Antara Cinta Dan Dusta 2

Antara Cinta Dan Dusta 2
ACDS 2-4


__ADS_3

(Malam Harinya)


→Di Rumah Jovan


Leon datang ke rumah Jovan. Saat ini dia telah sampai di rumah Jovan.


"Aku gak sabar ingin kasih oleh-oleh ini sama Cahaya, dia pasti sangat suka" Kata Leon


Dia pun segera menekan bel pintu. Sementara di dalam, mendengar bel berbunyi karin segera beranjak menuju pintu. Karin pun membukakan pintunya. Ketika melihat Karin, seketika Leon terdiam dan terpesona dengan Karin.


"Ya ampun, mimpi apa gue semalam sampai ketemu bidadari secantik ini" Kata Leon dalam hatinya.


"Maaf, Anda Cari siapa?" Kata Karin


"Oh, saya cari Jovan, apa dia ada?" Kata Leon


"Tuan Jovan belum pulang dari kantornya, memangnya anda ada perlu apa dengan dia?" Kata Karin


"Saya, Leon saya ini sepupunya dia" Kata Leon" Apa boleh, saya masuk untuk menunggu dia pulang" Lanjutnya


"Oh, boleh" Kata Karin


Leon pun masuk kedalam rumah dan duduk disofa ruang tamu. Sementara Karin pergi ke arah dapur. Saat di dapur, Tiba-tiba Bisa Ratih datang menghampiri dirinya.


"Siapa yang datang, Rin?" Kata Bisa Ratih


"Tau tuh, BI katanya sih sepupu Tuan Jovan" Kata Karin


"Sepupu Tuan Jovan? Siapa Namanya?" Kata Bi Ratih


"Namanya Leon" Kata Karin


"Oh, Tuan Leon yang datang" Kata Bi Ratih


"Memangnya benar ya kalau dia itu sepupunya Leon?" Kata Karin


"Iya, dia itu sepupunya Tuan Jovan, memang dia jarang kesini karena dia tinggal diluar negeri dalam jangka yang cukup lama" Kata Bi Ratih


"Oh, begitu" Kata Karin


"Ya sudah, Bibi mau bikinin minuman dulu ya buat Tuan Leon" Kata Bi Ratih


"Iya, Bi" Kata Karin


Bi Ratih segera membuatkan minuman untuk Leon. Setelah selesai membuat Minuman Bi Ratih segera pergi menuju ruang tamu.


"Ini, silahkan minum, Tuan" Kata Bi Ratih


"Makasih ya, Bi Ratih" Kata Leon


"Sama-sama, Tuan" Kata Bi Ratih" Kalau begitu, Bibi permisi dulu" Lanjutnya


"Iya,  Bi" Kata Leon


Bi Ratih segera pergi menuju dapur kembali. Tak lama kemudian, Jovan pun datang bersama Cahaya.


"Uncle Leon" Sapa Cahaya


"Hai, Keponakan Uncle yang cantik" Kata Leon sambil memeluk Cahaya


"Aya kangen banget sama, Uncle" Kata Cahaya


"Uncle juga kangen banget sama, Aya" Kata Leon" Lihat, Uncle bawain oleh-oleh buat Ayah" Lanjutnya


"Wah, makasih Uncle" Kata Cahaya


"Sama-sama, sayang" Kata Leon


"Sekarang, Cahaya mandi ya terus kesini lagi untuk makan malam" Kata Jovan


"Iya, Oma" Kata Cahaya


"Karin" Panggil Jovan


Karin segera menghampiri Jovan.


"Iya, Tuan" Jawab Karin


"Tolong ya, kamu antar Cahaya ke kamar" Kata Jovan


"Iya, Tuan" Kata Karin" Ayo, sayang" Lanjutnya


Cahaya menuju kamarnya diikuti oleh Karin. Sementara Jovan duduk menemani Jovan.


"Eh, loe dapat darimana cewek secantik dia?" Kata Leon


"Cewek cantik? Siapa?" Kata Jovan


"Itu yang antar Cahaya ke kamar" Kata Leon


"Oh, maksud loe Karin" Kata Jovan


"Jadi, namanya Karin" Kata Leon


"Dia itu pengasuh Cahaya" Kata Jovan


Melihat Leon yang tersenyum sendiri membuat Jovan memukul kepala sepupunya itu sehingga Leon mengaduh kesakitan.


"Aduh, sakit tau" Kata Leon "Tapi, memangnya loe gak tertarik sama dia?" Kata Leon


"Gak, buat apa gue suka sama pengasuh anak gue sendiri" Kata Jovan


"Syukur deh, jadi gue punya kesempatan untuk dekati dia" Kata Leon


"Dasar loe gak bisa lihat gadis cantik aja langsung didekati" Kata Jovan


"Hahaha, gue kayak gak tau kebiasaan gue aja" Kata Leon


"Gue mau curhat sesuatu sama loe" Kata Jovan

__ADS_1


"Curhat soal apa?" Kata Leon


"Mami gue mau jodohin gue sama anak sahabatnya" Kata Jovan


"Oh ya, bagus dong" Kata Leon" Siapa nama gadis itu? Cantik gak dia?" Lanjutnya


"Namanya Nediva dan menurut gue orangnya biasa aja cantik gak, gak cantik juga gak" Kata Jovan


"Terus?" Kata Leon


"Gue bingung mau Terima perjodohan itu gak, disisi lain gue mau menerima perjodohan itu karena Cahaya butuh seorang ibu tapi disisi lain gue gak mau menerima perjodohan itu karena gue yakin kalau Nayla itu masih hidup" Kata Jovan


"Darimana loe yakin kalau istri loe masih hidup?" Kata Leon


"Dari hati gue, karena hati gue mengatakan dia masih hidup" Kata Jovan


"Menurut gue loe Terima saja perjodohan yang direncanakan tante Resti itu lagian kalaupun istri loe masih hidup, kenapa dia gak menemui loe dan Cahaya?" Kata Leon" Jadi menurut gue sebaiknya loe Terima saja perjodohan itu, karena ini semua demi Cahaya, anak loe" Lanjutnya


Jovan pun terdiam mendengar perkataan dari Leon.


"Untuk malam ini gue mau nginap dulu ya disini soalnya gue lagi malas untuk pulang ke rumah gue, Oke" Kata Leon


"Iya" Kata Jovan


"Oke, gue ke kamar dulu" Kata Leon


Leon segera pergi menuju kamar sementara Jovan merenungkan perkataan yang diucapkan oleh Leon.


Sementara di rumah lainnya, keluarga Bayu sedang makan malam bersama.


"Oh ya, Papah sudah masukin kamu ke sekolah elite dikota ini,  jadi kamu harus rajin belajar" Kata Bayu


"Okay, Pap" Kata Keysha" Mah, besok antarin aku ke sekolah ya" Lanjutnya


"Iya, sayang" Kata Anika


"Oh ya, Bayu besok katanya kamu mau ketemu sama client yang akan bekerja sama dengan perusahaan kamu" Kata Ibu Vina


"Iya, Mah besok aku akan bertemu sama dia" Kata Bayu


"Semoga semuanya berjalan dengan lancar ya, Mas" Kata Anika


"Iya, makasih ya atas dukungan kamu" Kata Bayu


"Sama-sama" Kata Anika


Setelah selesai makan malam, semua orang menuju kamar masing-masing.


→Bayu&Anika.


Saat ini Bayu sedang mempersiapkan berkasnya untuk bertemu dengan client nya besok. Tiba-tiba Anika menghampiri dirinya.


"Masih banyak pekerjaannya, Mas?" Kata Anika


"Iya, masih kalau kamu mau, kamu duluan saja tidurnya" Kata Bayu


"Iya, kalau begitu aku tidur duluan ya" Kata Anika


Anika segera merebahkan dirinya ke kasur dan memejamkan matanya untuk tidur, tak lama kemudian, dia pun tertidur. Setelah melihat istrinya yang sudah tertidur, dia segera mencium kening istrinya dengan lembut.


"Aku sangat mencintai kamu, Nika meskipun aku tau kamu bukan istri sungguhan aku tapi aku sangat mencintai kamu" Kata Bayu dalam hatinya.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Dia pun juga merebahkan dirinya ke samping istrinya dan tak lama kemudian dia tertidur.


→Di Rumah Jovan.


Saat ini Karin sedang mengeloni Cahaya untuk tidur.


"Mbak" Kata Cahaya


"Iya, sayang ada apa?" Kata Karin


"Mamahnya Aya dulu cantik gak?" Kata Cahaya


Karin tersenyum mendengar pertanyaan dari Cahaya


"Iya, sayang Mamahnya Non Aya  sangat cantik dan dia mirip sekali sama Non" Kata Karin


"Apa dia juga baik dan sayang sama Aya?" Kata Cahaya


"Dia sangat baik dan juga sayang banget sama Non Aya" Kata Karin


"Terus kalau memang Mamah sayang sama Aya, kenapa sekarang Mamah pergi tinggalin Aya, mbak" Kata Cahaya" Aya kangen banget sama Mamah, Aya pengen dipeluk Mamah, Aya pengen diantar sekolah sama Mamah seperti teman Aya" Lanjutnya


Karin sangat sedih mendengar pernyataan dari Cahaya dan dia segera memeluk gadis kecil itu.


"Sudah ya, Non Aya sekarang Bobo terus jangan lupa berdoa" Kata Karin


"Iya, Mbak" Kata Cahaya


Cahaya segera merebahkan dirinya untuk tidur dan berdoa. Setelah berdoa, dia memejamkan matanya. Tak lama kemudian, dia tertidur dengan pulas.


Karin segera mencium kening Cahaya dengan lembut.


"Ternyata nasib aku gak jauh beda dengan Cahaya, tapi nasib ku lebih buruk daripada dia. Dia hanya kehilangan ibunya sementara aku, aku kehilangan orang tua ku sejak aku masih bayi" Kata Karin dalam hatinya.


Setelah itu, Karin segera pergi dari kamar Cahaya. Tanpa disadari, ternyata Jovan mendengar semua perkataan anaknya. Dia sangat terpukul ketika mengetahui kalau anaknya sangat membutuhkan sosok seorang ibu.


"Sepertinya aku harus menerima perjodohan itu demi anak ku" Kata Jovan dalam hatinya.


Dia segera pergi menuju kamarnya. Sampai disana, Jovan mengambil sebuah cincin dan menatapnya dengan sedih.


"Maafkan aku, Nayla bukan maksud ku untuk melupakan kamu tapi aku melakukan semua ini demi anak kita. Tapi, aku berjanji sampai kapanpun cinta aku hanya untuk kamu" Kata Jovan dalam hatinya


Jovan meletakkan kembali cincin itu di laci dan dia segera merebahkan dirinya untuk tidur. Tak lama kemudian, dia pun tertidur.


(Keesokan Harinya)


Saat ini Jovan sedang sarapan bersama Putrinya dan juga Leon.

__ADS_1


"Malam tadi, Uncle Leon nginap disini?" Kata Cahaya


"Iya, sayang" Kata Leon" Soalnya Uncle malas ketemu sama Oma Delia yang cerewet itu" Lanjutnya


Cahaya pun tertawa mendengar perkataan dari Leon.


"Jangan ajarin anak gue yang gak benar" Kata Jovan


"Iya, Sorry" Kata Leon


"Sayang, kamu udah selesai makannya?"Kata Jovan


"Sudah, Pah" Kata Cahaya


"Ayo, kita berangkat sekarang" Kata Jovan" Dan untuk loe, segera selesaikan sarapan loe habis itu langsung ke kantor jangan telat" Lanjutnya


"Iya" Kata Leon


Jovan dan Cahaya pergi meninggalkan meja makan. Diluar rumah, Jovan segera melajukan mobilnya menuju sekolah Cahaya.


→Rumah Bayu


Bayu sedang sarapan pagi bersama keluarganya.


"Mah, Nika aku berangkat dulu ya" Kata Bayu" Sayang, belajar yang rajin ya" Lanjutnya sambil mencium kening anaknya.


"Okay, Pap" Kata Keysha


Lalu Bayu pun pergi meninggalkan meja makan dan berangkat menuju kantornya.


"Kamu udah selesai makannya, sayang?" Kata Anika


"Udah, Mah" Kata Keysha


"Ayo, kita berangkat sekolah sekarang" Kata Anika" Salim dulu sama Nenek" Lanjutnya


Setelah bersalaman dengan Neneknya, Keysha segera berangkat ke sekolah dengan diantar oleh Mamahnya.


→Di Sekolah


Jovan telah sampai mengantar Cahaya ke sekolah. Cahaya pun menyalami tangan sang Papah.


"Pah, Aya masuk kelas dulu ya" Kata Cahaya


"Iya, sayang" Kata Jovan


Setelah itu, Cahaya segera berlari menuju kelasnya. Saat ingin kembali ke mobil,  tiba-tiba Jovan melihat seseorang yang sangat membuatnya kaget.


Deg


"Nayla" Kata Jovan dalam hatinya


Melihat orang itu ingin pergi, Jovan segera mengejarnya.


"Tunggu" Kata Jovan


Orang itu pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menghadap ke arah Jovan. Sesampainya Jovan di depan orang itu. Jovan segera memeluk orang itu.


"Nayla" Kata Jovan


Orang itu pun bingung dengan perlakuan Jovan kepadanya. Namun mengingat sesuatu orang itu melepaskan pelukan Jovan terhadapnya.


"Maaf ya,  Anda siapa berani sekali anda memeluk saya?" Kata Orang itu.


"Aku Jovan, Nayla suami kamu" Kata Jovan


"Suami? Dengar ya, saya itu sudah memiliki suami dan Nayla? Siapa Nayla? Nama saya itu adalah Anika" Kata Orang itu yang ternyata dia adalah Anika.


"Anika? Tapi... " Kata Jovan


"Kalau sekali lagi anda memeluk saya, saya akan laporkan anda ke polisi, ingat itu" Kata Anika


Anika segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Jovan yang masih terdiam diri ditempat. Setelah itu Jovan segera melajukan mobilnya meninggalkan sekolah.


~Bersambung~


**Cast



Jovan Pranaja Gionino**




2. Cahaya Pranazia Safitri



3. Anika Irena Revana



4. Bayu Evando Pradipta



5. Keysha Evanda Novelin



6. Niken Marioline Elvarita



7. Karina Isabella


__ADS_1


8. Leonardo Javier



__ADS_2