Angsa Tak Bertuan

Angsa Tak Bertuan
BAB 13


__ADS_3

deg seperti datangnya gemuruh di siang hari,ancaman lisa membuat dila tersudut dan seakan ingin menyerah,menghentikan perasaan yang telah timbul didalam hatinya


"hei kok bengong" suara rian mengejutkan dila


"eng..enggak papa kak"


"ada apa sih dila,kamu kok kayak habis ngeliat hantu gitu"


"enggak kok kak,aku cuman haus aja"


"beneran?"


dila hanya mengangguk


"ya sudah ini" rian memberikan sebotol air mineral kepada dila dan dila meminum air tersebut.


setelah bel berbunyi pertanda pulang


"dila,ayo"kata azzam


"kemana ka'? kali ini aku pulang sendirian aja deh kak soalnya masih ada urusan" ucap dila berbohong karena dia ingin menghindari azzam


"ikut dulu,sebentar aja"


"tapi kak"


namun azzam tidak mengindahkan ucapan dila,dia menggandeng tangan dila dan membawanya masuk ke dalam mobil,dan mobil itu melaju membawanya ke sebuah tempat. kemudian mobil itu berhenti di salah satu cafe yang sangat indah bernuansa outdor.


"ka' kita ngapain kesini?,aku harus pulang"


"sebentar saja dila,sayang lo menu nya udah dipesan ntar mubajir"


dengan terpaksa dila mengikuti ajakan azzam karena tangan nya telah digandeng oleh azzam sehingga dia hanya menurut saja kemanapun kaki berlangkah mengikuti jejak langkah kaki pemuda yang dia cintai itu. azzam membawanya masuk kedalam cafe dan disalah satu tempat yang telah dipesan oleh azzam telah dirias dengan begitu indah dan istimewa ysng didepannya terdapat kolam yang jernih dengan beberapa model ikan yang berenang kesana kemari


"ini apaan ka'?"


"ya kamu liat dulu,"


ketika dila melihat ke tempat tersebut dila merasa senang dan dia melihat ada 2 orang siswi yang sangat dia kenal ya mereka adalah echa dan adiba.


"hai sholeha ku,rindu banget" teriak adiba dan kemudian mereka berpelukan


"kalian kok bisa disini?" tanya dila heran

__ADS_1


"ya kita tadi disuruh ka' azzam kesini,katanya ingin memberi surprise"


"surprise?"


"ya kamu juga pasti bakal terkejut dila" jawab echa


"emang ada apa sih?"


"apa kamu gak terkejut melihat tempat yang dihias secantik ini? dan kamu pasti bakal lebih terkejut lagi jika mendengar hal ini" sambung echa


"yaaa apa sih,jangan buat aku penasaran dong"


"pertama tempat ini di hias oleh ka' azzam dan ka' rian sendiri loo dalam rangka ka' rian udah resmi pacaran sama adiba" jelas echa


"haahh jadi udah resmi? kok gak ngasih tau aku sih tuu kan adiba curang"


"bukan curang dila,tadi malam mau kasih tau tapi kamu udah tidur karena aku takut ganggu jadi yaudah ku putusin sekarang kasih taunya" jawab adiba


"terus yang kedua ini sekalian kejutan bahwa aku dan ka' azzam juga resmi pacaran hari ini" sambung echa


deg tiba tiba hati dila terasa sesak seakan hari yang begitu cerah berubah menjadi hitam pertanda akan datang hujan,air mata yang rasanya ingin keluar tapi ditahan karena tak ingin merusak kebahagian para sahabatnya itu,


"apa kalian juga jadian?" teriak adiba terkejut


"tu kan beneran terkejut"jawab echa


"kok bisa?"


"ya aku juga gak tau tiba tiba ka' azzam ngutarain perasaan nya dan aku balas karena aku juga memang punya rasa sama ka' azzam selama ini" jelas echa


"selamat ya,aku beneran terkejut lo kedua sahabat ku ini sekarang sedang berbahagia" jawab dila sambik tersenyum berusaha untuk menutupi luka hatinya namun adiba bisa merasakan yang dirasakan oleh dila karena adiba mengetahui segalanya,dila hanya bercerita kepada adiba tentang perasaan nya kepada azzam.


"ya sudah yuk makan,ni pesanan nya udah sampek lo ntar keburu dingin" ajak azzam.


mereka kemudian duduk dan menyantap makanan yang berada di atas meja


"oh ya dila makasih ya,ni semua berkat kamu akhirnya rian pacaran sama adiba dan aku pacaran dengan echa".


"ya ka' sama sama lagian kebahagian sahabatku ini juga kebahagiaan ku kan".


"bener juga" jawab rian


"yaudah selesai makan ntar biar kakak antar kalian pulang ya"

__ADS_1


"gak usah ka' azzam tapi dila masih ada urusan,kakak ngantar adiba dan echa saja


"aku juga ada sedikit urusan,gimana kalau kita pulang berdua aja dila terus ka" rian dan bg azzam ngantar echa pulang saja ntar dia kenapa napa lagi


" ya sudah kalau begitu tapi kalian hati-hati"


"ya kak"jawab adiba


setelah selesai makan kemudian mereka terpisah dan pulang kerumah,tetapi dila dan adiba tidak langsung pulang melainkan mereka pergi kesuatu tempat yang biasanya tempat untuk melepaskan keluh kesah yang mereka hadapi. tempat yang indah di alam yang sejuk,dimana terdapat kolam yang luas dan pepohonan serta tempat duduk yang berada dibawah pohon tersebut,disanalah dila menangis sejadi jadinya meluapkan sakit hati yang dia rasakan


"dila,you are ok?" tanya adiba


namun dila tidak menjawab dia terus menangis melepaskan beban sakit hati yang dialami,kemudian adiba mendekat dan memeluk dila


"nangis lah dila,lepaskan semua yang kamu rasakan". di dalam pelukan adiba dila menangis


"kenapa sih diba,harus echa. apa ka' azzam tidak melihat ku selama ini? tidak merasakan cinta yang telah ku perlihatkan selama ini?" sambil menagis tersedu dila memeluk adiba


"kan aku udah pernah bilang dila,lebih baik kamu utarakan sama ka' azzam tentang perasaanmu itu dan sekarang begini jadinya"


"tapi untung saja aku tidak mengutarakannya diba,aku tidak mau membuat echa bersedih. lebih baik aku saja yang menerima ini,aku ingin melihat kalian bahagia,kalian sahabat ku yang paling aku sayang"


"tapi kamu terluka dila,apa gunanya kami bahagia sementara kamu rapuh begini"


"tidak papa diba,aku kuat kok"


"jika kamu tidak jujur,maka aku yang akan mengatakan semuanya"


"jangan diba,aku mohon demi persahabatan kita demi aku,jangan katakan siapa siapa jika aku mencintai ka' azzam"


"ya sudah tapi kamu yang kuat"


"ya diba,aku kuat"


"aku akan selalu ada disaat kamu butuh dila"


dila tidak menjawab dia hanya terdiam dalam pelukan diba dan tak lama mereka pulang


"assalamualaikum ibu" sapa dila sesampai dirumah


"waalaikumsalam,darimana dila tumben kok lama pulang sekolah?"


"ada sedikit urusan bu"

__ADS_1


lalu dila masuk kedalam kamar,ayah dan ibu heran dan saling menatap satu sama lain seolah olah bertanya ada apa gerangan dengan putri sulungnya itu,seperti tak biasanya dia kelihatan murung dengan mata sembab walaupun tetap melontarkan senyuman di bibirnya namun senyuman itu terlihat berbeda,senyum yang seakan menyembunyikan suatu perasan luka


__ADS_2