"tanya rena dengan nada tinggi


"eng,,enggak ren,kan aa..aku cuman ngomong apa adanya sesuai fakta dan memang itu yang terjadi kan kita semua tau itu"jawab rita dengan terbata-bata.


"lebih baik lo diem aja deh,buat gue tambah pusing tau gak"pinta rena.


"iya ren"jawab rita yang menundukan pandangannya karena takut rena marah


Rena paling tidak suka apabila kemauan nya tidak dituruti atau di tentang oleh orang lain. dia ingin semua mendukungnya dan menuruti kemauan nya. setelah jam pelajaran berakhir dan bel sekolah berbunyi. didepan pintu gerbang sekolah aku,echa dan adiba berdiri berdampingan,kemudian echa mengambil ponselnya dan menekan nomor lalu dya menelpon seseorang.


"hallo pa"


""pa..echa kerumahnya dila ya ada sedikit acara disana"


"nanti deh papa tau sendiri,pokok nya papa dateng juga jangan sampai enggak"


"ya pa bareng adiba juga"

__ADS_1


"ok pa" lalu dia menutup ponsel nya lalu kami pulang kerumah ku dengan mengendarai mobilnya yang diantar dengan sopir pribadi echa yaitu pak bagus.


sesampainya dirumah


"Assalamualaikum"sapa ku


"waalaikumsalam". jawab ibu dan kemudian aku mencium punggung tangan ibuku


"eh ada echa dan adiba juga,ayu masuk". sambung ibu sambil tersenyum ke kedua sahabatku ini


"ya bu" jawabnya secara bersamaan dan kemudia mereka juga mencium punggung tangan ibu.


"ayah mana bu?"tanya ku


"ada dibelakang"jawab ibu


"em,,bu harini ada kabar gembira lho"kata echa dengan tiba-tiba


"kabar apa?"tanya ibu penasaran


"dila terpilih menjadi salah satu siswa yang dikirm ke SMA Bintang"jawab adiba memotong percakapan


"loo emangnya dalam rangka apa?"tanya ibu


"waaahh senengnya anak ibu,alhamdulillah selamat ya dila". kata ibu memberikan selamat kepadaku.


"tapi tunggu dulu,bukan nya itu SMA favorit kamu ya nak,yang bagus dan terkenal itu?"tanya ibu sambil berusaha mengingat sesuatu


"iya bu,alhamdulillah walaupun dila tidak bersekolah disana akhirnya dila punya kesempatan untuk menimba ilmu disana walaupun hanya dalam waktu yang singkat,hanya beberapa bulan saja bu tapi dila akan bersungguh-sungguh dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini bu" jawabku dengan penuh keyakinan dan semangat.


"ya bu,apalagi disana lingkungan nya sangat rapi,bersih, nyaman untuk belajar dengan pasilitas yang lengkap dan mendukung seperti perpustakaan yang besar,laboratorium yang canggih ,lapangan bola voly,bola basket, dan yang lebih menarik ada kolam renangnya juga bu" papar adiba dengan sangat jelas sambil menghitung dengan jari jemarinya satu persatu seperti guru matematika saja dia hehehe


"seperti pernah kesana aja kamu diba" tanya echa sambil mengernyitkan alis matanya


"ya belum sih tapi aku sering dengar ,apalagi bagian ada kolam renangnya waaahhh gak kebayang deh jadi bisa berenanv setiap hari" timpalnya sambil tersenyum seakan akan adiba sedang berada di kolam renang dan siap terjun untuk berenang


"oh...jadi kamu kesana hanya pengen mandi dan berenang dikolam renang? bukan nya belajar yang rajin malah mikirnya renang mulu weekkk"ledek echa


"iya kan gak papa juga cha sesekali melepas penat sehabis belajar sekalian refresing gitu"ujar adiba

__ADS_1


"sudah...sudah kok pada ribut sih"kata ibu sambik beranjak dari tempat duduknya menuju ke dapur


"iya ni yang 2 ini,maklum bu pada gak pernah akur ni makhluk 2" sambungku sambil keluar dari kamar setelah berganti pakaian seragam sekolah dengan pakaian rumahan biasa tak ketinggalan juga jilbab ku.


"habis dia ni bu yang meledek duluan"ujar adiba tak mau kalah sambil beranjak dari tempat duduk dan mengikuti ku ke dapur


"siapa suruh menghayal ketinggian pakek renang segala,sini biar ku mandiin di kamar mandi"jawab echa sambil menyusul kami dan lalu dia mengambil air dan mencipratkan nya ke muka adiba.


"buuu liat ni echa"rengek adiba sambil berlari ke belakang ibu untuk bersembunyi dan mencari perlindungan.


melihat tingkah ke dua sahabatku ini membuat aku dan ibu hanya bisa tertawa


"ada-ada saja" gumam ibu dalam hati.


"anak-anak gadis ibu,ayuk sini bantu ibu masak" titah ibu kepada kami semua


"ayuk bu" dengan penuh semangat kami berempat melaksanakan perintah ibu,ada yang memetik sayuran,menggoreng,menyiapkan bumbu


semenntara kami sibuk didapur memasak untuk acara syukuran dila,sementara ayah duduk diteras rumah dengan membaca berita guna untuk mencari informasi tentang kejadian yang terjadi pada hari ini. ketika sedang asiknya dan fokus dalam membaca tiba-tiba sebuah mobil berhenti dihalaman rumahku.


pom....pom... suara klakson mobil itu berbunyi dan laku turun lah sepasang suami istri dengan berpakaian sangat rapi tampak seperti orang kaya.


"Assalamualaikum pak" sapa orang itu


"waalaikumsalam,ya pak ada yang bisa saya bantu?" tanya ayah


"numpang tanya pak rumah bapak Roy pratama dimana ya?" tanya lelaki itu


"siapa pak" tanya ibu yang tiba-tiba keluar dari arah dapur menuju ke teras depan rumah


"orang nyasar bu,mencari alamat pak Roy Pratama" jawab ayah dengan senyuman


setelah sampai diteras lalu ibu memukul bapak dengan manja


"iiihh bapak ni kirain benar orang nyasar ternyata Surya dan maya yang datang"kata ibu


"mari masuk bu maya"sambung ibu, lalu mereka semua tertawa


"apa kabar rou?" tanya om surya

__ADS_1


"alhamdulillah sehat,kamu gimana yaa?"timpal ayah sambil mereka berjabat tangan


lalu mereka berbincang bincang kecil dan hanyut dalam cerita untuk saling melepas rindu.


__ADS_2