
→Di Rumah Bayu&Anika
Saat ingin mengambil gelas yang berisi air. Tiba-tiba tanpa sengaja dia menyenggol gelas itu dan seketika gelas itu pecah. Mendengar suara pecahan gelas, Niken segera pergi ke kamar Bayu.
"Ya ampun, Mas Bayu" Kata Niken
Niken segera membersihkan serpihan kaca dilantai. Setelah itu, dia segera menghampiri Bayu.
"Mas gak papa?" Kata Niken
"Saya tidak papa dan tolong jangan panggil saya seperti itu?" Kata Bayu" Dan untuk apa kamu bekerja disini? Apa kamu bekerja disini untuk membuat rumah tangga ku jatuh
Hancur?" Lanjutnya
"Aku gak bermaksud untuk membuat rumah tangga kamu hancur dan aku kesini hanya untuk bekerja sebagai pengasuh dari anak aku" Kata Niken
"Anak kamu? Keysha itu bukan anak kamu" Kata Bayu
"Dia anak aku, Mas aku yang melahirkan dia" Kata Niken" Apa kamu tidak ingat dengan kalau aku adalah wanita simpanan kamu dan Keysha adalah anak aku" Lanjutnya
"Tapi itu dulu, dan sekarang kita sudah tidak hubungan apa-apa lagi" Kata Bayu
"Iya, memang diantara kita sudah tidak ada hubungan lagi tapi hubungan antara aku dan Keysha tidak bisa diputuskan karena aku adalah Ibu kandungnya" Kata Niken
Setelah berkata begitu, Niken segera pergi keluar dari kamar Bayu.
Sementara itu, Anika dan Keysha telah sampai di rumah mereka. Dan mereka segera masuk ke dalam.
→Kamar Bayu&Anika
Keysha segera menghampiri Papahnya
"Papah" Kata Keysha
"Kalian sudah pulang? Bagaimana dengan jalan-jalannya?" Kata Bayu
"Jalan-jalannya gak jadi, Pah" Kata Keysha
"Kenapa?" Kata Bayu
"Ayanya sedang sakit sekarang dia dirawat dirumah sakit" Kata Keysha
"Oh, begitu ya sudah kan bisa lain kali" Kata Bayu
"Iya, Pah" Kata Keysha
"Sekarang Keysha ke kamar ya ganti baju" Kata Anika
"Iya, Mah" Kata Keysha
Keysha segera pergi ke kamarnya. Namun ditengah perjalanan, dia melihat Niken sedang menangis. Dia pun menghampiri Niken.
"Tante Niken, Tante kenapa menangis?" Kata Keysha
Keysha segera menghapus air mata dipipi Niken. Sehingga membuat Niken merasa sangat tersentuh.
"Tante gak papa koq, sayang kamu sudah pulang jalan-jalannya" Kata Niken
"Iya, Tante kita main yuk" Kata Keysha
"Ayo, tapi ganti baju dulu" Kata Niken
"Oke, Tante" Kata Keysha
Keysha segera kembali menuju kamarnya. Sementara Niken, dia kembali bersedih.
"Sepertinya Keysha sudah mulai dekat sama aku, dan aku harus lebih dekat lagi sama dia" Kata Niken dalam hatinya.
→Rumah Sakit.
Setelah melihat Cahaya tidur, mereka membahas mengenai Anika.
"Mami gak nyangka jika wanita tadi mirip sekali dengan Nayla" Kata Resti
"Iya, Mi Papi juga" Kata Bram
"Jadi wajah Nayla itu mirip dengan Anika?" Kata Leon
"Iya, Leon" Kata Resti
"Aku juga pertama kali bertemu dengan dia, aku mengira dia itu Nayla, tapi ternyata bukan. Dia adalah Anika, istri dari Client aku" Kata Jovan
"Oh, jadi dia istri dari client kamu, Jovan" Kata Bram.
"Iya, Pi" Kata Jovan
"Apa Nayla punya kembaran?" Kata Leon
"Gak, Nayla itu gak punya kembaran " Kata Jovan
"Aneh, bagaimana bisa mereka itu mirip jika bukan kembar?" Kata Leon
Jovan pun memikirkan perkataan Leon dan membenarkan ucapan Leon.
"Mungkin mereka mirip hanya kebetulan saja" kata Resti
"Iya, Papi setuju sama Mami, ayo sekarang pulang untuk istirahat" Kata Bram
"Aku disini saja, Pi Jagain Cahaya" Kata Jovan
"Ya sudah, tapi besok jangan sampai telat bangun, kan besok kata kamu, kamu akan mulai menjalankan proyek baru kamu" Kata Resti
"Iya, Mi" Kata Jovan.
Resti, Bram, dan Leon pergi keluar dari kamar rawat Cahaya. Sementara Jovan mulai menidurkan dirinya disofa kecil.
...(Keesokan Harinya) ...
→Di Rumah Sakit.
Cahaya sedang menatap Papahnya dengan sedih karena Papahnya harus pergi ke kantor.
"Memangnya, Papah gak bisa libur sehari aja" Kata Cahaya
"Gak bisa, sayang Papah harus kerja" Kata Jovan
"Tapi, kan Aya sedang sakit terus disini siapa yang jagain Aya" Kata Cahaya.
"Biar mbak yang jagain Non Aya"
Cahaya seketika menatap ke arah pintu dan ternyata orang itu adalah Karin.
__ADS_1
"Mbak Karin" Kata Cahaya
Cahaya segera memeluk Karin ketika Karin menghampirinya.
"Karin, bukannya kamu kerjanya besok?" Kata Jovan" Terus bagaimana keadaan Nenek kamu sekrang?" Lanjutnya
"Iya, Tuan Karena Nenek saya sudah sembuh dia mengizinkan saya untuk bekerja kembali" Kata Karin
"Syukurlah, Cahaya sangat membutuhkan kamu, Karin" Kata Jovan
"Saya tau itu, Pak makanya saya datang kesini" Kata Karin
"Kamu datang sama siapa?" Kata Jovan
"Sama Tuan Leon" Kata Karin
"Leon?" Kata Jovan
"Iya, dia juga yang memberi tau saya kalau Non Aya saat ini sedang sakit" Kata Karin
"Dimana dia sekarang?" Kata Jovan
"Dia tadi sudah pergi, Tuan katanya ke kantor" Kata Karin
"Ya sudah, tolong ya kamu jagain Aya" Kata Jovan
"Baik, Tuan" Kata Jovan
"Sayang, Papah berangkat kerja dulu" Kata Jovan
"Iya, Pah" Kata Jovan
Jovan segera mencium kening Putrinya. Setelah itu, dia pergi keluar dari kamar rawat anaknya.
→Di Lokasi Proyek
Saat ini Jovan dan Anika sedang berada di lokasi Proyek kerja sama antara dirinya dan Bayu. Mereka melihat proses pembangunan proyek mereka.
"Syukurlah kalau pembangunan Proyek bisa berjalan dengan lancar" Kata Jovan
"Iya, anda benar" Kata Anika
"Oh ya, Terima kasih karena kemarin anda sudah menolong anak saya" Kata Jovan
"Sama-sama, tapi lain kali tolong anda jangan seperti itu terhadap anak anda, kasihan dia" Kata Anika
"Iya, saya sangat menyesal dengan perbuatan saya terhadap anak saya" Kata Jovan
"Karena sudah tidak ada yang dibicarakan lagi, kalau begitu saya permisi dulu" Kata Anika
"Oh ya, silahkan" Kata Jovan
Anika pun pergi meninggalkan Jovan. Dia segera masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan lokasi proyek.
Ditengah perjalanan, tiba-tiba Mobil Anika mengalami kemogokan. Dia segera keluar dari mobilnya.
"Ya ampun, mogok lagi" Kata Anika
Anika segera menghubungi montir langganan nya. Setelah menghubungi montir langganannya, Anika menunggu taksi yang lewat.
Sementara itu, dari dalam mobilnya, Jovan yang melihat Anika, dia segera menghentikan mobilnya dan keluar dari mobilnya menghampiri Anika.
"Iya" Kata Anika
"Sudah telpon montir? " Kata Jovan
"Sudah, katanya mereka baru datang 1 jam lagi" Kata Anika.
"Bagaimana kalau saya antar anda pulang?" Kata Jovan" Daripada anda disini menunggu taksi tapi tidak ada yang lewat" Lanjutnya
"Ya sudah, saya mau" Kata Anika
Mereka segera masuk ke dalam mobil. Jovan segera melajukan mobilnya untuk mengantarkan Anika pulang.
→Di dalam mobil
"Oh ya, bagaimana kabar Cahaya?" Kata Anika
"Dia sudah mulai membaik" Kata Jovan
"Syukurlah kalau begitu" Kata Anika
"Kamu mau jenguk dia?" Kata Jovan
"Hmm... Boleh" Kata Anika
"Kalau begitu kita kerumah sakit dulu baru setelah itu saya antar kamu pulang" Kata Jovan
"Iya" Kata Anika
Jovan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
→Rumah Sakit
Saat ini Karin sedang menyuapi Cahaya makan. Tak lama kemudian, Jovan pun datang bersama Anika.
"Papah, Tante Anika" Kata Cahaya.
Jovan dan Anika segera menghampiri Cahaya. Karin yang melihat Anika seketika kaget.
"Dia bukan Nayla tapi Anika, dia memang mirip dengan Nayla" Kata Jovan
Karin pun menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti.
"Tante, Keysha mana koq gak diajak?" Kata Cahaya
"Keysha masih sekolah, sayang" Kata Anika
"Tante makasih ya udah nolongin Aya kemarin" Kata Cahaya
"Sama-sama, sayang"Kata Anika
Tiba-tiba hati Anika ingin sekali menyuapi Cahaya.
" Apa saya boleh menyuapi Cahaya?"kata Anika
"Boleh, tentu saja boleh" Kata Jovan
"Kamu mau kan sayang disuapin sama Tante" Kata Anika
"Mau, Tante" Kata Cahaya
__ADS_1
Karin segera menyerahkan makanan Cahaya kepada Anika. Anika segera menyuapi Cahaya dengan telaten. Melihat interaksi antara Cahaya dan Anika, membuat Jovan teringat dengan Nayla.
Setelah makan siang, Anika menemani Cahaya tidur dengan memeluk Cahaya.
"Entah kenapa, rasanya begitu nyaman ketika aku memeluk anak ini, aku merasa dia seperti anak aku" Kata Anika dalam hatinya.
Setelah melihat Cahaya tertidur pulas, Anika segera menghampiri Jovan dan Karin.
"Bu Anika perkenalkan ini Karin, dia pengasuh Cahaya" Kata Jovan
"Saya,Anika" Kata Anika
"Saya Karin, Nyonya" Kata Karin
"Anda sudah mau pulang?" Kata Jovan
"Iya" Kata Anika
"Karin, tolong kamu jaga Cahaya ya" Kata Jovan
"Baik, Tuan" Kata Karin
Setelah itu Jovan dan Anika segera pergi keluar dari kamar rawat Cahaya.
→Rumah Bayu&Anika.
Saat ini Bayu sedang duduk diruang tamu dengan kursi rodanya. Tak lama kemudian, Keysha pun datang bersama Niken.
"Papah" Kata Keysha
"Sayang" Kata Bayu
Keysha segera memeluk Papahnya. Dari dapur, Ibu Vina datang menghampiri mereka.
"Eh, cucu Nenek udah datang" Kata Ibu Vina
"Iya, Nek" Kata Keysha
"Nah, sekarang kamu ganti baju baru setelah itu makan siang ya" Kata Ibu Vina
"Oke, Nek" Kata Keysha" Tante Niken, suapin aku makan ya" Lanjutnya
"Iya" Kata Niken
Keysha segera pergi menuju kamarnya.
"Saya permisi ke dapur dulu, Nyonya, Bapak" Kata Niken
"Iya, silahkan" Kata Ibu Vina
Niken segera pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang Keysha.
Sementara diluar rumah, Jovan telah sampai mengantar Anika.
"Makasih sudah mengantar saya pulang" Kata Anika
"Sama-sama" Kata Jovan
Anika segera berjalan menuju rumahnya. Sementara Jovan melajukan mobilnya meninggalkan Rumah Anika.
Di dalam rumah, Anika segera menghampiri Suami dan Ibu mertuanya.
"Kamu darimana saja, koq jam segini baru pulang?" Kata Ibu Vina
"Aku habis ke lokasi proyek baru kita dan selesai baru jam segini" Kata Anika berbohong
"Oh, begitu" Kata Ibu Vina
Tak lama kemudian, Keysha datang menghampiri mereka.
"Mamah" Kata Keysha
"Sayang, anak Mamah" Kata Anika" Kamu udah makan siang?" Lanjutnya
"Udah, Mah" Kata Keysha
"Ya sudah sekarang kamu Bobo ya dikamar" Kata Anika
"Tapi aku bobonya ditemani sama Mamah ya" Kata Keysha
"Oke, Ayo" Kata Anika
Keysha segera pergi ke kamarnya dikuti oleh Anika. Sementara Niken, dia kembali ke kamarnya.
...(Malam Harinya) ...
→Di Rumah Sakit.
"Pah, kapan Aya boleh pulang kerumah? Aya udah bosan disini" Kata Cahaya
"Kata Dokter, Aya sudah boleh pulang besok" Kata Jovan
"Horee" Kata Cahaya
Jovan sangat senang melihat Cahaya yang terlihat bahagia.
"Pah, apa benar kalau tante Anika itu mirip sama Mamah?" Kata Cahaya
Jovan terkejut mendengar pertanyaan dari Cahaya.
"Cahaya tau darimana soal itu?" Kata Jovan
"Dari pembicaraan Papah, Uncle Leon, Oma dan Opa kemarin malam" Kata Cahaya
"Iya, sayang Tante Anika itu mirip banget sama Mamah" Kata Jovan
"Pantas saja, saat Tante Anika nyuapin Aya, Aya merasa seperti disuapin sama Mamah" Kata Cahaya
Jovan tersenyum dan mengusap pelan rambut Cahaya dan memeluk Cahaya.
"Sekarang, Aya Bobo ya" Kata Jovan
"Oke, Pah" Kata Cahaya
Cahaya segera merebahkan dirinya untuk tidur. Tak lama kemudian, Cahaya tertidur. Melihat Cahaya sudah tertidur, Jovan juga ikut merebahkan dirinya.
...~Bersambung~...
...
...
__ADS_1