
"hai dila"sapa rian
"hai ka' rian"
"you are ok?"
"yes,I am ok"
(kenapa kok ka' rian nanyak gini?,apa dia tau tentang cerita ku?) gumam ku dalam hati
"kenapa ko' kakak tiba-tiba nanyak gini?"
tanya ku penasaran
"habisnya kata adiba kamu nggak enak badan"
"oohh memang sih ka' tapi gak papa kok"
"kalau gak enak badan sebaiknya istirahat saja dila gak usah dipaksain masuk sekolah sesekali libur gak masalah kan"
"gak apalah ka',lagian udah agak mendingan ko' sekarang"
"ya sudah kalau gitu"
"ka' rian aku mau nanyak sesuatu boleh?"
"ya boleh lah dila masak engga,eem tunggu sebentar" kemudian ka' rian melihat ke kanan ke kiri mencari suatu tempat yang nyaman untuk kami ngobrol
"duduk disitu aja yuk" dia menunjuk taman sekolah sambil berlalu dan aku menganggu serta mengikutinya
"silahkan,mau bicara apa"
"ka',ka' azzam punya dua cewek ya?"
"maksudnya?"
"ka' kalau ka' azzam punya dua pacar lebih baik ka' azzam putus saja sama echa karena aku gak mau echa disakitin ka',bagaimanapun dia itu sahabatku"
"ya gak mungkin lah dila,kamu ini ngomong apa sih?"
"kakak gak usah nutup nutupin,memang ka' azzam itu sahabat kakak tapi jika dia berbuat salah kakak gak bisa dukung dia dong,seharusnya sahabat yang baik itu meluruskan sahabatnya jika perbuatannya itu salah dan ka' azzam itu perbuatannya salah"
"tunggu tunggu,aku beneran gak ngerti sama apa yang kamu bicarakan. lebih baik kamu jelasin dulu dan bertanya dulu"
"baiklah sekarang aku tanyak,ka' azzam beneran punya dua pacar kan. daripada echa terus tersakiti lebih baik ka' azzam ninggalin echa karena echa hadir dikehidupan ka' azzam setelah ka' azzam pacaran sama ka' lisa. daripada sahabat aku dijadikan selingkuhan mendingan mereka pisah kak"
"lho yang bilang azzam pacaran sama lisa siapa dila?"
"ka' lisa sendiri yang bilang sama aku ka',dia pikir ka' azzam suka sama aku karena dia selalu melihat kami sering berdua"
"oo jadi ni semua karena lisa?,mereka itu gak pacaran dila,lisa itu memang suka sama azzam dan nembak dia tapi azzam menolak karena azzam gak punya perasaan sama dia"
"masak iya sih kak?"
__ADS_1
"iya beneran,ngapain aku harus bohong. azzam itu bukan tipe orang yang suka nyakitin perasaan orang lain jika dia suka sama satu cewek yaudah dia gak bakalan ngelirik sama yang lain"
"oo gitu berarti aku udah suuzon dong tadi"
"makanya lain kali ditanya dulu kebenarannya"
"yaa tapi kan aku juga gak mau sahabat aku disakitin kak"
"sebegitu sayangnya ya sama sahabat"
"ya dong awas aja kalau ada yang nyakitin sahabat aku,termasuk kakak kalau saja kakak nyakitin adiba hadapi aku dulu"
"ih serem banget sih ancamannya"
"ya dong,aku harus jadi garda terdepan untuk sahabat sahabat aku kak"
selagi kami sedang asik bercerita tiba-tiba
"eleh eleh yang dua,dicariin ternyata disini. lagi bahas apa sih serius amat" ungkap ka' azam tiba-tiba datang. mendengar suara ka' azzam hatiku berdetak kencang tak menentu seperti mau copot tapi dengan sekuat tenaga aku mencoba untuk mengendalikannya seolah olah tidak terjadi apapun dengan diriku.
"ini ni si dila salah sangka zam"
"salah sangka,maksudnya?"
"dikira kamu pacaran juga sama si lisa"
"hah gak mungkin dila,aku tu gak suka sama lisa aku cuman suka sama echa".
"yaudah kalian lanjut ceritanya ya zam,sebentar aku beli minum dulu gak asik tau ngobrol gak ada snack nya" lalu ka' rian pergi berlalu meninggalkan aku dan ka' azzam.
"kenapa dila,kamu ada masalah?"
tanya nya tiba-tiba
"enggak kak"
"jadi kok diem gitu,gak seperti biasanya"
"cuman agak kurang enak badan aja kak"
"lhoo kenapa hadir kesekolah bukannya istirahat dirumah aja,lain kali kalau gak fit gak usah datang entar kakak yang ijinin deh daripada tambah parah" katanya dengan penuh perhatian.
"aku gak papa ko' ka',udah mendingan"
(tolong jangan kasih aku perhatian ka' agar aku tidak semakin larut dalam perasaan ini,jangan biarkan aku terhanyut dalam cinta agar tak semakin dalam) gumam ku dalam hati.
"ka' sebentar ya,aku ke toilet dulu"
ka' azzam hanya tersenyum,ketika sesampainya didepan kaca ditoilet sekolah aku serasa terguncang ingin menangis namun tiba tiba
"heh lo anak ingusan,udah berapa kali gue bilang jangan berani dekatin azzam tapi masih juga ya lo dekat dekat sama dia" kata lisa sambil mencengkram tangan ku dengan kuat
"astagfirullah,lepasin ka' sakit"
__ADS_1
"ini belum seberapa,jika lo masih berani melawan gue lo tanggung lebih dari sini akibatnya" lalu dia beranjak pergi meninggalkan aku yang terpaku berdiri didepan westapel.
"ya Allah apa lagi ini,kenapa aku yang jadi sasaran" sambil menangis aku melepaskan kesedihan dan kemudian aku mencuci muka ku dan masuk keruangan sekolah untuk melanjutkan pelajaran karena bel berbunyi pertanda waktu istirahat telah usai.
"dila yuk pulang biar kakak antar"
"gak usah deh ka',aku pulang sendiri aja"
"lho tapi kenapa?"
"gak papa ka',lebih baik kakak gak usah ngantarin aku pulang lagi deh. aku bukan anak kecil ka',aku bisa pulang sendiri"
lalu aku pulang dengan menaiki ojek
"dila kenapa ya rian kok tiba tiba dia aneh begini"
"nggak tau zam,seperti ada sesuatu. gak seperti biasanya dia begitu"
"entahlah rian,pulang saja yuk"
lalu mereka masuk kedalam mobil dan pulang
ditengah perjalanan aku bertemu dengan echa dan adiba kemudian mereka memberhentikan ojek ku dan menyuruhku masuk kedalam mobil echa,kemudian kami berhenti ke sebuah cafe dan makan disana untuk mengisi perut.
selagi kami asik menyantap hidangan tiba tiba rena beserta kawan kawannya datang menghampiri
"eh eh ada rombongan si miskin ni"
"heh jaga tu mulut,mau gue sumpelin ni sama gelas"jawab adiba
"udah diba sabar"jawabku
"oh ada si sok pinter ni,si perebut pacar orang" kata rena sambil menunjuk ke arah ku
"perebut?",maksudmu apa ren?"
"lah iyakan lo perebut pacar orang,gak malu lo,ngaca dikit lo jadi orang?"
"emang aku merebut siapa?"
"halaah pura pura gak tau,lo udah merebut ka' azzam dari gue"
"heh sejak kapan ka' azzam pacaran sama lo,lagian orang seganteng ka' azzam gak bakal mau sama orang kriting kayak lo. seharusnya elo tu yang sadar diri,gak malu lo ya ngaku ngaku"jawab adiba.
"siapa yang ngaku ngaku,ka' azzam tu memang milik gue"
"udah udah,jangan buat keributan disini lebih baik kita pergi yuk" jawabku melerai perkelahian
"bagus deh,huusss pergi sana" usir rena
"yuk,awas lo ya kriting" jawab adiba.
lalu kami beranjak pergi meninggalkan kafe itu.
__ADS_1