Angsa Tak Bertuan

Angsa Tak Bertuan
BAB 6


__ADS_3

tak lama kemudian terlihat sebuah sepeda motor yang memasuki halaman rumah dengan dikendarai oleh sepasang suami istri yang terlihat sangat harmonis.


tiiiitt....tiiiittt, suara klakson sepeda motor itu membuat gelak tawa ayah dan om surya terhenti dan kemudian semua mata tertuju pada mereka berdua


"assalamualaikum"  sapa om Handoko sambil mengangkat tangan dan kemudian turun dari sepeda motor itu


"waalaikumsalam" Jawab ayah dan om surya kompak


"hei handoko,apa kabar?" tanya om surya


"alhamdulillah sehat,kalian gimana?"


"alhamdulillah seperti yang kamu liat,tiada kurang satu apapun" jawab ayah


ketika om handoko duduk di kursi yang berada di samping ayah,sementara itu bu yana berlalu masuk ke dalam rumah dan meninggalkan ketiga sahabat itu berbincang bincang di iringi dengan tawa.


"assalamualaikum"  sapa tante yana


"waalaikumsalam"jawab kami  yang menyambut kedatangan  ibu dari adiba yaitu tante yana


"silahkan duduk yan,,biar ku buatkan teh" kata ibu


"tidak perlu repot-repot sal,seprti orang lain saja aku ini"


"kamu itu kan tamu dirumahku yan,jadi sudah seharusnya aku melayani kamu sebagai tamu lagian melayani tamubitu hukumnya wajib lo" jelas ibu


"ya sudah terserah kamu saja deh"


"tunggu sebentar ya"


kemudian ibu meninggalkan tante maya dan tante yana di ruang tamu. selang beberapa menit saja ibu datang dengan membawakan beberapa gelas cangkir berisi teh dan pisang goreng untuk menemani. Lalu ibu mengambil 2 gelas teh dan sepiring pisang goreng untuk ditaruh di meja, sementara sisanya masih dibiarkan di dalam nampan


"key...keyla" panggil ibu


"ya,,bu"


"ini antarkan ke teras" sambil memberikan nampan tersebut


"baik bu"


"oh ya sal,ini ada apa sih tiba-tiba kita dipanggil kemari. pa ada sesuatu yang penting?" tanya tante yana kepada ibu ku

__ADS_1


"ini yana kita ngadain acara kecil-kecilan seperti acara syukuran gitu karena anaknya salmah si dila itu terpilih menjadi salah satu siswa yang dikirim ke SMA bintang dalam rangka acara pertukaran pelajar" jelas tante maya


"alhamdulillah selamat kalau begitu,dia memang anak yang berprestasi jadi sudah sewajarnya dia terpilih dalam acara ini. kamu beruntung sal punya anak seperti dila"


"alhamdulillah yana,semua tergantung dengan anaknya saja jika mereka rajin belajar dan tekun pasti mereka akan mencapai apa yang mereka inginkan" jawab ibu


"tapi kayaknya SMA bintang itu seperti sekolah yang tidak asing ya,sepertinya kita sering mendengar. bukan nya sekolah itu sekolah yang dulunya echa pernah mau didaftarkan kesana ya may?" kata tante maya sambil mencoba mengingat ingat


"iya yan tapi sayang echa gak mau masuk kesana" jawab tante maya dengan menunjuk kan wajah yang sedikit kecewa


"biarlah may,jangan memaksakan keinginan kita kepada anak yang ada anaknya berontak,belum tentu apa yang menurut kita baik tapi baik juga bagi mereka malah sebaliknya apa yang menurut kita baik tapi buruk buat mereka. kita sebagai orang tua seharusnya memberi dukungan untuk anak-anak kita" papar ibu memberikan pengertian


"iya juga ya sal"


sementara itu diteras depan rumah


"ini yah" kata keyla sambil meletakkan nampan dan mengeluarkan isi nampan itu


"terima kasih key"


"ya yahh,,silahkan diminum om" kata keyla sambil melemparkan senyuman dan kemudian dibalas oleh ketiga sahabat tersebut


"iyaa,,surya"


"waahh sudah gadis ya sekarang"


"yaa iyalah surya mana mungkin kecil terus. kamu sih jarang datang berkunjung sampai sampai gak tau kalau keyla sudah sebesar itu sekarang" sambung om handoko


"habisnya mau gimana lagi ko,aku sibuk dengan banyak pekerjaan"keluh om surya


"makanya jangan kerja mulu,sesekali luangin waktu untuk keluarga pergi liburan atau ngapain lah agar tidak stress" jawab ayah


"boleh juga ni ide kamu roy"


"ide apa?"


"gimana kalu kita ngadain jalan jalan liburan,"


"boleh juga,lagian udah lama juga kita tidak pergi bersama. se ingat aku terakhir kali kita pergi jalan jalan pas anak-anak masih kelas 3 SMP kan?" tanya om handoko


"ya juga ya,ok berarti kita pergi liburan."putus om surya

__ADS_1


"jadi liburannya hanya bertiga saja ni yah" jawab ku tiba tiba,yang tidak sengaja terdengar oleh ku ketika aku hendak menemui mereka di teras


"ya enggak lah,kita semua yang akan pergi liburan, kalau saja kalian tidak ikut bisa bisa si echa ngamuk"jawab om surya


"yaa apalagi si adiba wah bisa berantakan rumah dibuatnya"sambung om handoko


"makanya mendidik anak itu jangan terlalu keras,akhirnya ya gitu dia perempuan tapi seperti laki laki saja" jawab om surya sambil mereka tertawa bersama dan begitu juga dengan ku


"ya allah dila lupa habisnya asik tertawa sih,yah masakan nya udh siap tu,udah ditungguin sama ibu"


"ya sudah mari kita masuk"


sesampainya diruang tamu kami semua duduk lesehan dan membentuk sebuah bulatan seperti lingkaran agar rasa kekeluargaannya semakin terasa, disana sudah tertata rapi makanan yang dimasak oleh ibu ibu serta dibantu oleh kami ber empat. hanya makanan dan minuman sederhana yang terhidang disana namun rasa kekeluargaan yang sangat kental terasa.


"wah wah menu sebanyak ini siapa yang masak?"tanya om handoko


"yaaa pastinya chef handal dong pak"jawab tante yana


"kelihatan nya enak ni" kata ayah


"makanan itu tidak akan enak kalau hanya dilihat saja pak roy,di cicipi dong" balas tante maya sambil tersenyum


"betul tu ma,,kalau gitu cobak papa cicipi dulu rasanya"


setelah pak surya mencicipi rasanya,kemudian


"gimana rasanya pak?"tanya ibu penasaran


"ini kurang bu,kurang banyak"


"waahh berarti enak dong,jadi penasaran ni" sahut om handoko


"nii beneran enak bu,jadi tambah laper"


"ya sudah mari kita makan kebetulan papa juga laper,sudah lama tidak merasakan makanan sederhana dan duduk seperti ini" kata om surya seakan akan dia rindu suasana seperti ini.


"ini lebih dari enak ma,,lebih enak dari masakan chef terkenal" sambung om surya sambil menyantap makanan


"pasti dong pa,kan pakai bumbu rahasia"jawab tante maya


kemudian kami menyantap makanan dan minuman dengan lahap sampai tak tersisa. setelah semuanya selesai makan lalu kami membersihkan sisa makanan dan kemudian mencuci piring hingga bersih, sambil mencuci piring  aku dan kedua sahabatku itu sesekali mendengar orang tua kami bercerita sambil tertawa membahas tentang sesuatu yang hanya mereka saja yang mengetahuinya. setelah semuanya selesai kemudian kami masuk ke kamar namun saat melewati ruang tamu tiba tiba om surya memanggil kami dan seketika langkah kami terhenti untuk memenuhi panggilan dari om surya.

__ADS_1


__ADS_2