Antara Cinta Dan Dusta 2

Antara Cinta Dan Dusta 2
ACDD 2-1


__ADS_3

(4 Tahun Kemudian)


"Aku benar-benar ingin pisah dari kamu, Jovan"


"Gak, aku gak mau pisah dari kamu"


"Mau tidak mau, kamu harus menerima semua ini


" JOVAN, AWAS"


Brukkk


"AAA" Teriak Jovan


Jovan terbangun dari mimpi buruknya. Selama 4 tahun ini, dia selalu bermimpi buruk tentang kecelakaan yang menimpanya 2 tahun yang lalu. Akibat dari kecelakaan itu dia kehilangan istrinya.


"Ya ampun, Mimpi itu lagi" Kata Jovan


Dia pun melirik ke arah Jam weker yang berada di atas mejanya.


"Ternyata sudah pagi, ya sudah aku akan bersiap untuk pergi ke kantor" Kata Jovan dalam hatinya.


Lalu dia pun pergi ke kamar mand. Setelah mandi dia segera memasang pakaian kantornya dan pergi keluar kamar untuk sarapan pagi. Di meja makan, Bi Ratih dan Asih telah menyambut kedatangannya.


"Selamat pagi, Tuan" Sapa mereka


"Selamat, pagi juga, Bi" Jawab Jovan


Tatapan Jovan beralih ke Karin


"Oh ya, apa Aya sudah kamu bangunkan?" Kata Jovan


"Sudah, Tuan tapi Non Ayanya gak mau bangun" Kata Karin


"Ya sudah, biar saya saja yang membangunkan dia" Kata Jovan


Jovan segera berjalan menuju kamar Cahaya, Anaknya.


→Kamar Cahaya


Sampai di kamarnya Cahaya, Jovan duduk di tepi kasur dan membangunkan Cahaya.

__ADS_1


"Aya sayang, ayo bangun sudah pagi, sayang kan kamu harus sekolah" Kata Jovan


"Aya masih ngantuk, Pah" Kata Cahaya


"Gak boleh gitu, Aya harus rajin bangun pagi dan bersekolah, Aya mau kan sukses seperti Papah?" Kata Jovan


Namun Cahaya tidak menghiraukan ucapan Papahnya.


"Ya sudah, kalau Aya gak mau bangun Papah gak sayang lagi sama Aya" Kata Jovan


Mendengar perkataan Papahnya. Membuat Cahaya seketika bangun.


"Papah jangan bilang begitu, Pokoknya Papah harus tetap sayang sama Aya" Kata Cahaya


"Iya, Papah cuma bercanda koq, Papah akan selalu sayang sama Aya" Kata Jovan" Ya sudah sekarang Aya cepat mandi terus setelah itu langsung ke bawah untuk sarapan ya" Lanjutnya


"Oke, Pah" Kata Jovan


Cahaya segera pergi ke kamar mandi. Sementara Jovan keluar dari kamar Cahaya untuk sarapan pagi.


Setelah 15 menit berlalu, Cahaya telah sampai dimeja makan dan telah siap dengan pakaian seragam sekolahnya.


Cahaya segera menghampiri Papahnya dan memeluk Papahnya.


"Selamat pagi juga, anak Papah" Kata Jovan


Lalu Cahaya duduk dikursi dan memakan sarapan paginya. Setelah selesai sarapan, Cahaya segera berangkat ke sekolahnya dengan diantar Jovan.


(Di Sekolah Cahaya)


Jovan telah sampai mengantar Cahaya ke sekolah.


"Sayang, kamu belajar yang rajin ya di sekolah terus gak boleh nakal disekolah, Oke" Kata Jovan


"Oke, Papah" Kata Cahaya


Cahaya pun mencium pipi Papahnya dengan kasih sayang.


"Aya masuk ke kelas dulu ya, Pah" Kata Cahaya


"Iya, sayang" Kata Jovan

__ADS_1


Cahaya segera berlari untuk menuju kelas mereka.Sementara Jovan masuk ke dalam mobil dan segera menjalankan mobilnya meninggalkan Sekolah Cahaya.


Sampai dikelas, dia segera duduk di kursi masing-masing. Tak lama kemudian, guru pun datang dan jam pelajaran dimulai.


→Di Kantor.


Jovan telah sampai di kantornya dan dia segera mengerjakan pekerjaannya. Tiba-tiba seseorang memasuki ruang kerjanya.


"Permisi, Pak" Kata orang itu.


"Silahkan, masuk Ferisha" Kata Jovan


Ferisha, dia adalah sekretaris baru Jovan. Ferisha segera menghampiri Jovan.


"Ini ada berkas yang harus anda tandatangani" Kata Ferisha


"Taruh saja disini, nanti saja akan tanda tangani" Kata Jovan tanpa melihat ke arah Ferisha


Melihat hal itu, membuat Ferisha sangat kesal.


"Jangankan memuji menatap saja dia tidak mau, padahal aku sudah dandan secantik ini agar dia terpikat dengan kecantikan ku" Kata Ferisha dalam hatinya.


"Untuk apa kamu masih disini? Sudah sana, keluar saya sedang banyak pekerjaan" Kata Jovan


"Baik, Pak" Kata Ferisha


Ferisha pun keluar dengan perasaan yang sangat kesal.


"Lihat saja aku pasti akan berhasil meluluhkan hati kamu, Jovan" Kata Ferisha dalam hatinya.


→Di Sekolah Cahaya.


Tak terasa, Bel pulang berbunyi. Semua murid pun keluar kelas untuk pulang. Kini Cahaya sedang menunggu Pak Burhan, supir pribadi Papahnya. Tak lama kemudian Pak Burhan pun datang.


"Maaf ya, Non bapak telat jemputnya" Kata Pak Burhan


"Gak papa koq, Pak" Kata Cahaya


"Ayo, Non silahkan masuk" Kata Pak Burhan membukakan pintu mobil untuk Cahaya.


Cahaya pun masuk ke dalam mobil. Mobil pun berjalan meninggalkan sekolah.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2