Angsa Tak Bertuan

Angsa Tak Bertuan
BAB 11


__ADS_3

mobil yang di kendarai oleh echa itu memasuki rumah besar yang mewah yang memiliki lantai 2 serta serta halaman yang luas,


tiiinn tiiinn suara klakson mobil yang dibunyikan oleh echa,dengan segera security rumah besar itu membuka pintu gerbang dan segera mobil melaju kedalam halaman rumah.


"rumah siapa ini?" tanya rian


"rumah ku ka' rian"jawab echa


"ini rumah atau istana?"


"rumah kecil kecilan ka"


"kenapa kok kita kesini cha?"


"aku mau ngobatin kakak,sebagai ucapan terima kasih karena udah nolongin tadi,ayo masuk"


"kita gak papa kok cha,udah mendingan"


"apanya yang mendingan ka' masih sakit gitu, gak boleh nolak loo. sini biar aku bantu"


kemudian echa membantu azzam berjalan sambil memasuki rumahnya,kemudian echa membantu azzam duduk dikursi


"bik bibik" panggil echa


"ya non"jawab bik ijah,asisten rumah tangga echa.


"tolong ambilkan kotak obat obatan ya bik"


"baik non",kemudian dengan segera bik ijah membawakan kotak obat tersebut,dan dengan segera echa mengobati luka-luka azzam


"aduh"


"oops sorry kak",


setelah selesai mengobati luka luka azzam kemudian echa memakai kan plaster di pelipis azzam dan dengan tidak sengaja tangan azzam menyentuh tangan echa,kemudian keduanya terlihat malu malu bahkan dengan jelas pipi echa terlihat merah merona semakin menambah kecantikan raut wajahnya,


"uhuk uhuk" batuk rian,tanpa mereka sadari ternyata rian memperhatikan tingkah keduanya


"su..sudah selesai kak" ucap echa dengan malu malu


"makasih cha"


"ini diminum dulu den"kata bik ijah dengan menaruhkan 2 gelas teh hangat dan makanan ringan


"makasih bik" ucap azzam


setelah mereka menghabiskan minuman dan tak lama kemudian mereka pamit untuk pulang,lalu mobil itu melaju dari rumah echa menuju ke rumah azzam,


"zam"


"iya rian,ada apa?"


"ternyata echa anak orang kaya ya"


"gue juga baru tau yan,melihat penampilannya gue pikir dia biasa biasa aja"


"gue juga gitu zam,ternyata anak konglomerat,udah cantik kaya pula"


azzam hanya tersenyum


"lo kenapa senyam senyum gitu,loo jatuh cinta ya sama echa"

__ADS_1


"apaan sih yan"


"halah pura pura gak,loo gak bisa senyumbiin apa apa dari gue zam,gue paham banget sama lo. yakan udah deh jujur aja malah tadi pakek pegangan tangan pula"


"tu gak sengaja yan"


"gak sengaja tapi senyum senyumnya sampek sekarang"


azzam hanya tersenyum


"tukan senyum mulu,lo gak pernah gue liat senyum-senyum lou pegang tangan gue"


"emang lo pikir gue cowok apaan?"


"yaa siapa tau doyan juga"


kemudian azzam melajukan mobilnya sampai kerumahnya.


keesokan harinya sampai juga hari yang ditunggu tunggu yaitu pelepasan pertukaran pelajar antara SMA Melati dan SMA Bintang.


"dilaa,"


"ya diba",kemudian adiba memeluk dila dengan kuat


"kamu kenapa sih,aku kan cuman sekolah aja disana gak jauh-jauh juga kan."


"ya tapi kami ntar kesepian selama kita belajarnya pisah"


"kan bisa datang kerumah,seperti aku jauh mau pergi kemana aja"


"ya ni,kelihatannya aja kuat ternyata cengeng juga"timpal echa


"ya sudah aku pamit ya,jangan malas,yang rajin belajar".


sesampainya di SMA Bintang,mereka disambut oleh para guru dan siswa disana dengan sangat meriah. pada hari itu mereka diajak untuk mengobservasi seluruh sekolah dan memperkenalkan seluruh ruangan sekolah yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.


"hai dila"sapa azzam yang melihat dila duduk dibangku taman sekolah


"hai ka' azzam,hai ka' rian"


"gimana?"


"apanya ka'?"


"sekolahnya?"


"eemm bagus,banyak pasilitas. aku suka kak,makin semangat belajar jadinya selama disini nanti" jawab dila sambil tersenyum


"mudah mudahan nanti betah ya"


"insya Allah mudah mudahan ka'?"


"oo ya ka' rian,kakak dapat salam dari adiba"


"oh ya,dia bilang apa dila"dengan semangat penuh membara rian mendengarkan dengan seksama sampai-sampai menarik azzam lalu rian duduk mendekati dila menggantikan posisi duduk azzam


"yaaa cuman bilang salam aja gitu kak"


"lo ya rian dengar nama adiba langsung semangat 45,dari tadi gak begitu lo semangatnya,sampai sampai nikung gue lo"


"ini kasus beda zam,ni masalah hati,masa depan gitu" sambil menaik turunkan alisnya

__ADS_1


"halah gaya lo,lagian adiba cuman ngirim salam doang gak ngomong apa apa juga"


"ya ni kan masih awal zam,lo gak paham sih"


dila hanya tertawa melihat tingkah konyol keduanya.


"emang kakak ada rasa ya sama adiba?"tanya dila tiba tiba


"entahlah dila sepertinya sih iya,sejak pertama ketemu langsung hati ini bergetar begitu melihat senyumnya"


"yang bener kak,berarti cinta pandangan pertama dong"


rian hanya tersenyum mendapat jawaban dari dila


"kenapa sama diba sih yan,bukanya sama si rena?"


"enak aja,siapa mau sama si rambut kriting begitu.ogah gue"


"huusstt gak boleh menghina gitu kak,"


"tu kan fakta dila memang dia kriting"


sementara mereka berbincang bincang tanpa sepengetahuan mereka,lisa mengintip mereka dengan diam diam


"dila"


"em ya ka'?"


"kamu suka baca buku ya"


"ya gak terlalu sih ka',daripada bosen kan mendingan baca buku jadi nambah pengetahuan gitu"


"ya sudah kalau gitu ayuk,"


"kemana ka'?"


"ikut aja",lalu azzam memegang tangan dila dan membawanya menuju ke suatu tempat,dila hanya melihat ke tangan itu dan hatinya berdegup dengan kencang


"ya Allah kenapa aku deg degan pada saat tangan ku di gandeng dengan ka' azzam.perasaan apa ini?" gumamnya dalam hati


"ini kan perpustakaan ka'?"


"memang ini perpustakaan,silahkan pilih buku yang mau kamu baca"


setelah dila mendapatkan buku yang dia cari


"ini kak"


kemudian azzam kembali menggandeng tangan dila dan membawanya ke salah satu ruangan yang berada disudut perpustakaan dengan ruangan terbuka dan pemandangan yang asri,banyak tanaman buah dan pohon pohon kecil yang sengaja ditanam.


"ayo duduk"


"masya Allah bagus banget ka' tempatnya"


"kamu suka?"


dila hanya mengangguk saja


"jika ke perpustakaan ini,aku dan rian selalu kesini dila karena ini merupakan tempat favoritku,ditempat ini aku merasakan damai,bisa menenangkan pikiran,dan ditempat ini aku selalu merasa terhibur"


"berarti nanti jika tiba tiba kakak menghilang aku gak perlu susah susah mencari kakak,cukup datang ketempat ini aja" jawab dila sambil tersenyum

__ADS_1


"yaa dan sekarang tempat ini kedatangan makhluk baru,makhluk cantik,pinter dan sholeha yaa itu kamu dila".


mendengar ucapan azzam membuat dila seperti melayang jauh ke angkasa,dengan pipi bersemu merah yang tak terlihat.


__ADS_2